HATI PERLU PENERANG
Penulis: Sahabatwati selfi
Jangan pernah menggap diri paling sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah swt, tapi cobalah mengoreksi kekurangan dan kelebihan dalam diri yang mesti dibenahi. Semua ini hanyalah titipan sang maha kuasa persiapkan mental dan bekal sebab giliran waktu yang menentukan sampai dimana batas kemampuan semua makhluknya.
Mengenai tentang baik buruk seseorang manusia itu ditentukan oleh hatinya. Jika kita ingin menjadi seorang hamba Allah yang baik tentulah kita harus bisa memperbaiki dan membersihkan hati namun jika kita ingin memperbaiki hati tentulah kita harus mengenal apa sebenarnya hati, kira-kira apa tujuan dan fungsi diciptakannya.
Berbicara soal hati berarti kita berbicara tentang masalah yang sangat besar penting diperbincangkan, Kenapa? Karena hati merupakan tempat akal dan nafsu yang kemudian menjadi motor penggerak dan sumber segala keinginan manusia.
Dalam artian perlu kita pahami apa sebenarnya hati itu? Selalu terbayang dibenak, apakah hati diciptakan hanya untuk mengenal arti sebuah cinta yang saling melengkapi? Tentu bukan hanya itu, tapi banyak hal yang harus kita ketahui tentang hati.
Didalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) hati adalah organ tubuh yang berwarna kemerah-merahan yang terletak dibagian kanan atas rongga perut gunanya untuk mengambil sari-sari makanan didalam darah dan menghasilkan empedu. Namun dalam arti lain hati adalah sesuatu yang ada dalam tubuh manusia sebagai tempat segala perasaan batin dan menyimpan pengertian (perasaan) dikatakan dalam kitab (ibid: 392) bahwa hati itu adalah segala sesuatunya yang disimpan dalam hati baik membaca dalam hati, membaca dalam batin (tidak dilisankan, berbicara dari hati ke hati, dengan jujur dan terbuka).
Sehingga hati tidak hanya membahas hal itu saja tapi hati membahas tentang bagaimana seharusnya kita menjadi seorang hamba Allah yang penuh dengan cahaya penerang hati juga dikatan sebagai qalb. Qalb adalah mashdar dari qalaba yang artinya membalikkan, mengubah dan mengganti, artinya hati itu bisa dibolak balikkan dari yang buruk menjadi baik.
Hati sangatlah besar peranannya maka dari itu berhati-hatilah karena hati itu adalah tempat dimana kita menyimpan sesuatu perasaan itu bukanlah Hal yang mudah apabila tidak dijaga dengan baik tentunya akan menimbulkan penyakit. Sebagaimana kita ketahui bahwasanya hati manusia itu bermacam-macam ada yang hatinya baik dan bersih, ada yang hatinya kotor dan jahat, bahkan ada juga manusia yang sama sekali tak punya hati atau bisa dikata sudah mati rasa.
Apabila hal ini terjadi berarti hati itu penuh dengan kegelapan dan jika sudah seperti itu pastilah akan timbul penyakit hati yang sangat berbahaya yaitu iri atau dengki. Penyakit inilah yang membuat semua orang tak lagi memiliki hubungan yang baik sesama manusia karena mereka di penuhi dengan kebencian.
Kalau kita lihat dengan realita sekarang sebagian besar manusia boleh dikata masih ada yang mempunyai perasaan irih dan dengki terhapat sesamanya. Sekecil apapun kebencian kita terhadap seseorang maka kegelapan hati kita akan selalu ada sehingga kita akan selalu berprasangka buruk terhadap orang lain. Sangat tak lasim lagi terjadi ketika kita melihat teman lebih hebat dari kita dan tiba-tiba berkata “Aku juga bisa seperti dia bahkan aku lebih hebat dari dia" maka dari itu hati perlu penerangan.
Nah itulah, mengapa kita harus benar-benar mengetahui hati sebab hati diciptakan agar bisa melihat Tuhan. Dengan kata lain yaitu ma'rifat Billah ( melihat Tuhan dengan hati mereka secara jelas dan nyata dengan segala kenikmatan dan kebesarannya). Tapi tidak dengan kaifiat yaitu Tuhan digambarkan seperti benda atau manusia ataupun yang lainnya dengan ketentuan bentuk dan rupa sebagai jawaban kaifa (bagaimana zat Tuhan itu?). Namun hati juga diciptakan agar kita bisa melihat mana sesuatu hal yang baik dan mana sesuatu hal yang buruk.
Sampai dipenghujung tulisan ini dimana cahaya Ruhani dan obat jiwa untuk mencegah dan menahan diri dari kehancuran itu sangat perlu kita sadari bahwa sesungguhnya hati itu adalah pusat segala keinginan dan sekaligus pusat penggerak anggota tubuh manusia. Ketika ada seseorang yang tidak memiliki keinginan berarti orang itu harinya tidak normal sejatinya sifat hati itu cenderung kepada pelampiasan, keinginan, cita-cita dan harapan.
kita semua saat ini sangat memerlukan penerang dan cahaya Allah melalui terapi agama untuk pengobatan dan penerang hati. Apa lagi jika kita kaitkan dengan diri kita yang merupakan warga pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebuah naungan yang memprioritaskan tentang keislaman dan keindonesiaan dan jika kita ingin hati kita dipenuhi oleh cahaya dan penerang tentulah kita harus menjauhi segala sesuatu yang dapat menyebabkan kegelapan dan hal-hal yang mengotori. Karena hati adalah penghulu segala Anggota badan dan pemimpinnya agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik.

👏🏻
BalasHapus