FENOMENA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN
Penulis: Sahabatwati Muliana
Editor: S.K
Perempuan adalah seseorang yang di ciptakan oleh allah swt dimana perempuan merupakan makhluk lemah lembut dan penuh kasih sayang karena perasaannya yang halus. Secara umum sifat perempuan yaitu keindahan, kelembutan serta rendah hati dan memelihara yang di lekatkan padanya secara konstruk sosial. Demikianlah pendeskripsian perempuan yang sering terdengar di sekitar kita.
Perbedaan secara anatomis dan fisiologis menyebabkan pula perbedaan pada tingkah lakunya, dan timbul juga perbedaan dalam hal kemampuan, selektif terhadap kegiatan‑kegiatan intensional yang bertujuan dan terarah dengan kodrat perempuan.
Kendati demikian timbul perbedaan yang kemudian akan mengarah pada hal-hal negatif yang akan mengkerdilkan perempuan karena di anggap tidak mampu menjadi seperti laki-laki yang posisi nya di haruskan di wilayah domestik saja dan laki-laki di wilayah publik yang mengharuskan dirinya mencari pundi-pundi rupiah.
Bicara tentang kekerasan terhadap perempuan itu merupakan isu yang hangat di perbincangkan di berbagai kalangan karena banyak dari perempuan yang mengalami hal itu. Dimana pada saat ini, faktanya banyak perempuan merasa ditindas, dimaki bahkan di lecehkan karena stigma yg di timbulkan dari konstruk sosial menganggap perempuan adalah makhluk yang lemah sehingga ketika timbul niat untuk melecehkan maka akan di lakukan tanpa berfikir panjang.
Ketika kita kaji perempuan pada zaman sekarang ini kekerasan terhadap perempuan bukan hanya di lakukan oleh laki-laki tetapi ada juga kekerasan terhadap sesama perempuan hanya karena masalah asmara. kebanyakan pada tahun - tahun kemarin virus yang tidak bisa di hilangkan adalah saling memperebutkan laki-laki hanya karena merasa laki-laki itu adalah miliknya meskipun belum terikat secara sah menurut agama yang berunjuk pada perkelahian sesama perempuan.
Selain itu kita akan menemui perempuan yang melukai dirinya sendiri atas dasar kekecewaan karena di putuskan oleh laki-laki yang ia cintai sehingga ia tidak bisa mengendalikan dirinya dan membuat keputusan pada saat - saat emosi yang kemudian akan melukai dirinya tanpa berfikir panjang. Ketika fenomena seperti ini terjadi maka kita bisa simpulkan bahwa kekerasan terhadap perempuan tidak hanya di lakukan oleh laki-laki tetapi juga oleh sesama kaum perempuan bahkan oleh dirinya sendiri.
Selain itu kekerasan tidak hanya terjadi di luar rumah tangga bahkan terjadi di dalam rumah tangga, dimana orang yang suami istri pun mengalaminya bahkan sampai terjadi pembunuhan baik itu istri maupun suami tapi yang paling banyak kita temui yang menjadi korban adalah perempuan.
Melihat pembicaraan persoalan gender, kita tidak perna berfikir bagaimana kondisi si korban dalam hal ini perempuan ketika terjadi kekerasan, pelecehan bahkan pemerkosaan yang menimpa dirinya .Mereka yang sudah di lecehkan akan berfikir bahwa dirinya sudah tidak suci lagi dan tidak bisa menjadi seorang yang baik lagi karena merasa dirinya hina. Sehingga ia akan mengalami trauma mendalam yang sulit untuk di sembuhkan bahkan ia akan sulit untuk di terima di kalangan masyarakat.
Padahal perempuan tidak seharusnya di perlakukan seperti ini karena perempuan juga merupakan bagian dari masyarakat yang seharusnya di rangkul bahkan peran dari masyarakat sangat penting dalam menyembuhkan traumatis yang di alami perempuan. Dimana ketika seorang perempuan ingin merubah dirinya menjadi lebih baik tidak dengan masa lalunya yang kelam karena kekerasan yang menimpanya maka perlu peran aktif dari keluarga korban terlebih lagi peran masyarakat dalam mendukung seorang perempuan.
Bukan malah sebaliknya perempuan diinterpensi atas dasar untuk menutupi aib keluarga sehingga tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kekerasan yang terjadi padanya karena perbuatan yang di sebut dengan kekerasan itu adalah perbuatan yang fatal terhadap seseorang perempuan kenapa demikian, karena perempuan termasuk manusia yang juga memiliki hak asasi manusia selayaknya laki-laki bukan untuk di lemahkan seperti perlakuan kekerasan terhadap perempuan. Kenapa, karena dari perempuan ini akan lahir generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan. Sehingga perempuan bisa di katakan sebagai ibu keluarga,ibu negara dan ibu bangsa.
Pada akhir tulisan ini yang ingin di sampaikan adalah kita akan di perhadapkan berbagai fenomena hangat yang akan terus melibatkan perempuan dan laki-laki yang sama-sama di ciptakan dari unsur yang sama namun akan tetapi memiliki perbedaan peran dan tanggung jawab masing-masing.Namun bukan menjadi alasan untuk saling mengkerdilkan sehingga akan berunjuk pada kekerasan fisik,maupun non fisik karena sejatinya Manusia baik laki-laki maupun perempuan sama-sana di ciptakan sebagai hamban untuk membangun kehidupan yang harmonis tanpa harus ada yg superior dan inferior.

Komentar
Posting Komentar