Langsung ke konten utama

Masa Depan Yang Aku Bayangkan




Masa Depan Yang Aku Bayangkan

Penulis : Andi Putra

"Asal mula jagat raya adalah kekacauan, keributan, akhirnya adalah guncangan, gempa, cinta dan terimakasih sama halnya dengan keluhan perdamaian dan kesenangan pergi bergandengan tangan dengan sentakan dan guncangan~(Maulana Jalaluddin Rumi)".

Mungkin itulah ungkapan yang sesuai dengan deskripsi musibah di atas permukaan bumi saat ini. Saya melihat, selepas musibah ini akan ada hikmah bagi kita semua. Namun itu butuh tafsir untuk beragam perspektif tentang estetik.

Abad 21, identik dengan episode terbaru dari seajarah peradaban manusia. Merespon fenomena covid19, iklim yang barangkali membuat berbagai aktivitas manusia menjadi statis.

Sepenghematan saya, kemunculan pembaharuan peradaban ini akan mengalahkan fase neo-renaissance (zaman pencerahan baru). Pasca musibah global, nantinya seluruh belahan dunia akan saling berlomba dalam memulihkan segala pranata sosial dan struktur negaranya. Entah itu aspek ekonomi, politik, farmacy, teknologi, dan juga industri. Semua akan dibenahi satu persatu secara bertahap dan berskala besar.

Mengulas sedikit kemunculan covid-19 yang menyebar di China dan beberapa wilayah di dunia, tak jarang Amerika-lah yang biasanya dituduh (baca: curigai) sebagai dalang yang mengadakan wabah Corona. Tetapi justifikasi itu kurang tepat buat menyalahkan negeri pamn Sam. Karena negara yang diklaim menyebarkan virus itu, malah terpapar pula oleh virus tersebut, boleh dikata (anggaplah buah simalakama).


Dalam kacamata konspiratif, virus ini memang sengaja diciptakan guna menetralkan kembali sumber ekonomi global, dan dengan dalih negara adidaya (kapitalis) kini ditumbangkan oleh negara tirai bambu (komunis). Apakah mungkin juga, sumber daya tidak cukup buat manusia yang saat ini lebih dari 7 milyar penghuni? Semua punya kemungkinan, dan punya sandaran teoritik masing-masing.

Disisi lain kalau saya melihat bahwa percobaan Revolusi 5.0 kini mulai di kembangkan untuk menguasai manusia. Dalam percobaan kali ini, terbukti, digitalisasi sukses memengaruhi segala aktivitas manusia. Bahkan menurut pandangan di tahun-tahun berikutnya, ilmu kesehatan, perekonomian, industri, semua akan tunduk pada teknologi membuat rekayasa saintifistik.

Dahulu, manusia kala mengalami gejala penyakit, harus periksa memercayakan kepada Tuhan buat kesembuhannya. Kemudian bergeser pada tabib sebagai perpanjangan tangan dalam mengobati. Berlanjut di revolusi kesehatan, peran Tuhan tak ada lagi. Semua menganggap yang menyembuhkan ada resep dokter. Ini merupakan evolusi pola pikir tentang wabah penyakit yang kerap menjangkiti makhluk hidup.

Di masa depan, dengan kecanggihan teknologi, akan kita dapati alat khusus yang bisa menyembuhkan manusia hanya dalam sekali terapi. Entah itu modelnya semacam aplikasi online, atau berbentuk hologram buatan untuk dijadikan dokter bagi manusia. Sehingga para tenaga medis tidak bersusah payah lagi untuk merawat pasiennya. Bahkan, dokter pun digantikan perannya oleh aplikasi cerdas yang dihasilkan dari revolusi teknologi.

Kalau saya juga mau memandang jauh aspek ekonomis, kelak berbagai macam produksi akan semakin bertumpah ruah. Para pemegang saham bertarung untuk memasarkan produknya dengan biaya yang besar dan dalam jumlah yang melimpah. Ini pun akan mempertaruhkan ekologi, karena serapan energi yang diperbaharui sehingga tak repot lagi menghasilkan pundi-pundi dollar.

Saya beranggapan bahwa perang dunia ketiga di masa depan akan memperebutkan sumber daya alam dan pangan, terutama perebutan sumber Air bersih, Sekarang ini terjadi eskalasi pada saat kita membayar tarif penggunaan air perbulannya, apalagi banyak wilayah bahkan di belahan dunia  yang mengalami kekeringan massal dan kebutuhan air bersih , Jadi sangatlah mahal biaya yang harus dibayar oleh perubahan cepat zaman ini. Banyak masyarakat miskin nantinya menjadi korban dari dampak perilaku yang mendominasi segala bentuk pemboikotan ekonomi. Imbasnya adalah chaos? Semoga saja tidak.

Sontak saja kelak di kemudian hari, orang-orang akan bertanya, dimana peran agama? Apakah Tuhan telah binasa? Apakah akan tetap menjadi pencipta? Atau malah tergantikan oleh Tuhan baru yang disebut kecanggihan teknologi? Ini akan terjawab seiring berjalannya waktu.

Saya merujuk peradaban masa depan, dengan menelaah film yang berjudul "Alif, Lam, dan Mim". Film ini menceritakan sedikit hal tentang gambaran di masa depan, dan mungkin saja akan ditemui di esok hari. Film tersebut mempertaruhkan nasib agama, karena agama dipandang sebelah mata, bahkan diberikan stereotype bahwa orang yang masih percaya Tuhan, berarti dia dapat mengganggu kemanuan pembangunan. Sebagaimana kita bernostalgia zaman Orde Baru, yang memperagakan seluruh partai Islam dikerucutkan jadi satu partai saja, karena dianggap dapat menghambat laju modernisasi.

Peradaban baru akan bergulir kembali, populasi kini sudah normal kembali dan mampu diseimbangkan dengan sumber daya alam yang tersedia. Tentu, peradaban baru ini menghinggapi seluruh negara dalam arus globalisasi kelima. Segala yang terdapat di muka bumi ini, akan berlomba dan bersaing untuk memperebutkan posisi yang paripurna di dunia.

Mulai dari alam yang digeser oleh hewan, beragam jenis hewan dipunahkan manusia, agama dipinggirkan, ekonomi menjelma bak malaikat, teknologi dipuja melebih Tuhan. Apakah semua demi kemajuan masyarakat global? Apakah ini yang dimaksud kepunahan satwa, tanaman, atau bahkan generasi terakhir manusia di bumi? Apakah kelak digantikan robot? Wallahualam, terlalu banyak wallahualam di dunia ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Pola Pikir Generasi Muda Masa Kini

Corak pemikiran generasi muda saat ini bersifat fanatis terhadap sesuatu sepanjang apa yang terlihat olehnya sehingga tak mampu merasai makna yang tersembunyi. Secara realistis, para pemuda-pemudi hari ini disibukkan oleh hal yang berbau selfish, mulai mengupdate status dengan tagar halalkan atau tinggalkan, dan lain-lain. Sehingga mereka terjebak pada dogma yang dilakukan untuk tak lagi memikirkan kesatuan dan perdamaian di negara Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa proses ideologisasi yang begitu massif dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terorganisir untuk memecah belah kesatuan negara kita. Hoax bertebaran di media sosial yang menjadi bahan konsumsi bagi generasi muda, namun parahnya lagi ikut terlibat aktif dalam menyebarkan hoax di jejaring media sosial. Seperti yang sudah diterangkan di atas bahwa generasi muda kian mengagung-agungkan untuk menikah diusia muda, ditambah lagi dengan fenomena stigmatisasi pacaran ala syar'i. Namun belum cukup sadar bahwa ini ...

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...