Langsung ke konten utama

Perempuan Modal Bertani Vs Istilah Glowing


Perempuan Modal Bertani 
Vs 
Istilah Glowing

Penulis : Nur Sinta Hasnidar

Mendengar kata perempuan, apa yang terlintas di pikiran kita?
Cantik, manja, cerewet, pintar, atau bahkan perempuan selalu benar, hehehe

Kecantikan seorang perempuan, sudah banyak di singgung diberbagai tulisan dan berbagai media. Karena apa? Kecantikan perempuan itu hal yang luar biasa. Mampu melemahkan dan melululantahkan hati kaum adam. 

Zaman sekarang, sudah jarang perempuan yang tidak cantik, dominan perempuan sudah putih, berbagai merek kosmetik bisa membuat putih, atau istilahnya glowing, glowing-glowing in the dark, hehehe

Tapi zaman sekarang, banyak tidak perempuan berkebun?

Jawabnya pasti kurang, karena perawatan seorang perempuan akan sia-sia jika masih berkebun.

Kenapa penulis mengatakan itu? 

Kita semua tahu, perawatan itu yah merawat diri sebisa mungkin, mengerjakan hal yang ringan-ringan saja, menghindari sinar matahari, meskipun polesan bedak sudah pakai UVA ples UVB, tapi tetap harus menghindar, nah bagaimana jika harus ke kebun? Sia-sia dong perawatan.

Tapi sebagai seorang perempuan yang tinggal di desa, dibesarkan dari uang hasil berkebun, kita tidak boleh manja, harus turut andil ke kebun. Mau tidak mau, suka tidak suka, saya pikir Harus.

Kita ambil contoh, misalnya dalam sebulan sebanyak 4 kali ikut berkebun, tidak usah membantu semua urusan kebun. Membantu menanam dan memanen  nilam,  memetik buah kakao, tanam atau panen jagung, itu Sudah lebih dari cukup.

Cukup membuat kita mengerti, bagaimana perjuangan mendapatkan setumpuk uang merah, atau hanya selembar uang merah.Cukup menjadi sebuah pengalaman sekaligus menjadi bahan pertimbangan kita, jika harus mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak terlalu mendesak.

Berkebun tidak harus di jadikan pekerjaan yang memalukan, laki-laki atau perempuan, selama kita mampu melakukannya, semua sama saja. Bahkan memang tidak harus di buat malu, mereka yang tidak bekerja di kebun, mau makan apa? Kalo tidak dari petani. Dan mereka yang bekerja di kebun mau beli kebutuhan lain pake apa? Mau beli skincare pake apa? Kalo tidak pake uang.

Kita adalah makhluk sosial. Saling membutuhkan. Tidak bisa hidup sendiri, namun harus sering berjuang dan bekerja melatih diri.

Karena cantik tidak butuh waktu saja, seperti 

kata perempuan-perempuan yang dalam tahap abg  atau on the way abg

"Tunggu aku cantik bosku, ku buat kau menyesal, semua butuh waktu."

Pesannya kepada mantannya

Kalo menurut saya, cantik  itu tidak butuh waktu, cantik itu lebih tepatnya butuh modal. Itu menurutku, bisa jadi juga menurut kalian, siapa tahu kita sepaham. Biarpun di beri waktu bertahun-tahun tapi tidak punya modal, bagaimana? Yah tetap bisa glowing, tapi boong hehe

Atau menjadi seorang perempuan yang perawatannya di biayai oleh kaum lelaki? Lelaki yang belum seutuhnya bertanggung jawab dengan hidup kita, maksud saya hanya pacar bukan suami, heheh

Jangan wahai perempuan-perempuan cantik! Kita cantik sejak lahir,   hanya butuh polesan-polesan cream. come on kita usaha, jika tidak bisa menghasilkan uang sendiri, bantu saja orang tua kita, karena sejatinya jika laki-laki membiayai perawatan kita, mungkin ada maunya. 

Tapi kalo kita membantu orang tua kita, kita yang ada maunya. Tapi tidak apa.

Selepas pandemi ini, usai bersusah-susah di kebun dan setelah campus open lagi, Ayo perawatan!. Perempuan yang berkebun pun pasti menginginkan cantik, Tapi jangan terlalu terbuai dengan kecantikan wajah. sebagai calon ibu yang akan mendidik anak, sebagai calon sarjana yang mengabdi pada masyarakat, kita juga butuh kecantikan pemikiran. “Remember”. Semakin tinggi ilmu seseorang semakin sederhana pula penampilannya.

Cantik butuh modal, bukan modus
UKT harus di bayar biar lunas
Bapak juga butuh bantuan
Jadi jangan bermalas-malasan

Life is choice.
So, cerdaslah dalam memilih!

[ Editor Jagoan Mama ]

Komentar

  1. Wanita yang cantik berasal dari dalam diri dan tutur kata bukan dari wajah yang telah dipolesi bedak berlapis-lapis dan bibir yang dipolesi gincu yang terang kemudian berkata tanpa disaring.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Pola Pikir Generasi Muda Masa Kini

Corak pemikiran generasi muda saat ini bersifat fanatis terhadap sesuatu sepanjang apa yang terlihat olehnya sehingga tak mampu merasai makna yang tersembunyi. Secara realistis, para pemuda-pemudi hari ini disibukkan oleh hal yang berbau selfish, mulai mengupdate status dengan tagar halalkan atau tinggalkan, dan lain-lain. Sehingga mereka terjebak pada dogma yang dilakukan untuk tak lagi memikirkan kesatuan dan perdamaian di negara Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa proses ideologisasi yang begitu massif dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terorganisir untuk memecah belah kesatuan negara kita. Hoax bertebaran di media sosial yang menjadi bahan konsumsi bagi generasi muda, namun parahnya lagi ikut terlibat aktif dalam menyebarkan hoax di jejaring media sosial. Seperti yang sudah diterangkan di atas bahwa generasi muda kian mengagung-agungkan untuk menikah diusia muda, ditambah lagi dengan fenomena stigmatisasi pacaran ala syar'i. Namun belum cukup sadar bahwa ini ...

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...