Egosentris Dalam Cinta
Penulis: Khaerunnisa
LDR terjauh ialah saat Assalamualaikum dibalas dengan Shaloom. Cinta itu menyatukan perbedaan, Walaupun agama hadir sebagai pembeda.
Pacaran beda agama itu berat, karena ujungnya harus memilih antara mengkhianati Kekasihmu atau mengkhianati Tuhan-mu, atau lebih parahnya meminta kekasihmu mengkhianati Tuhan-nya
Melihat judul mungkin terlintas dipikiran pembaca bahwa penulis fokus menuliskan mengenai permasalahan tentang atau mungkin solusi untuk pasangan kekasih yang memiliki agama yang berbeda. Jadi sebelumnya saya memohon maaf, apabila apa yang pembaca inginkan dari bacaan ini tidak didapatkan. Karena disini saya akan lebih membahas dari apa yang dirasakan oleh pihak si perempuan.
Perempuan, ialah makhluk istimewa yang diciptakan Tuhan. Generasi hebat terlahir dari rahim perempuan dan tercetak dari didikan seorang perempuan. Perempuan lebih dikenal dengan Makhluk yang selalu menggunakan 9 perasaan dan 1 akal mungkin menjadi alasan utama perempuan terkadang terlalu mudah untuk menerima cinta dari laki-laki dengan alasan Bawa Perasaaan (Baper).
Ada banyak kasus yang belakangan ini terjadi dimana perempuan apabila diperhadapkan pada persoalan mengenai cinta maka semuanya akan ditinggalkan termasuk Pencipta-Nya.
Berbagai tanggapan dari netizen mengenai hubungan antara Jordi Onsu dengan Frislly. Ada yang mendukung dengan dalih bahwa apabila berbeda agama itu salah satu bentuk penyebaran agama (pernikahan). Tidak sedikit pula yang tidak mendukung, karena pada dasarnya apabila mempunyai hubungan berbeda agama maka ujungnya akan memilih antara melanjutkan hubungan tetapi meninggalkan Tuhan, atau memutuskan hubungannya.
Mengenai aksi sultan ala Jordi itu sendiri, perempuan mana sih yang tidak baper dan akan menolak?
Pasti apabila semua perempuan diperhadapkan pada hal seperti itu pasti akan menerimanya tanpa berpikir bahwa kita berbeda agama. Dan tidak berpikir bagaimana untuk seterusnya. Itulah kejamnya dari kekuatan cinta yang bisa membuat pelakunya tidak berpikir apa sebab yang terjadi setelahnya.
Cinta datang karena rasa nyaman, dan seringnya bersama. Seperti contoh pula kasus cinta terlarang antara Nissa sabyan (Vokalis Sabyan Gambus) dengan Ayus (salah satu founder Sabyan Gambus). Disitu tidak serta merta agama yang disalahkan. Tetapi lebih kepada individu atau pelakunya yang tidak memahami pasti apa itu Cinta.
Contoh lain pula dari Henny Rahman istri dari Zikri Daulay (kakak Syakir Daulay) yang dikabarkan melepas jilbabnya karena rumah tangganya yang diterpa masalah.
Nah, dari beberapa contoh yang saya berikan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perempuan apabila sudah diperhadapkan dengan cinta, maka segalanya akan ia korbankan termasuk keluarga, sahabat, bahkan lebih parahnya sampai Tuhan-nya ikut dijauhi karena cinta itu sendiri.
Tuhan tidak pernah memberi kita cinta yang salah, hanya saja kita yang salah mencintai. Perhatikan baik-baik apakah rasa yang kalian miliki itu pantas disebut cinta, ataukah hanya sebatas rasa kagum akan sosok tersebut.
Cinta itu fitrah yang diberikan oleh Tuhan, maka olahlah cinta tersebut agar menjadi cinta yang direstui-Nya tanpa meninggalkan sang pencipta cinta.
Terakhir, Percaya Bahwa Sang Pencipta tidak Pernah melepas CintaNya kepada Setiap Hamba,Maka jangan pernah Lalai Untuk mendapatkan cinta dariNya hanya dengan Terlena karena Perasaan yang kadang menjadi hadir sebagai Umpan.
#Pelatihan Kader Perempuan KOPRI Palopo 2021

Assalamualaikum wr.wb tulisan yang menarik dan patut diapresiasi. Sebagi prmbaca disin saya hanya ingin mengkritisi dengan pandangn subjektif saya terkait apa yang disampaikan penulis "Pacaran beda agama itu berat, karena ujungnya harus memilih antara mengkhianati Kekasihmu atau mengkhianati Tuhan-mu, atau lebih parahnya meminta kekasihmu mengkhianati Tuhan-nya." Kalau saya mengritisi bukan 'Memilih Tuhan', tapi readaksinya sebaiknya 'meruntuhkan kepercayaan atau merubah keyakinan' karena konotasinya soelah penul perca bahwa ada tuhan yang lain, Solah setiap Agam memiliki Tuhan sedang ajaran ketauhidan kita bahwa Tuhan itu Esa atau tidak ada yang menyerupai (satu) cuman kepercayaan yang berbeda2😇
BalasHapusSehat selalu dan semoga berkah tulisannya sahabat wati
BalasHapus