Langsung ke konten utama

Bekas Memory Terindah

                         


                           Bekas Memory Terindah

Penulis: Andi Annisa Aprilia Resfina 

Ketika mendengar kata kehilangan pasti yang teringat di benak seseorang adalah sesuatu yang dimiliki pergi entah sengaja atau tidak?  Karena semua makhluk ciptaan Allah swt yang ada di muka bumi ini pernah merasakan namanya Kehilangan.

Mungkinkah kehilangan benda yang berharga, kekasih, keluarga, dan sosok teman yang baik, hingga kini jagalah yang kita sayangi sebab semua itu sudah biasa menurut kita karna pasti yang ada di dunia ini cepat atau lambat akan pergi meninggalkan kita atau diri kita sendiri yang meninggalkan karena hidup memang punya pilihan di tinggalkan atau meninggalkan tapi jika ingin memilih tidak ada yang menginginkan salah satu pilihan yang diberikan.

 Oleh karena itu teman-teman semua pasti sudah pernah merasakan kehilangan hal yang paling menyedihkan,  kehilangan sesuatu yang sangat kita cintai tapi perlahan waktu akan menghapus jejak langka dari  kata kehilangan entah saja waktu bisa berputar kembali sebagai penghapus yang paling ampuh. bayangan dibenakku kehilangan sosok yang paling berharga yang paling kita sayang segalanya untuk diri ini  yaitu sosok ayah dan ibu separuh dari hidup.

Disini saya ingin bercerita tentang pengalaman seseorang dari seluruh yang pernah merasakan kehilangan. Sosok paling berharga bagi dia  yaitu sosok seorang ibu, malaikat surga sampai segala-galanya. Pasti semua sudah tau bahwa surga ada di telapak kaki ibu dan ridho ibu adalah ridhonya ALLAH. 

Namun dia sudah kehilangan sosok itu, sosok yang paling berharga dalam hidup siap atau tidak harus menerima kenyataan pahit bahwasanya dia harus kehilangan sosok seorang ibu rasanya dia hidup tanpa nyawa mungkin kedengaran terlalu lebay apalah tapi ini nyatanya, dimana orang yang paling berharga di dunia ini meninggalkan dia untuk selamanya tak bisa lagi kembali dan sampai dimana pun tak akan di temukan sosok seperti  dia, itulah hal yang paling pahit yang paling menghancurkan semuanya.

 Kalau dipikir untuk apalagi hidup ini, sudah tidak ada gunanya orang yang paling  ia sayangi pergi untuk selamanya air mata yang selautan pun tak akan membawanya  kembali pada diri yang hampa terasa hingga hancur sampai pernah dia berfikir Tuhan tidak adil, Tuhan jahat dia mengambil sesuatu yang paling berharga di hidupnya untuk apa dia taat padanya. Dia teriak, untuk apa dia meminta padanya orang yang paling dia sayangi pun ia ambil tapi itu hanya pemikiran dimana dia benar-benar tidak percaya bahwa ibunya benar-benar pergi untuk selamanya.

Waktu demi waktu pun dia mulai mengikhlaskan semuanya walaupun itu sangat berat sampai dia pernah berfikir jika saja bisa nyawanya digantikan denganya  agar ibunya kembali ke dunia dan bertemu dengannya sedetik saja akan dia ikhlaskan, dia hanya ingin mengucapkan terima kasih atas semua yang di korbankan demi hidupnya. Karena semasa hidup dia tidak pernah membahagiakannya hingga ia di panggil oleh Sang Ilahi untuk selamanya. Sampai detik ini pun sulit untuk percaya bahwa aku telah kehilangan sosok yang paling berharga malaikatku yaitu “IBUKU”. 

Tetapi kita hanya manusia biasa semua yang hidup pasti akan merasakan mati, kita hanya bisa menerimanya hanya doa yang bisa ku kirimkan di setiap sholatku semoga ia diberi tempat disisi Allah SWT amin. Untuk teman-teman sebelum merasakan apa yang dia rasakan sayangilah kedua orang tua kalian jika masih mempunyai kedua orang tua  atau sudah kehilangan salah satunya tetap sayangi mereka jangan sungkan memeluk mereka kau ucapkan terima kasih kepada mereka sebelum semuanya terlambat, semoga apa yang saya tuliskan ini bisa menjadi contoh agar kita  senantiasa menyanyangi orang tua kita. 

Semoga bermanfaat, bisa di terima dengan baik jika ada salah-salah kata mohoh dimaafkan sekian……. 

 Wallahul muwafieq ila aqwamithorieq

 Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tonggak Berdirinya Negara

Terlepas daripada pengakuan secara de facto dan de jure, negara mampu berdiri kokoh dan utuh serta unggul terkemuka di kancah internasional. Namun justru hal ini luput dari ruang-ruang publik dan malah di pelintir oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Wacana demi wacana beredar di khalayak untuk di jadikan ladang subur untuk di konsumsi masyarakat yang tidak berfaedah. Tindakan ekslusif yang tak menjanjikan terlebih lagi mematikan nalar kritis bagi kaum cendekiawan. Teringat beberapa fenomena yang terjadi, yang tak lain dan tak bukan adalah untik hasrat kapitalis media memainkan instrumennya dengan ritme yang sempurna. Hanya mengingatkan kembali bahwa kita selayaknya mengetahui relasi antara rakyat, pemerintah, kaum cendekiawan, budaya dan spiritualitas untuk menjaga esensi yang hingga saat ini membuat negara kita menjadi terbelakang dan hanya di pandang sebelah mata oleh negara adidaya. Skenario ini di buat lembaga-lembaga intelegent untuk mengambil peran yang sub...

PANCASILA or KHILAFAH ?

Jagat raya media sosial akhir-akhir ini, ramai bersahut-sahutan membahas tentang KHILAFAH. Ada apa dengan khilafah ? Mengapa harus khilafah ? Apakah khilafah betul-betul merupakan solusi untuk kejayaan negeri ini ? Seyogyanya, untuk menjawab tanya tersebut, marilah sama-sama kita kembali membuka lembaran sejarah perjalanan islam pasca wafatnya Rasulullah SAW. Pernahkah kita membaca literatur-literatur atau buku-buku dan semacamnya yang menjelaskan, seperti apa sistem penerapan dari terpilihnya para sahabat Rasulullah SAW sebagai Khalifah yang melanjutkan kepemimpinan islam pasca wafatnya Rasulullah sendiri ? Menurut referensi yang telah saya baca bahwa, sistem terpilihnya para sahabat Nabi, itu tidak menunjukkan adanya konsep kenegaraan islam yang baku dititipkan Rasulullah SAW. Justru pada saat wafatnya Rasulullah SAW pada 632 M, Nabi tidak pernah mewasiatkan kepada para sahabatnya siapa yang layak menggantikan posisinya sebagai pemimpin Keagamaan dan kenegaraan. Pertanyaannya ...

Pesantren sebagai Kiblat Pendidikan

Pernahkah kita berpikir, apa aset terbesar Negeri ini ? Wahai kaum muda , bangsa ini memiliki keragaman mulai dari sisi tradisi, budaya, dan agama. Akankah berbagai keragamaan itu mampu kita terus terjaga dan lestarikan ? Itu pertanyaan penting untuk kalangan muda dengan berbagai macam gagasan dan intelektualitas. Begitu banyak persoalan yang menjadi tantangan kaum muda hari ini. Mulai dari krisis moral, mental, dan praksis pengetahuan dalam kehidupan sehari hari yang kadang disepelekan.     Saya teringat dengan apa yang pernah ditulis oleh Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asyari bahwa, negeri ini punya identitas tersendiri. Identitas yang dimaksud itu adalah keragaman yang dimiliki bangsa ini. Namun adakah wadah yang tetap konsisten melestarikan keragaman itu ? Jawabnya tentu saja PESANTREN . Mungkin itulah wadah pendidikan yang akan saya ulas dalam tulisan ini.     Kenapa harus pesantren ? Sebenarnya semua wadah pendidikan mengajarkan berbagai macam keragama...