Langsung ke konten utama

Stigma Yang Tak Tuntas

 


Stigma Yang Tak Tuntas

          _Kecantikan paras yang dimiliki perempuan bukanlah sebuah keharusan, sebab semua perempuan terlahir cantik dari sudut pandang yang berbeda_

Penulis: Sahabatwati Juminar

(Kordinator Kominfo  PMII IAN Palopo)

Lagi-lagi masih soal perempuan yang tak henti-hentinya diperbincangkan oleh semua khalayak entah apa yang terjadi akhir-akhir ini menjadi isu yang sangat hangat. Memang perempuan adalah makhluk yang muliah dapat juga dikata  sebagai penopang generasi penurus bangsa dan menjadi ibu bagi anak-anaknya kelak.

Baik dalam kutipannya M. Quraish Shihab meyakini tidak terdapat perbedaan substansial antara kedudukan perempuan dan kedudukan laki-laki dalam Islam, semua manusia memiliki kedudukan yang sama baik dihadapan sesama manusia maupun dihadapan Allah, yang membuat seseorang berbeda dihadapan Allah ialah nilai. 

Sekali lagi ketika mengaitkan dengan gender yang diartikan selama ini adalah kontruks sosial yang tertanam dikalangan masyarakat, mengenai perbedaan laki-laki dan perempuan seharusnya perbedaan ini tak menjadikan alasan sebab perempuan bisa bersifat maskulin dan laki-laki bisa bersifat feminim tapi yang paling utama yaitu  Seberapa besar ketakwaan semua makhluk Allah swt itu dihadapannya tak ada tawar menawar siapa yang terhebat. 

Hingga tak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi hari ini, esok dan akan datang semua adalah kehendak yang maha kuasa. Salah satu titik perbincang kita semua isu yang dimainkan media buming-buming ini sangat digegerkan oleh publik. Klaim sana sini bahkan ada juga masih mempercayai hoax. Siapa yang perlu dipersalahkan teknologi atau penggunanya? Berita beredar ditelan begitu saja tanpa dikunyah apakah itu akan menjadi racun atau bahkan menjadi bomerang untuk kita sendiri.

Sunggu tak terelakkan ibarat laki-laki seperti hiarki tertinggi dan perempuan inperior yang menjadi dikotomi dikalangan patriarki hal yang sangat dramatis bagi kaum perempuan. Sedikit apapun bauh yang tersembunyi itu akan tercium melebar luas hanya melihat dengan satu titik saja tanpa mencari sumber fakta sungguhannya, jangan hanya asumsi belaka.

Harus kita garis bawahi apa yang terjadi dengan perempuan hari ini? 

Jangan sampai perempuan yang menjadi pedang yang menusuk untuk perempuan yang lain tapi jadilah matahari yang selalu menyinari bumi dengan segudang manfaat.

Sejatinya isu-isu perempuan perempuan akhir-akhir ini sangat hot menjadi bahan diskursus para pembaca berita baik lokal maupun kemanca negara karena masih saja terjadi diskiriminasi dan ketidak adilan dengan banyaknya fenomena terjadi salah satu sangat disayangkan bagi kaum perempuan terjadinya pelecehan seksual, kekerasan, sampai keranah penjual tubuh. 

Apa yang terlintas dipikirkan orang yang melakukan perbuatan sesuatu hal keji itu, sampai akhirnya perempuan tersulutkan dengan hal sedemikian rupa  karena trauma dirasakan oleh perempuan. Korban lagi dan lagi seorang perempuan misalnya, kasus perempuan yang terjadi belakangan ini disekitar kita ialah contoh Terduga pelecehan seksual oleh oknum dosen UNCP kota palopo oleh mahasiswanya sendiri katanya ingin kumpul tugas taunya eh diajak naik mobil oleh si pelaku sampai melakukan hal-hal yang sudah menodai kaum perempuan.

Salah satu dalam media SuaraSulsel.id  sudah tertulis dalam kutipannya Aktivis perempuan di Sulsel siap mendampingi mahasiswi Universitas Cokroaminoto Palopo yang jadi korban pelecehan dosen. Bahkan Ketua LBH Apik Rosmiati mengatakan pihaknya siap melakukan pendampingan hukum dan konsultasi jika dibutuhkan. Sepanjang mahasiswi tersebut memiliki bukti. "Kami siap mendampingi, baik ke kepolisian maupun proses di kampus," katanya saat dihubungi, Sabtu (30/1/2021). pernyataan serupa dibenarkan Kepala Kepolisian Resor Palopo AKBP Alfian Nurnas mengatakan, peristiwa memilukan itu terjadi di Jalan Anggrek, Palopo, Sulsel, Kamis (28/1/2021) pukul 10.00 wita.

Dan juga yang sempat viral dimana diduga ada oknum perempuan yang mengeksploitasi pelajar berusia sekitar 13-14 tahun sebagai pekerja seks komersial (PSK). Korban disebut telah berulang kali dijajakan kepada pria hidung belang.

 kata Kapolres Palopo AKBP Alfian Nurnas kepada detikcom, Senin (22/2/2021). Pelaku MI ditangkap polisi di Kota Palopo, pada Sabtu (20/2) lalu, sekitar pukul 20.30 Wita. Kepada polisi, MI mengakui telah menawarkan korban ke seorang pria hidung belang berinisial JT di Kota Palopo. "(Korban) diperdagangkan kepada saudara JT sebanyak 7 kali," kata Alfian.

Dan terduga Kasus ini sudah lama berlangsung tapi baru terdeteksi sampai sekarang selut belutnya hingga kasus ini terbongkar karena seorang mujikari yang tak membayar korban dan korban mencerita kepada keluarga sampai melaporkan kepihak berwajib. Setiap melakukan korban dibayar Rp. 500.000,00. diketahui pula korban dan pelaku serta penikmat hanya berdekatan rumah saja.

Melihat situasi ini respon lingkungan sekitar pasti saja ada yang berpandangan negatif persoalan yang tak terduka akan jadi seperti ini

Dapat kita amanti beberapa kejadian belakangan ini melihat kondisi  para perempuan yang memerlukan bantuan bagaimana aparat pemerintahan baik dalam kondisi lingukungan setempat, hal yang harus menjadi bahan kedepannya menindak lanjuti kejadian-jadian ini.

Bentuk sesama perempuan saling merangkul dan menghargai, tak ada lagi mendiskriminasi sesamanya. selanjutnya bukan hanya kasus ini saja tapi masih ada kasus lain lagi jangan sampai perempuan selalu terkecilkan. 

Saya sebagai penulis seorang perempuan menyanyangkan peristawa seperti ini haruslah kita semua para perempuan turun untuk memberikan keadilan hingga kurangnya angka kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan karena perempuan adalah tongak untuk memperkokoh negeri ini menjadi lebih baik kedepannya. Perlu ditanamkan dalam diri kesadaran untuk melakukan perbuatan yang merugikan karena siap-siap saja akan merasakan kembali pertanggung jawabannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Pola Pikir Generasi Muda Masa Kini

Corak pemikiran generasi muda saat ini bersifat fanatis terhadap sesuatu sepanjang apa yang terlihat olehnya sehingga tak mampu merasai makna yang tersembunyi. Secara realistis, para pemuda-pemudi hari ini disibukkan oleh hal yang berbau selfish, mulai mengupdate status dengan tagar halalkan atau tinggalkan, dan lain-lain. Sehingga mereka terjebak pada dogma yang dilakukan untuk tak lagi memikirkan kesatuan dan perdamaian di negara Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa proses ideologisasi yang begitu massif dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terorganisir untuk memecah belah kesatuan negara kita. Hoax bertebaran di media sosial yang menjadi bahan konsumsi bagi generasi muda, namun parahnya lagi ikut terlibat aktif dalam menyebarkan hoax di jejaring media sosial. Seperti yang sudah diterangkan di atas bahwa generasi muda kian mengagung-agungkan untuk menikah diusia muda, ditambah lagi dengan fenomena stigmatisasi pacaran ala syar'i. Namun belum cukup sadar bahwa ini ...

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...