Perspektif teori kritis dalam media masa
Penulis: Ayub Sadega
Tulisan yang belum selesai dipart pertama yang berjudul"Politik, Ekonomi dan Media" dilanjut lagi dipart kedua dengan tema yang sama dimana dalam penulis mengatakan teori kritis yang dimaksud adalah teori yang diajarkan mazhab Frankfurt (aliran Marxis ketiga).
Para ahli teori kritik menganut pendekatan yang disebut budaya, mereka yang prihatin terhadap tanda-tanda kegagalan ramalan Marxis tentang revolusi perubahan sosial, beralih mengandalkan kemampuan superstruktur yang terutama berwujud dalam media massa guna menggantikan proses perubahan sejarah ekonomi. Dalam pandangan teori ini, budaya massa yang komersil dan universal merupakan sarana utama yang menunjang tercapainya keberhasilan monopoli modal tersebut. Seluruh sistem produksi barang, jasa dan ide yang diproduksi misalnya membuka kemungkinan diterimanya sebagian atau seluruh sistem kapitalisme. Mereka yang berpandangan ini dapat dikatakan melakukan upaya mengkombinasikan pandangan serba media dengan dominasi satu kelas social.
Media dalam konteks Teori Kritis selalu berhubungan dengan ideologi dan hegemoni seperti yang di uangkapkan oleh Gramzi hal ini berkaitan dengan cara bagaimana sebuah realitas wacana atau teks ditafsirkan dan dimaknai dengan cara pandang tertentu Sehingga mengamati sebuah realitas yang menunjukkan bahwa studi wacana media meliputi tiga wilayah kajian yaitu teks itu sendiri, produksi dan konsumsi teks. Kerangka teoritis semacam ini adalah kerangka teoritis yang senada dikembangkan oleh Norman Fairclough. Yang dimana wacana kritis Norman Fairclough terletak pada wilayah analisis teks, produksi dan konsumsi sebagai kajian tersendiri. Fairclough mempunyai kerangka teks, praktek wacana dan praktek sosial budaya sebagai wilayah analisis kritisnya.
Dari konteks perspektif analisis di atas maka teks ditafsirkan wacana teks selalu melibatkan dengan apa yang disebut dengan peralihan timbal balik antara dua fokus kembar analisis wacana, yaitu kejadian komunikatif dengan tatanan wacana. Kejadian komunikatif meliputi aspek teks, praktek wacana dan praktek sosial budaya wilayah teks media merupakan representasi yang berkaitan dengan realitas produksi dan konsumsi.
Fairclough melihat bahwa wilayah teks merupakan wilayah analisis fungsi representasional-interpersonal teks dan tatanan wacana. Fungsi representasional teks menyatakan bahwa teks berkaitan dengan bagaimana kejadian, situasi, hubungan dan orang yang direpresentasikan dalam teks. Ini berarti bahwa teks media bukan hanya sebagai cermin realitas tapi juga membuat versi yang sesuai dengan posisi sosial, kepentingan dan sasaran yang memproduksi teks.
Fungsi interpersonal adalah proses yang berlangsung secara simultan dalam teks ciri pertama adalah ciri pemahaman paradigma kritis tentang realitas. Realitas dalam pandangan kritis sering disebut dengan realitas semu. Realitas ini tidak alami tapi lebih karena bangun konstruk kekuatan sosial, politik dan ekonomi.
Dengan itu, sekaitan dengan teori kritis ini kita bisa memahami bahwa reproduksi kaum berjoius dalam membangun kekuatanya dalam media massa secara struktural baik dalam membangun kekuatanya lewat tekanan biokrasi maupun dalam skema kepemerintahan dan kekuatan itu tidak lain sebuah ideologi yang mereka kembangkan demi sebuah kepentingan baik Agama, Pendidikan, Politik, Ekonomi dan Sosial.
Seperti apa yang di ungkapkan oleh salah seorang tokoh kritis yaitu Dalam teori Frans magnis menyatakan bahwa ideologi adalah suatu sistem keyakinan yang dimiliki oleh suatu masyarakat atau bangsa yang bersifat menyeluruh yang mendalam mengenai segala segi kehidupan kenegaraan, kemasyarakatan, dan kebagsaan. Ideologi mengandung kehendak dan cita-cita tentang suatu kehidupan masyarakat yang ideal yang diyakini kebenarannya dan harus diperjuangkan agar terwujud dengan kongkrit.
Oleh karena itu ideologi merupakan panduan bagi penganutnya untuk melakukan tindakan-tindakan secara praktis dan strategis untuk mewujudkan kehendak dan cita-cita yang terkandung dalam ideologi tersebut...
Tulisan ini belum selesai hingga satu saat masih ada kelanjutan cerita lagi hanya ada kata bersambung dari si penulis.

keren nih
BalasHapus