Langsung ke konten utama

BERORGANISASI ITU PENTING

Gambar : Vhiki Sanjaya, Ketua Internal PMII Komisariat IAIN Palopo


BERORGANISASI ITU PENTING

Ber-PMII itu Keberuntungan

Penulis : Vhiki Sanjaya

Ketua Internal Pergerkan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat IAIN Palopo


Sebagai mahasiswa yang berkecimpung di organisasi esktra kampus, saya sedikit bercerita tentang bagaimana proses saya di PMII selama hampir dua tahun. Sebagai kader PMII akan berbagi sedikit cerita seputar  pengalaman  di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sendiri, Secara alamiah ide dasar berdirinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  bermula dari adanya hasrat kuat para mahasiswa nahdiyin (Mahasiswa dari kalangan NU) untuk membentuk suatu wadah (organisasi) mahasiswa yang berideologi ahlussunah waljama'ah (aswaja).

Dari sejarah kelahirannya yang merespon carut marut situasi sosial dan kenegaraan sekitaran tahun 1950-an yang dinilai  banyak ketimpangan serta membangkitkan alaram demokrasi era kepemimpinan Soekarno, memberikan gambaran pentingnya oganisasi  kemahasiswaan untuk hadir ditenga masyarakat.

Apa pentingnya ber-PMII? sebagai organisasi ekstra kampus, tentunya organsasi ini menjadi tempat belajar dan pengembangan skil mahasiswa. Begitu banyak yang kita dapatkan, misalnya  berdiskusi dan belajar menetukan sikap terhadap isu yang sedang hangat secara kritis. Bagi saya inilah pentingnya berorganisasi, yaitu untuk mengajarkan kita berfikir lebih kritis dalam menghadapi suatu persoalan yang ada sekitar kita baik isu regional sampai internasional.

 

Pada masa awal di bangku perkulihan tentunya ada berbagai keraguan untuk bergabung di organisasi ekstra kampus, ini dikarenakan saya orang yang lebih suka diam dan tepatnya pemalu. Namun, berbagai dorongan dan motivasi dari berbagai pihak, saya mera terselamatkan. Pertama masuk tentunya saya lebih mendapat motivasi untuk lebih berani, yahh… bukan beani memukul orang hehe. Tetapi untuk lebih berani mengeluarkan pendapat di hadapan orang banyak (Public Speaking).

Berjalannya waktu sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, saya menjalani hari-hari telah terbiasa bersosialisasi dan membangun pendekatan emosional antar kader terutama pengurs sehingga benar-benar merasakan persahabatan di dalam wadah ini sesuai dengan panggilan sesama kader, yaitu sahabat (putra) dan sahabatwati (putri) dan tidak sungkan untuk saling berbagi dan membantu dalam hal kebaikan.  

Sejak belajar disini saya mendapatkan ilmu yang mungkin tidak bisa kita dapatkan di tempat lain, bahkan di kelas saat jam kuliah apalagi dengan kondisi sekarang yang mengaruskan secara online. Dari kajian-kajian pengetahua ini membuat saya memandang dunia dengan sudut yang berbeda, diantaranya untuk lebih peka terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di sekitar kita.

Dari padatnya beraktivitas di ekstara kampus, perlu diingat bahwa kita tidak boleh melupakan kewajiban sebagai mahasiswa yaitu kuliah. Tidak sedikit yang menilai bahwa bergabung organisasi akan menghambat kelulusan bahkan sampai mebuat putus kuliah, jawabannya bisa iya dan bisa tidak tergantung bagaimana sahabat menjalani keduanya. Memang benar ada beberapa mahasiswa karna terlalu asik berorganisasi sehingga lupa akan kewajiban perkuliahannya.

Perlu saya tegaskan bahwa organisasi bukanlah faktor penghambat perkuliahan justru dengan masuknya di organisasi itu dapat menambah wawasan dan mentalitas kita. Peribahasa klise namun kuat melekat akan membawa kepercayaan diri bahwa ‘proses tak akan mengkhianati hasil’. Salah satu contohnya, Penemu lampu pijar Thomas Alva Edison butuh waktu dan kegagalan yang tidak sedikit untuk menciptakan karya lampu pijarnya yang sampai saat ini menerangi dunia, itu semua tentang kesabaran berproses.

Terkait mengenai lamanya kelulusan mungkin itu tergantung pada masing-masing bagaimana kita dapat mengatur waktu. Namun jangan pandang remeh mahasiswa yang telat lulus karna ber berorganisasi terutama ber-PMII loh,hehe. Kenapa? Karena mahasiswa yang aktif di organisasi memiliki jaringan yang luas dengan kemampuan kepemimpinannya, cakap berkomunikasi, pengalaman yang mengajarkan kuat dalam menghadapi tekanan, serta wawasa dan pola pikir yang lebih baik.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat, mungkin ini hanya teras saja bagi teman-teman yang ingin mengenali dunia organisasi ekstra kampus, sekiranya kita bisa jumpa di Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII.

Sekali lagi, saya tekankan bahwa untuk mengasah pengetahuan berproseslah di organisasi. Karena tidaklah lahir pelaut yang ulung dari laut yang tenang dan sejatinya hidup itu proses. Belajar sepanjang hayat tidak kenal batas umur, sampai Tuhan katakan waktunya untuk pulang.

Menutup catatan kali ini,saya berterimaksih kepada  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan para kader yang masih menjaga nilai dan eksistensi organisasi ini, sehingga menjadi ketertarikan sendiri bagi saya, dan dengan masuknya saya di organisasi ini begitu banyak pengalaman dan ilmu pengetahuan yang diberikan. Meski demikian, menyadari bahwa tidak ada titik paripurna dalam menuntut ilmu, saya belum sepenuhnya menyelami ilmu pengetahuan di rumah saya ini, namun dengan berbagai bacaan sejauh ini, apa yang saya cari ada di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Proses terus berlanjut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Pola Pikir Generasi Muda Masa Kini

Corak pemikiran generasi muda saat ini bersifat fanatis terhadap sesuatu sepanjang apa yang terlihat olehnya sehingga tak mampu merasai makna yang tersembunyi. Secara realistis, para pemuda-pemudi hari ini disibukkan oleh hal yang berbau selfish, mulai mengupdate status dengan tagar halalkan atau tinggalkan, dan lain-lain. Sehingga mereka terjebak pada dogma yang dilakukan untuk tak lagi memikirkan kesatuan dan perdamaian di negara Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa proses ideologisasi yang begitu massif dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terorganisir untuk memecah belah kesatuan negara kita. Hoax bertebaran di media sosial yang menjadi bahan konsumsi bagi generasi muda, namun parahnya lagi ikut terlibat aktif dalam menyebarkan hoax di jejaring media sosial. Seperti yang sudah diterangkan di atas bahwa generasi muda kian mengagung-agungkan untuk menikah diusia muda, ditambah lagi dengan fenomena stigmatisasi pacaran ala syar'i. Namun belum cukup sadar bahwa ini ...

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...