Langsung ke konten utama

SPIRIT PERJUANGAN PERGERAKAN

 


SPIRIT PERJUANGAN PERGERAKAN

Penulis: Irfandi Patangnga

Kordinator Kaderisai PMII Komisariat IAIN Palopo

Editor: J.M

Hal yang sangat penting ketika manusia semakin menuju kedewasaan usia adalah spirit perjuangan pergerakan untuk berbenah diri. Meski berjuang sering kali mendapat pandangan yang relatif dari orang-orang sekitar, berupa dukungan atau cibiran. Selalu ada peluag untuk berbenah diri, tetapi tidak semua orang bisa sampai kepada tahap kesadaran kritis, disinilah spirit perjuangan pergerakan itu harus tetap terawat.

Tentunya saya tidak asal bicara, namun nikmatnya kesadaran akan pentingnya berpengetahuan telah terasa. Jendela utamanya adalah perjuangan untuk berpengetahuan, dari suka duka hingga senang dan kebahagiaan, adalah bentuk ekpersi yang menghantarkan pada satu titik kesyukuran.

Ini adalah pengalaman, ketika harus meninggalkan kampung halaman dengan bekal harapan kedua orang tua kepada anaknya agar menempu pendidikan dan berguna di masa depan. Tiba masa, ketika disandangkan dengan sebutan mahasiswa, yang terkenal sebagai kalangan intelektual, menyentuh pikiran saya untuk mengubah beberapa kebiasaan buruk dari pribadi ini.

Dibangku perkuliahan, saya diperkenalkan begitu banyaknya aktifitas kemahasiswaan. Bagi saya, pada saat itu cukup penasarann dengan senior-senior yang memeiliki aktifitas ekstra kampus. Saya memberanikan diri dekat dengan beberapa senior yang memiliki latar belakang ekstra kampus untuk menggali informasi. Akirnya, kuteguhka untuk bergabung di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), disinilah tempatku menimbah pengetahuan.

Nikmat berorganisasi yang diberikan tak bisa kujelaskan satu persatu, diantaranya adalah pengetahuan yang lebih luas dan tidak kudapatkan dalam bangku perkuliahan di kelas atau di ruang goole meet, zoom meeting, class room, dan lain sebagainya yang kita gunakan sekarang. Disayangkan pandemic Covid-19 setengah tahun terakhir menghambat berbagai kegiatan kemahasiswaan dan keorganisasiaan yang sangat penting sebagai citra diri mahasiswa.

Perlu diketahui bahwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, lahir dari hasrat kuat mahasiswa nahdiyin (Mahasiswa yang secara kultur dari organisasi masyarakat Nahdatul Ulama) yang berlandaskan ahlu sunna wal jamaah (Aswaja). PMII secara pengetahua ke-Islaman tidak jauh beda denagn NU yang memiliki corak intelektualiseme khas Islam Nusantara dengan meneruskan warisan intelektual Timur Tengah dengan kitab-kitab rujukan pesantren. 

Dari proses yang panjang, pembentukannya memakan waktu kurang lebih sepulu tahun lamanya hingga, dideklarasikan pada tanggal 17 april 1960. Tidak jarang kita temui orang-orang yang hendak menjatuhkan organisasi ini dengan berbagai alasan tertentu. Tetapi tidak menjadi penghlang bagi organisasi dengan logo perisai ini dalam berjalan mengapa cita sebagaimana yang trmaktub didalam Anggaran Dasar (AD) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bab IV pasal 4, sebegai berikut.

“Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.”

Tidak lupa pula pada komitmen memperjuangkan asas tunggal, yaitu Pancasila. Meyakini Pancasila adalah idiologi dan falsafa bangsa Indonesia yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislama. Disinilah kita dapat melihat dua komitmen besar PMII adalah keislaman dan keindonesiaan.

PMII adalah rumah bagi kader-kadernya dalam merawat spirit perjuangan pergrakan yang bersifat keagamaan, kemahasiswaan, kebangsaan, kemasyarakatan, independent dan professional yang akan membentuk karakter pribadinya. Senantiasa mengali potesi diri dan belajar untuk lebih dewasa dalam menghadapi kenyataan dunia agar tetap survive dan tetap bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Tugas kita adalah belajar dan tanggung jawab kita adalah mengamalkan ilmu sesuai dengan motto Dzikir, fikir dan amal soleh.

Dipunghujung tulisan ini, sejauh yang saya dapatkan hal utama sebagai generasi penerus bangsa, kaum intelektual sejatinya penting memeiliki spirit perjuangan pergerakan, senantiasa berproses, dan yakin bahwa sebuah proses yang berlandaskan niat lurus pada kemaslahatan tidak akan menghiyanati hasil.

Wallahu a’lam.

Wallahul Muwafieq Ilaa Aqwamitthorieq.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Pola Pikir Generasi Muda Masa Kini

Corak pemikiran generasi muda saat ini bersifat fanatis terhadap sesuatu sepanjang apa yang terlihat olehnya sehingga tak mampu merasai makna yang tersembunyi. Secara realistis, para pemuda-pemudi hari ini disibukkan oleh hal yang berbau selfish, mulai mengupdate status dengan tagar halalkan atau tinggalkan, dan lain-lain. Sehingga mereka terjebak pada dogma yang dilakukan untuk tak lagi memikirkan kesatuan dan perdamaian di negara Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa proses ideologisasi yang begitu massif dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terorganisir untuk memecah belah kesatuan negara kita. Hoax bertebaran di media sosial yang menjadi bahan konsumsi bagi generasi muda, namun parahnya lagi ikut terlibat aktif dalam menyebarkan hoax di jejaring media sosial. Seperti yang sudah diterangkan di atas bahwa generasi muda kian mengagung-agungkan untuk menikah diusia muda, ditambah lagi dengan fenomena stigmatisasi pacaran ala syar'i. Namun belum cukup sadar bahwa ini ...

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...