Catatan Rindu Untuk Ibu Wanita Terhebat
Penulis: Sri Ratna Ningsi
Apakah kalian tau sosok yang paling berharga dalam hidup kalian itu siapa?
Ya, dia adalah ibu yang mengandung kita semua baik laki-laki maupun perempuan selama sembilan bulan dalam perutnya, hingga merawat sampai besar seperti sosok diri kita seperti saat ini. Coba kalian renungkan bagaimana rasanya mengandung selama Sembilan bulan sambilan bekerja sana sini betapa beratnya yang dipukul didalam perut yang menggempung.
Sampai waktu yang tepat melahirkan buah hati yang dicintai dengan kasih sayang dalam merawat dan mendidik hingga tumbuh dewasa. Mempertaruhkan nyawa hidup dan mati itulah cinta ibu suatu kata yang mempunyai makna yang begitu indah bagaikan malaikat yang di turunkan Allah Swt menjadi malaikat yang begitu sempurna.
Mengapa sekarang banyak yang durhaka kepada ibunya mereka tidak melihat pengorbanan seorang ibu melahirkannya kedunia tapi, apa yang terjadi sekarang banyak kejadian seorang anak yang tega menyiksa sampai membunuh ibunya sendiri Naudzubillah Min Dzalik dia yang membesarkan kita dari air susu ibu (ASI) sampai begitu teganya mereka tidak mengingat apa yg ibunya lakukan demi mereka hidup dengan cerit pilu melahirkannya kedunia ini.
Mugkinkah terlitas dalam pikirannya bahwa itu hanyalah tugas seorang ibu untuk membesarkannya, tapi coba kalian bayangkan apa bila kalian lukai hatinya, membuatnya menangis. Apa kalian tidak berfikir bahwa setetes air mata kita keluar dari mata seorang ibu bagaikan setetes air susu yang di berikan buat kalian.
Demikian bahwa kita di wajibkan untuk berbakti kepada kedua orng tua terutama ibu karena beliaulah yang rela mempertaruhkan nyawa untuk membahagiakan kalian dari kecil menjadi dewas sampai berkeluarga ibu masih mengawasi dan memyayangi.
Ingatlah ketika diri anda semua mengingingkan sesuatu ini itu pasti dituruti walaupun itu tidak ada tapi ibu akan berusaha bagaimana pun supaya kalian bahagia. jangan sesekali kalian mengucapkan kata "ah" apa bila ibu menyuruh mengatakan sesuatu yang kalian tidak suka lebih baik diam jangan sesekali keluar dari mulut kalian yg bisa melukai hatinya tidak terbayang bahwa ibu adalah malaikat yang begitu mulia sosok yang tidak bisa tergantikan sosok yang begitu inspiratif buat kalian jika beliau sudah tidak ada apakah kalian bisa mengembaliknnya lagi? Tentu tidak.
Ibu adalah wanita yang terkuat wanita yang begitu baik buat anak-anaknya dia tidak pernah mengeluh ketika ada yang menimpahnya sosok wanita yang begitu berarti dalam kehidupan kita tetes air keringatnya untuk membahagiakan kalian tidak akan pernah terbalas apa bila kalian membentak-bentak itu adalah kesalah yang terberat dalam hidup kalian. Sosok yang begitu sempurna yang memberikan kita semangat hidup semangat untuk tetap bertahan sampai sekarang.
Maka jangn sesekali melukai hatinya buat ia bahagia dngan cara apapun kita hidup di dunia hanya sementara jadi mulai sekarang berbuat baiklah, mungkin kalian yang belum merasakan kehilangan sosok ibu sosok yang begitu berharga merawat kita dari lahir tapi pergi begitu cepat pasti suatu saat kalian akan merasakannya tidak memandang usia tapi bisa saja secara tiba-tiba ajal menjemput kapan saja datangnya apa kita duluan yang dipanggil atau ibu kita sebaiknya sekarang kita menjagan, merawat seperti dia yang merawat kalian waktu kecil.
Ibu ibaratkan makan tanpa minum akan beda jika airnya tidak ada begitulah sosok ibu akan beda jika ia tidak ada mungkin kalian belum tau Ibu adalah malaikat penjaga di malam yang gelap gulita beliau memberikan kita suatu kehangatan yang begitu sempurna kasih sayang yang tidak akan pernah habis mendoakan kita dimanapun berada memberikan suatu dorongan apa bila kita berada di bawah menjaga aib kita darii orang-orang yang ingin menjatuhkan.
Sosok wanita terhebat dikehidupan engkau malaikat penjaga yang selalu datang di mimpi selalu ada untukku memberi semangat baru sosok wanita kuat dan hebat.
Dalam tulisan ini saya sebagai penggores pena berpesan jangan biarkan ibumu menangis, jangan membuat hatinya terluka dengan ucapanmu buatlah ibumu bahagia seperti ibumu membahagiakanmu waktu kecil. Rawatlah ibumu ketika ia sudah terlanjut usia sepertia ia meraatmu waktu kecil jagalalah diai seperti ia menjagamu waktu kecil patuhilah perintahnya jangan mengeluarkan kata kasar sebab kita semua hanyalah titipan dari yang maha kuasa.

Komentar
Posting Komentar