Langsung ke konten utama

Produktif di Tengah Wabah Covid-19


Produktif di Tengah
Wabah Covid-19

Penulis : Muhaidi Irsyad

       Mungkin kalian resah terhadap apa yang terjadi saat ini, bukan hanya kalian tetapi seluruh dunia terancam terkena paparan Covid-19 ini,dan pemerintah memberikan kebijakan kebijaka kepada masyarakat untuk berdiam diri di rumah saja agar tidak  terinveksi virus Covid-19 dan kita harus mengenal apakah sebenarnya vrus Covid-19 itu ?

        Covid-19 merupakan penyakit yang ditimbulkan oleh infeksi virus corona baru atau SARS-CoV-2 yang berasal dari keluarga corona. Namun, jenis virus yang menyebar kali ini belum pernah ada sebelumnya. Kemudian, seperti juga infeksi jenis virus corona lainnya, virus corona baru ini menular pada manusia melalui hewan. Mengingat cepatnya proses penyebaran dan penularan di seluruh dunia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi global.

       Menurut dr.Mohindro cahyono yang bekerja di (Virologis) berbagai macam jenis virus sudah di telitinya, bahwa Corona virus ini sudah ada semenjak 200 sebelum masehi dan ratusan berbagai jenis virus dan salah satunya sekarang  di kenal dengan virus Covid-19 yang penularanya dan perkembanga bikanya sangat cepat.

       Dampak pengaruh virus corona (Covid-19)  dalam kehidupan sosial masyarakat,  di antaranya adalah timbulnya rasa curiga dan hilangnya kepercayaan terhadap orang-orang yang ada di seputaran kita atau yang baru kita kenal. Sebagai contoh pada saat kita membeli makanan, baik di warung yang berlabel maupun kaki lima kita pasti akan mencari tahu apakah bersih atau tidak.  Apakah pelayan ada bersentuhan dengan orang yang terjangkit virus atau tidak, adakah petugas atau pelayan yang mencuci tangan pada saat mengolah atau memproses makanan yang kita pesan atau tidak, sehingga timbul keraguan.

     Pada saat kita berbicang atau berjumpa baik di lingkungan rumah dan dengan masyarakat setempat kita pun enggan berjabat tangan, meskipun mereka adalah orang tua, sebagaimana yang kita ajarkan kepada anak-anak kita untuk selalu menghormati yang lebih tua. Namun, situasi saat ini mengharuskan kita untuk menghindari berjabat tangan dan harus menjaga jarak  2 meter bila ingin berbicara dengan orang lain, apalagi orang yang tidak kita kenal.

      Social distancing dan WFH menjadi salah satu dampak nyata yang dirasakan oleh semua orang terhadap adanya wabah ini. Memaksa semua orang memiliki kebiasan baru untuk lebih ketat dalam hal kebersihan dan menahan diri dari berbagai macam aktivitas diluar rumah, tentu ini bukanlah hal yang mudah.
 
   Namun, semuanya wajib beradaptasi sampai pada waktu yang tidak ditentukan. Namun kemudian muncul pertanyaan seperti apa yang akan kita lakukan jika wabah ini berakhir. Tentu pertanyaan ini mengacu pada semua orang,  Jika kamu memiliki pertanyaan yang sama dan masih belum memiliki jawaban.
 
       Hal yang perlu kamu lakukan ketika pandemi Covid-19 berakhir pastinya adalah memupuk kembali semangat untuk beraktivitas seperti biasanya. Terkesan sepele tetapi harus diniatkan karena jika tidak, hal tersebut akan memengaruhi produktivitasmu Membangkitkan semangat setelah menghadapi wabah yang terjadi selama berbulan-bulan tentunya bukanlah hal yang mudah, perlu motivasi bahkan perlu dilatih. Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda untuk mengembalikan semangat.

       Tetapi poin terpentingnya adalah wabah ini mengajarkan kepada kita semua tentang kemampuan beradaptasi dengan situasi sekitar, bahwa ketidakpastian adalah pasti karena datangnya wabah ini tentu mengejutkan semua orang. Dengan beradaptasi kita bisa bertahan dalam kondisi apapun, termasuk mengembalikan semangat untuk menjalani hari-hari seperti sediakala.

       Walaupun kebanyakan rebahan di rumah saja mengerjakan pekerjaan rumah yang biasanya jarang kita lakukan kita harus membuat kegitan baru untuk di rumah saja, membuka berita di jaringaan sosmed  agar kita selalu tau perkembngan apa saja yang tejadi di luar sana  kita harus produktif walaupun di rumah saja, sesusai kebijakan pemerintah.

       Khusus bagi sesorang yang malas untuk membaca di rumah mungkin kegiatan itu yang paling penting untuk di lakukan selama kita di rumah saja kita bisa mengenal banyak hal ketika kita membaca karna buku adalah segala hal pengetahuan dan bisa membantu melatih cara kita berucap mengunakan kata dan Bahasa yang baik dan benar.

        Masih berkaitan dengan hal sebelumnya, setelah kamu berhasil mengembalikan semangat untuk beraktivitas tentunya kamu pasti harus move on dari aktivitas wfh yang kamu jalani sehari-hari. Masih terlihat sepele tetapi jika kamu sudah merasa bahwa wfh adalah zona nyamanmu, tentunya ini akan jadi sulit’ Setelah pandemi Covid-19 berakhir, kamu harus bekerja seperti biasa,bertemu banyak orang, Hal ini pasti bisa jadi menyenangkan atau bisa jadi kecemasan bagi beberapa orang karena wfh sudah menjadi kebiasaan, Maka dari itu, kamu harus bisa move on dari wfh setelah pandemi ini berakhir, beraktivitas seperti biasa dan mungkin menjadi lebih produktif akan lebih baik.

       Setelah pandemi Covid-19 berakhir, bukan berarti kebiasaan mengkonsumsi makanan sehat dan kebiasaan mencuci tangan juga berakhir, itu harus tetap dilanjutkan. Poin selanjutnya, hal yang harus kamu lakukan setelah pandemi ini berakhir adalah melanjutkan gaya hidup sehat.

       Mungkin jika tidak karena pandemi ini kita tidak akan menyadari betapa pentingnya manfaat rajin mencuci tangan dan mengkonsumsi makanan sehat. Begitupun dengan kebiasaan sehat lainnya yang kita aplikasikan selama menghadapi wabah Covid-19, Biarpun intensitas virus ini menurun nantinya, pastikan kamu tetap konsisten menjalani pola hidup sehat sebagai investasi jangka panjang untuk kebaikan dirimu sendiri.

      Peran serta masyrakat dan pemerintah dalam  keluarga dengan memberikan pemahaman dan penanganan yang baik kepada anggota keluarga menjadi faktor utama dalam keberhasilan pencegahan Covid-19.

       Mari kita produktif dalam kehidupan sehari-hari kita, semuanya akan baik-baik saja ketika kita menjalani protocol yang sudah ada, rajin mencuci tangan jaga jarak selalu mengunakan masker ketika di luar rumah,mari kita lakukan semua itu  agar kita bisa berkumpul lagi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tonggak Berdirinya Negara

Terlepas daripada pengakuan secara de facto dan de jure, negara mampu berdiri kokoh dan utuh serta unggul terkemuka di kancah internasional. Namun justru hal ini luput dari ruang-ruang publik dan malah di pelintir oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Wacana demi wacana beredar di khalayak untuk di jadikan ladang subur untuk di konsumsi masyarakat yang tidak berfaedah. Tindakan ekslusif yang tak menjanjikan terlebih lagi mematikan nalar kritis bagi kaum cendekiawan. Teringat beberapa fenomena yang terjadi, yang tak lain dan tak bukan adalah untik hasrat kapitalis media memainkan instrumennya dengan ritme yang sempurna. Hanya mengingatkan kembali bahwa kita selayaknya mengetahui relasi antara rakyat, pemerintah, kaum cendekiawan, budaya dan spiritualitas untuk menjaga esensi yang hingga saat ini membuat negara kita menjadi terbelakang dan hanya di pandang sebelah mata oleh negara adidaya. Skenario ini di buat lembaga-lembaga intelegent untuk mengambil peran yang sub...

Perempuan sebagai Hamba Allah Swt

  Perempuan sebagai Hamba Allah Swt penulis: Nur Azima “cara pandang yang membeda-bedakan status gender (jenis kelamin), ras, suku, agama dan bangsa bukanlah cara pandang Tuhan melainkan cara pandang manusia” _KH. Husein Muhammad_ Islam sangat memperhatikan kondisi dan kedudukan perempuan. Islam  melakukan transformasi sosial atas status, posisi, dan peran perempuan, baik dalam ruang domestik maupun publik dengan cara-cara yang mulia tanpa melewatI atau mempertentangkan batas yang menjadi koodrat bagi perempuan Sejarah  yang tidak terelakkan mengamini kita untuk melihat keagungan Allah Swt dalam menciptakan makhluknya dengan sebaik-baiknya. Diantara Allah itu maha maha ‘adil’, subtansi Al-Quran adalah cinta dan kasih sayang, dengan demikian substansi Al-Qur’an juga seluruhnya juga tergambarkan sebuah keadilan sebagai manifestasi cintanya, termasuk adil antara laki-laki dan perempuan.  Pada zaman ‘jahiliyah’ kondisi perempuan sangatlah tidak manusiawi, begitu banyak p...

Pesantren sebagai Kiblat Pendidikan

Pernahkah kita berpikir, apa aset terbesar Negeri ini ? Wahai kaum muda , bangsa ini memiliki keragaman mulai dari sisi tradisi, budaya, dan agama. Akankah berbagai keragamaan itu mampu kita terus terjaga dan lestarikan ? Itu pertanyaan penting untuk kalangan muda dengan berbagai macam gagasan dan intelektualitas. Begitu banyak persoalan yang menjadi tantangan kaum muda hari ini. Mulai dari krisis moral, mental, dan praksis pengetahuan dalam kehidupan sehari hari yang kadang disepelekan.     Saya teringat dengan apa yang pernah ditulis oleh Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asyari bahwa, negeri ini punya identitas tersendiri. Identitas yang dimaksud itu adalah keragaman yang dimiliki bangsa ini. Namun adakah wadah yang tetap konsisten melestarikan keragaman itu ? Jawabnya tentu saja PESANTREN . Mungkin itulah wadah pendidikan yang akan saya ulas dalam tulisan ini.     Kenapa harus pesantren ? Sebenarnya semua wadah pendidikan mengajarkan berbagai macam keragama...