Langsung ke konten utama

Liberalisme Dan Batasan Agama

            LIBERALISME DAN BATASAN AGAMA

penulis: Sahabat Muh Ayul Yaqin
Editor: J.M

kita ketahui bersama ketika selalu saling klaim sana sini mana yang benar dan salah itu tidak perlu karena akan menghasilkan hal yang tak subtansial. Sedangkan pandanga liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi pandangan filsafat dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama (Wikipedia).

Secara umum liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas dicirikan kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme ini menolak adanya pembatasan khususnya dari pemerintah dan agama, saya menyimpulkan bahwa liberalisme adalah paham kebebasan dalam mengatur setiap aspek kehidupan tanpa intervensi agama.

Pada era kontemporer sistem kebebasan dalam suatu negara termaksuk di Indonesia semakin tak terbendung dan sangat berpengaruh kuat pandangan Sekularisme ( sistem negara yg tidak dicampuri dengan sistem agama)  yang dimotori oleh sistem demokrasi yg memiliki kesamaan paham hampir disetiap negara saat ini semakin meperkokoh kedudukan paham liberalisme.
Meskipun di setiap negara tidak murni memberlakukan sistem kebebasan ini, namun lagi-lagi hal ini tentu saja akan berdampak buruk  pada berbagai sektor  kehidupan bernegara seperti ekonomi, hukum, sosial, dan budaya tak terlepas dari itu yang sasaran empunya ialah masyarakat kita lihat pada aspek perekonomian. 

Selama perekonomian itu dijalankan dengan sistem kebebasan maka akan banyak terjadi  ketimpangan  dan perselisihan pun tak dapat dihindari  dalam melakukan aktivitas perekonomian. Contoh dalam aktifitas jual beli  dan investasi misalnya, untuk memperoleh keuntungan para pihak pemodal akan melakukan segala cara agar mendapat untung tanpa memikirkan atau memperdulikan pihak lainnya tentang bagaimana kondisi apakah mereka rugi atau untung atas perbuatan suatu pihak itu semua tidak menjadikan masalah yang penting suatu pihak itu dapat laba tinggi. 

Tentu jika seperti ini ketimpangan perekonomian akan terjadi didalam masyarakat perlu jika ditelusuri dari aspek hukum pada dasarnya hukum digunakan untuk mengatur administrasi suatu negara baik secara nasional maupun internasional juga untuk menjaga ketertiban dalam suatu negara serta dapat melindungi setiap warga negaranya.
 Namun realita yang terjadi banyak ketimpangan dimasyarakat karena saat ini hukum diatur dengan metode kebebasan yang menjelma menjadi senjata alternatif dan jembatan para oknum untuk mencapai kepentingan mereka serta menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.

Katanya memberikan keadilan tapi bagaimana bisa adil jika yang kaya semakin kaya sebaliknya miskin semakin miskin ada pepata mengatakan hukum di Indonesia tajam kebawah tumpul keatas artinya ada ketimpangan yang terjadi sebagai contohnya kasus terduga salah satu Jurnalis di makassar "Muhammad Asrul" di pidana ancaman 10 tahun penjara terjerat pasal  Pasal 14 UU No.1 tahun 1946, Pasal 28 Ayat (2). Jo pasal 45 ayat(2), dan pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat(3) UU ITE karena menguak kasus korupsi anak pejabat di kota palopo. Sudah barang tentu Inilah yg saya maksud hukum yang jadi momok bagi masyarakat. Eh niatnya mengulik sebuah kasus apabila terus terbungkam dan tidak di ungkap segera akan membuat pelaku terus menguras uang rakyat  dan berakibat fatal dikemudian hari akan merugikan masyarakat luas. 

Namun lagi-lagi siapa yang mempunyai materil ia akan berkuasa dan membungkam mulut  para rakyat kelas menegah kebawah. Sedangkan pada aspek sosial dan budaya tentunya sistem kebebasan memberikan pengaruh buruk. 

Kita lihat sekarang perubahan tingkah laku dan kebiasaan  masyarakat baik di desa maupun  kota dimana saat ini banyak kita jumpai masyarakat mengalami kemerosotan moral dan menjadi kultural dikehidupan sehari hari, banyakan regenerasi bangsa saat ini itu tidak lagi memerhatikan aspek moral dikalangan orang tua-tua yang dianut sesuatu luhur dan patut dijunjung tinggi. 

Zama sekarang banyak anak muda yg menganggap remeh saja perbuatan melanggar norma ahlak dan didikan kurang baik katanya sekolah tinggi tapi ternyata moral ditinggalkan sebab tingkat ekspolitasi semakin menjadi tahun angka semakin naik  misalnya perzinahan atau sex bebas. Nah laku diri seperti ini trend dikalangan para pemuda saat ini bahasa gaulnya generasi milenial hehehe, serta menjadi budaya yang di langgengkan oleh pemuda masa kini.

Banyak hal yang dapat kita petik dari beberapa hal sudah dinarasikan diatas maka dari itu untuk menyelamatkan dan menghindarkan diri  agar tak terjerumus pada pengaruh  sistem kebebasan saya menggoreskan tinta dituangkan didalam tulisan ini mengajak kepada pembaca budiman agar senantiasa memperhatikan batasan batasan telah diatur dalam agama karena peran agama sangatlah penting bagi setiap individu terlebih lagi ketika menyentuh ranah sosial.

Sejatinya agama dapat diartikan sebagai suatu sistem peraturan yang mengatur hubungan antara manusia dengan alam ghaib khususnya hubungan dengan Tuhannya, mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya, manusia dengan alam lingkungannya.  Jadi  agama termasuk bagian dari kehidupan masyarakat ( bersifat empiris) mampu memecahkan persoalan yang ada dalam masyarakat serta memiliki batasan. 

Apapun agamamu tetaplah berpegang teguh pada syariat  masing masing-masing karena setiap syariat pasti terdapat batasan dimaksud bukan cuma  batasan halal dan haram saja kita sudah tahu sejak bersekolah di sekolah dasar.. Melainkan batasan menjadi nilai atau tolak ukur baik buruknya laku diri seseorang dalam mengerjakan berbagai hal. Jadi  batasan agama ini dapat meminimalisir dan menekan sistem kebebasan dalam kegiatan mengatur negara dan bermuamalah.

Sampailah kita dipenghujung semoga dapat memetik hikma dari tulisan ini, dan tetap menjadi generasi bangsa yang visioner dan militan untuk menyongsong peradaban baru dimasa depan kelak dan di tengah zaman yang tidak menentunya sitem sosial hari ini serta senantiasa berfikir , berucap , dan bertindak dalam berbagai aspek dengan memerhatikan baik perilaku, etika dan moral.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Pola Pikir Generasi Muda Masa Kini

Corak pemikiran generasi muda saat ini bersifat fanatis terhadap sesuatu sepanjang apa yang terlihat olehnya sehingga tak mampu merasai makna yang tersembunyi. Secara realistis, para pemuda-pemudi hari ini disibukkan oleh hal yang berbau selfish, mulai mengupdate status dengan tagar halalkan atau tinggalkan, dan lain-lain. Sehingga mereka terjebak pada dogma yang dilakukan untuk tak lagi memikirkan kesatuan dan perdamaian di negara Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa proses ideologisasi yang begitu massif dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terorganisir untuk memecah belah kesatuan negara kita. Hoax bertebaran di media sosial yang menjadi bahan konsumsi bagi generasi muda, namun parahnya lagi ikut terlibat aktif dalam menyebarkan hoax di jejaring media sosial. Seperti yang sudah diterangkan di atas bahwa generasi muda kian mengagung-agungkan untuk menikah diusia muda, ditambah lagi dengan fenomena stigmatisasi pacaran ala syar'i. Namun belum cukup sadar bahwa ini ...

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...