Langsung ke konten utama

Perjuangan Para Pegabdi Negara Dari Tanggan Penguasa

 
       PERJUANGAN PARA PENGABDI NEGARA
                   DARI TANGGAN PENGUASA
 

Penulis: Sahabat PMII
Editor: J.M

Baru-baru ini publik di hebohkan dengan dua kejadian yang hampir serupa di selang waktu yang hanya beda beberapa saat dimana diantaranya adalah kematian seorang demonstra perempuan bernama KYAL SIN yang berumur sekitar 19 tahun pada saat ikut berdemonstrasi menolak rezim kudeta militer myanmar.

Dalam kejadian tersebut perempuan yang bernama KYAL SIN ini adalah salah satu massa aksi yang ikut andil dalam menyuarakan perlawanan terhadap rezim militer yang dimana beberapa waktu lalu beritanya juga sempat menuai sorotan dunia akibat kudeta yang dilakukan oleh militer myanmar terhadap pemerintahan yang sah pada negara myanmar tersebut.

Tidak sampai disitu, alhasil dari kudeta tersebut membuat rezim militer mempunyai kekuasaan dalam mengatur roda pemerintahan dan diprediksi myanmar akan mengalami krisis pemerintahan selama kurun satu tahun kedepan. Oleh karena itulah kemudian sebagian besar kelompok masyarakat myanmar berbondong-bondong melakukan konsolidasi akbar dalam upaya melakukan perlawanan terhadapat rezim militer yang sempat melakukan kudeta dan menguasai pemerintah myanmar.

Dan dalam aksi yang sudah berlansung beberapa hari ini kemudian kembali menjadi sorotan dunia, tak tertinggal masyarakat indonesia pun turut dalam perbincangan tentang aksi yang terjadi di myanmar tersebut pasalny dalam aksi demonstran salah satu massa aksi yang ikut andil dalam demonstrasi tersebut harus meregang nyawa akibat sebutir peluru yang menempel disalah satu organ tubuh yang mengakibatkan dirinya harus gugur dalam medan perjuangannya.

Kejadian tersebut terjadi pada saat dirinya berupaya membuka keran air untuk digunakan rekan sesama demonstran untuk membasuh muka setelah sebelumnya massa aksi ditembaki dengan peluru gas air mata yang mengakibatkan perih dibagian wajah dan mata .

Namun yang menjadi hangat diperbincangkan adalah dimana pada saat aksi demonstrasi tersebut berlansung, seakan dia memang telah mempersiapkan segalanya untuk resiko terbesar, pasalnya pada saat dilakukan pemeriksaan pada tubuh KYAL SIN, itu ditemukan kartu tanda pengenal yang dibelakangnya terdapat informasi golongan darah dan sebuah pesan singkat yang berisi kurang lebih berbunyi "bila saya terluka dan tak bisa kembali ke kondisi yang baik, tolong jangan selamatkan saya. Saya akan memberikan bagian tubuh saya yang berguna pada seseorang yang membutuhkan" pesan yang dituliskan KYAL SIN tersebut seakan telah diprediksi sebelumnya bahwa akan ada resiko besar yang akan dihadapi jika harus bergabung dalam barisan demonstrasi tersebut.

Hingga tentunya ini menjadi pesan penting bagi kita semua bahwa seorang gadis remaja yang dengan tulus mewakafkan dirinya demi menyelamatkan negaranya dari belenggu kekuasaan yang ekstrim dan dzalim. Dan KYAL SIN adalah salah 1 korban dari 40 korban yang harus gugur dimedan juang demi melawan resim militer.

Tidak sampai disitu kejadian serupa juga terjadi di kota poso sulawesi tengah hanya saja kali ini justru korbanngya berasal dari kalangan militer atau dari POLRI itu sendiri. 

Dimana sekitar kurang lebih beberapa hari yang lalu, media sosial kembali dihebohkan dengan adanya berita yang dimana berita tersebut mengabarkan tentang gugurnya salah satu anggota polri dalam upaya gencatan senjata melawan kelompok terduga anggota teroris yang terjadi dikota poso sulawesi tengah tersebut.

Pada saat genjatan senjata yang melibatkan anggota tim bravo lima dari satuan khusus (satgabsus) yang ditugaskan untuk mengejar dan mencari sisa-sisa kelompok MUJAHIDIN INDONESIA TIMUR (MIT) poso  berlansung.

Salah satu anggota polri yang bernama BRIPTU HERLIS harus meregang nyawa dan gugur akibat terkena peluru tajam dari kelompok MIT, hal ini kemudian menjadi viral dikalangan masyarakat terkhusus diwilayah kolaka utara sendiri pasalnya anggota polri yang gugur tersebut berasal dari desa kondara kabupaten kolaka utara dan salah satu putra terbaik polri.

Selang beberapa saat munculnya berita gugurnya briptu herlis mayatnya lansung segera diterbangkan ke kolaka utara untuk kemudian dimakamkan secara militer yang dihadiri oleh beberapa pejabat pemerintah dan militer itu sendiri.

Dari beberapa rentetan kejadian itu menyadarkan kita tentang pentingnya mengurangi ego pribadi atau kelompok serta merasa paling benar sendiri sebab ketika ego kekuasaan hanya didominasi oleh pribadi atau kelompok tertentu saja maka hilanglah kepedulian kita terhadap kemanusian dan demokrasi tinggal sebatas jargon
Kita hanya saling klaim bahwa kita paling baik dan paling suci, nyatanya kita hanya tidak berada diposisi yang berlawanan yang membuat sudut pandang kita menjadi beragam dan lebih universal. 

Bukanka kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang menciptakan kesejahteraan dan menerima segala masukan lalu melahirkan solusi dari setiap masalah agar tak ada yang merasa dirugikan dan dikorbankan.

Sejatinya demokrasi telah menyuguhkan hal itu, hanya saja terkadang kita yang salah dalam menafsirkannya serta bukankah semestinya pemimpin yang ideal bukan yang tak ada masalahnya melainkan mampu memberikan solusi atas setiap masalah yang timbul walau harus mengorbankan pribadinya. Sebab itulah resiko yang harus ditanggung oleh seorang pemimpin.

Stop merasa paling benar dan egois
Agar tak ada lagi seperti KYAL SIN dan BRIPTU HERLIS selanjutnya
Sudah saatnya kita saling jaga dan saling suport
Bukan saling sikat dan saling sikut demi kepentingan pribadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...

Generasi Z dan Artifisial Intelegensi

  Penulis : Muhammad Arya Gandi Abdillah Setiap zaman istilah yang dilabelkan pada setiap generasi selalu berubah-ubah mulai dari generasi old, generasi milineal, dan generasi sekarang yakni generasi z. Seiring dengan perkembangan zaman maka perkembangan setiap generasi pun berubah. Perubahan istilah tersebut telah berdampak pada sistem serta cara hidup masyarakat, dengan pengalihannya pada alur teknologi, lalu perubahan demikian telah juga merembet pada generasi yang hampir seluruh aturan kehidupannya telah di sandarkan semuanya pada teknologi. Generasi z telah menjadi label bagi kalangan muda masa kini, dimana era penguasaan teknologi digunakan dalam beragam sektor. Ketika tidak memanfaatkan hal demikian untuk mencari serta menggunakan teknologi sebagai mana mestinya, maka manusia menjadi terlena oleh teknologi yang ada. Teknologi adalah peluang besar para generasi z untuk menemukan informasi positif dibalik penyajian teknologi, apalagi teknologi telah menggurita didalam setiap a...