Langsung ke konten utama

RESPON MASYARAKAT MULAI MENGURANG DI TENGAH MARAKNYA PANDEMI COVID-19


RESPON MASYARAKAT MULAI MENGURANG DI TENGAH
 MARAKNYA PANDEMI COVID-19

  ”Jika ingin mengenal dunia maka membacalah 
dan jika ingin di kenal dunia maka menulislah”

Penulis : Vinta Ilmi Madong
Editor    : A.s

Setelah sekian lama maraknya wabah pandemi  covid-19 yang berkecamuk dan menyerang hampir seluruh negara yang ada di dunia. sebanyak 188 negara yg terjangkit di antaranya  yakni Indonesia.

Banyak hal kemudian yang menjadi pemicu adanya wabah pandemi  tersebut, para ilmuan mengatakan virus ini berasal dari unggas dan tabung virus yang diperkirakam meletus, kemudian merebak menyerang dunia, bahkan hampir seluruh dunia mengalami penularan wabah tersebut. naizubillah minzalik.

Perlu diketahui bahwa pandemi ini telah banyak memakan korban, mengakibatkan populasi manusia di muka bumi berkurang. ini berkaitan dengan teori darwin mengatakan bahwa bumi hanya bisa menampung sebanyak 11 milyar populasi manusia, sedangkan di tahun 2019 jumlah umat manusia berada diatas angka 12 milyar.

Ini menjadi rujukan buat kita semua agar kita bisa memaksimalkan jumlah penduduk di negara masing-masing. timbul pertanyaan, apakah tuhan memberikan cobaan buat kita semua dengan adanya covid 19 yang saat ini menjadi problem serius bagi Negara-negara yang terdampak?? wallahu alamm.

Setelah saya melihat kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk menangani wabah ini, banyak kemudian permasalahan-permasalahan yang di alami oleh pemerintah, di antaranya respon masyarakat mulai mengurang terhadap pandemic. karena baru-baru ini pemerintah mengeluarkan kebijakan  new normal yang artinya pemulihan kembali.

Dari segi ekonomi, agama, pendidikan, dengan cara bertahap. Akan tetapi, justru masyarakat saat ini bingung menjalankan aktivitasnya seperti semula tanpa mengikuti protokol kesehatan. padahal pemerintah telah menghimbau untuk memperhatikan protokol kesehatan di semua aktivitas keseharian.

Maka dari itu, saya sedikit menulis untuk bagaimana bisa agar setiap kebijakan yg di keluarkan oleh pemerintah bisa di pahami.

kondisi negara kita saat ini mengalami keterpurukan di berbagai bidang, menjadi tanggung jawab besar oleh pemerintah dan masyarakat untuk  bersinergi memulihkan .
keterpurukan tersebut.

Akhir akhir ini saya melihat respon masyarakat terhadap wabah mulai mengurang,,saya mengambil contoh masyarakat yang ada di daerah saya. di awal Bulan ramadhan  ketika wabah ini masuk ke Daerah saya, beberapa masyarakat dinyatakan positif.

Harii demi hari  banyak yang terinfeksi, masyakarat panik dan sangat was was terhadap kejadian Ini. Akhirnya masyakarat memutuskan berpartisipasi atas kejadian tersebut. Dengan cara mengikuti protokol kesehatan dan mendirikan posko penanganan covid-19 di masing masing desa.

Setiap hari posko di gunakan dengan baik, Banyak pemuda di masing masing desa bergantian untuk standby di posko. setiap desa menggunakan bambu untuk palang agar tidak sembarang orang keluar masuk, kecuali yang sudah memenuhi syarat.

Akan tetapi, setelah bulan ramadhan berakhir saya melihat respon masyarakat di daerah saya mulai cuek terhadap wabah ini. Mungkin dengan alasan wabah ini sudah menghilang.

Semua posko yang menjadi pusat utama penaganan covid-19 pun mulai kosong, tak ada Satupun pemuda yang menjaganya. Semua Desa yang di palang memakai bambu pun di keluarkan. mengherankan bukan??Apakah mereka tak tau bahwa setiap hari kasus penularan Bertambah. Saya rasa mereka kurang kesadaran terhadap kejadian ini.

Mulai banyak masyarakat yang berkeliaran. Tak lagi mematuhi Peraturan Pemerintah, Mereka pun tak tau bahwa masalah ini akan mencelakai dirinya sendiri ataupun orang lain terutama keluarga mereka.

Sebagai penutup dari tulisan ini saya mengharapkan semua masyarakat indonesia agar saling mematuhi aturan dari pemerintah. karena pemerintah hari ini sangat bekerja keras untuk menyelamatkan seluruh warganya agar terhindar dari wabah ini.

Mereka yang terjangkit  menjadi duka kita semua, siapalagi kalau bukan kita yang menyelamtkan sesama manusia dan kapan lagi kalau bukan mulai dari sekarang menyadari  dan mendisiplinkan diri. tertib atas segala himbauan pemerintah, karena sejatinya manusia adalah manusia yg bermanfaat sesama manusia. INGAT KESEHATAN NOMOR SATU.



Komentar

  1. Bagaimana bisa kita mematuhi aturan peremerinta yg di mna atura tersebut di anjurkan untuk berdiam diri di rumah atau stay at home.sedangkan kita manusia butuh makan dan minum.pemerintah memang telah mengelurakan dan sekian triliun tetapi masi banyak masyarakat yang belum perna sama sekali menerima dana itu.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tonggak Berdirinya Negara

Terlepas daripada pengakuan secara de facto dan de jure, negara mampu berdiri kokoh dan utuh serta unggul terkemuka di kancah internasional. Namun justru hal ini luput dari ruang-ruang publik dan malah di pelintir oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Wacana demi wacana beredar di khalayak untuk di jadikan ladang subur untuk di konsumsi masyarakat yang tidak berfaedah. Tindakan ekslusif yang tak menjanjikan terlebih lagi mematikan nalar kritis bagi kaum cendekiawan. Teringat beberapa fenomena yang terjadi, yang tak lain dan tak bukan adalah untik hasrat kapitalis media memainkan instrumennya dengan ritme yang sempurna. Hanya mengingatkan kembali bahwa kita selayaknya mengetahui relasi antara rakyat, pemerintah, kaum cendekiawan, budaya dan spiritualitas untuk menjaga esensi yang hingga saat ini membuat negara kita menjadi terbelakang dan hanya di pandang sebelah mata oleh negara adidaya. Skenario ini di buat lembaga-lembaga intelegent untuk mengambil peran yang sub...

PANCASILA or KHILAFAH ?

Jagat raya media sosial akhir-akhir ini, ramai bersahut-sahutan membahas tentang KHILAFAH. Ada apa dengan khilafah ? Mengapa harus khilafah ? Apakah khilafah betul-betul merupakan solusi untuk kejayaan negeri ini ? Seyogyanya, untuk menjawab tanya tersebut, marilah sama-sama kita kembali membuka lembaran sejarah perjalanan islam pasca wafatnya Rasulullah SAW. Pernahkah kita membaca literatur-literatur atau buku-buku dan semacamnya yang menjelaskan, seperti apa sistem penerapan dari terpilihnya para sahabat Rasulullah SAW sebagai Khalifah yang melanjutkan kepemimpinan islam pasca wafatnya Rasulullah sendiri ? Menurut referensi yang telah saya baca bahwa, sistem terpilihnya para sahabat Nabi, itu tidak menunjukkan adanya konsep kenegaraan islam yang baku dititipkan Rasulullah SAW. Justru pada saat wafatnya Rasulullah SAW pada 632 M, Nabi tidak pernah mewasiatkan kepada para sahabatnya siapa yang layak menggantikan posisinya sebagai pemimpin Keagamaan dan kenegaraan. Pertanyaannya ...

Pesantren sebagai Kiblat Pendidikan

Pernahkah kita berpikir, apa aset terbesar Negeri ini ? Wahai kaum muda , bangsa ini memiliki keragaman mulai dari sisi tradisi, budaya, dan agama. Akankah berbagai keragamaan itu mampu kita terus terjaga dan lestarikan ? Itu pertanyaan penting untuk kalangan muda dengan berbagai macam gagasan dan intelektualitas. Begitu banyak persoalan yang menjadi tantangan kaum muda hari ini. Mulai dari krisis moral, mental, dan praksis pengetahuan dalam kehidupan sehari hari yang kadang disepelekan.     Saya teringat dengan apa yang pernah ditulis oleh Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asyari bahwa, negeri ini punya identitas tersendiri. Identitas yang dimaksud itu adalah keragaman yang dimiliki bangsa ini. Namun adakah wadah yang tetap konsisten melestarikan keragaman itu ? Jawabnya tentu saja PESANTREN . Mungkin itulah wadah pendidikan yang akan saya ulas dalam tulisan ini.     Kenapa harus pesantren ? Sebenarnya semua wadah pendidikan mengajarkan berbagai macam keragama...