Perbincangan Perempuan Dalam Ranah Domestik
Penulis: Sahabtwati Patmawati
Ketika membahas perempuan tak pernah terlepas dari banyaknya lontaran pertanyaan tentang maraknya isu-isu yang terjadi. Ibarat Perempuan sering dicemoh dengan kata-kata yang buruk hingga mereka tidak mampu menyuarakan haknya dipublik kadang kala perempuan lebih memilih diam dan menutup diri untuk menyelesaikan masalahnyan sendiri.
Banyak yang terjadi diluar sana permasalahan mengapa perempuan sering mengalami kekerasan? ini adalah contoh pertanyaan sederhana namun banyak makna. lagi-lagi perempuan mengalami diskrimanasi ketidak adilan yang dirasakan kekerasan terjadi dimana-mana yaitu ada salah satu pihak merasa dirugikan tidak ada kepuasaan yang didapatkan.
Seiring perkembangan zaman yang mengalami perubahan waktu , fashion , trend, yang tidak bisa kita tolak untuk tidak mengikutinya, begitupun dengan masalah perekonomian yang sering menjadi permasalahan dalam keluarga . pendapatan yang tak menentu sering menjadi faktor terjadinya pertengkaran antara suami dan istri.
Dalam tulisan ini penulis mencoba sedikit demi sedikit bercerita yang terjadi didalam lingkungan masyarakat terutama kekerasan rumah tangga yang kian marak. hingga setiap tahun kekerasan terhadap perempuan mengalami peningkatan baik dalam keluarga. dimana Jika perempuan sudah terikat dengan janji dan menjadi seorang istri maka perempuan harus patuh dan taat terhadap suaminya .
Banyak kejadian diluar sana jika diperhadapkan dua pilihan antara bekerja atau menjadi istri seutuhnya bukan hanya dalam ranah privat saja tapi harusnya bisa diseimbang pula dalam ranah publik tidak lagi dikungkung satu titik dalam domestik.
Memang menjadi ibu rumah tangga perempuan selalu dituntut untuk memilih ? bukankah perempuan itu mulitiperan semua perempuan berhak untuk mendapatkan keduanya tanpa memilih karena sejatinya perempuan akan menjadi ibu bagi anak-anaknya bahkan kemerdekaan terletak pada perempuan untuk memperkokoh negeri ini.
Kadang kala dalam rumah tangga perempuan sering mengalami kekerasan terutama jika perempuan tidak mematuhi suaminya, hal ini tidak bisa kita pungkiri jika kekerasan rumah tangga masih terjadi karena masih memakai konsep patriaki imbas dari itu lagi-lagi perempuan seperti pembunuhan terjadi dalam rumah tangga membuat perempuan-perempuan di matikan haknya untuk hidup. contohnya ketika suami sering melakukan kesalahan seorang istri hanya menegurnya tanpa main fisik sedangkan istri melakukan kesalahan sebagaian dari suami biasanya langsung ringan tanggan tanpa tidak sadarkah para suami apa yang dilakukan akan menyebabkan kejiwaannya istrinya dengan adanya istilah “trauma” membuat mental seorang perempuan terganggu dan lebih menutup diri .
Hingga kita ketahui bersama bahwasanya tujuan berumah tangga adalah membina keluarga yang damai dan meneruskan keturunan namun apabila pernikahan sudah berjalan bertahun- tahun kemudian belum juga dikarunia seorang anak biasanya suami selalu menuntut istri memberikan buah hati yang inginkan bersama, bahkan tuntutan suami dan mertua sering membuat seorang perempuan merasa tertekan. Sehingga apabila seorang istri tidak mampu memenuhi permintaan suami maka akan terjadinya perselingkuhan dan membuat istri merasa tidak dihargai fitrahnya sebagai istri .
Beberapa contoh telah diberikan kepada pembaca hal ini dimana ketika kita melanggar sudah ada norma-norma sosial yang mengatur bahkan jika terjadinya kekerasan melalui jalur hukum perempuan sudah tidak lagi segan-segan akan adanya permasalahan yang menjadi kunkungan untuk kaum perempuan, tetaplah menjaga kerukunan keluarga untuk bergerak sesuai dengan kemampuannya tanpa adanya penindasan atau diskrimanasi dalam kehidupan rumah tangganya . perempuan yang menikah tetap sama dengan perempuan yang belum menikah yang membedakan dari mereka adalah masalah pertambahan tanggung jawab . mereka tetap memiliki hak untuk berkarya dan mengembangkan potensinya.
Dalam tulisan ini semoga pembaca dapat mengambil sisi positifnya perempuan harus bangkit, perempuan tidak boleh keterpurukan, perempuan berani hidup mandiri , perempuan pahlawan keluarga.
# PELATIHAN KADER PEREMPUAN KOPRI IAIN PALOPO (PKP)2021

Komentar
Posting Komentar