Langsung ke konten utama

Duka Mahasiswa Akibat “PHP”



Duka Mahasiswa Akibat “PHP”

Penulis : Icad

"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, 
tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri"
(Soekarno)

Mungkin pembaca dan semua orang resah atas keberadaan virus yang melanda seluruh dunia. Ibu pertiwi sendiri dari beberapa informasi sudah tersebar luas di 34 provinsi.  

Tetapi jangan risau mengenai semua hal tersebut

Menurut dr. Mohindro cahyono yang bekerja di (virologis), mengatakan bahwa berbagai macam virus telah menjadi bahan penelitiannya. Asal-muasal covid-19 merupakan virus yang sudah ada semenjak 200 sebelum Masehi. Penularan dan perkembanganya sangat begitu cepat, hingga tergolong wabah pandemik. 

Gejala-gejala yang ditimbulkan ketika seseorang terpapar virus Covid-19 diantaranya batuk dan demam. Nah, ketika hari ke 7 anti bodi kita keluar untuk melawan virus. ketika terinfeksi, kiranya banyak mengkomsumsi vitamin E dan C, agar anti bodi kita  bisa melawan virus Covid-19 tersebut. Maka kebijakan isolasi mandiri adalah alternatif untuk memulihkan badan sampai fit.

Pertanyaanya apakah kita bisa terjangkit virus itu kembali ? Yah tentu bisa, Tetapi dengan suasana yang berbeda. Anti bodi kita sudah kuat, memori kita sudah mengetahui  bagaimana cara menanggulangi virus tersebut, sebelum 24 jam kita sudah bisa melawanya. itu hebatnya tubuh kita.  

Tetapi merujuk permasalahan tersebut, kita dituntut untuk berdiam diri di rumah agar tidak tertular Covid-19 tersebut, dampaknya sangat nyata di kalangan masyarakat dan mahasiwa.

Masyarakat susah untuk mencari nafkah, banyakya orang di PHK, dan mahasiswa geram terhadap pemerintah yang mengeluarkan kebijakan tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.  

Tetapi, apakah mahasiswa harus tinggal diam melihat semua itu? Yang katanya memiliki jiwa kritis, intelektual, serta gagasan rupanya tidak hanya berpangku tangan.  

Gerakan perlawan di sosial media, tanda bahwa mahasiswa masih kritis atas kebijakan pemerintah yang “PHP”. Beberapa isu penurunan UKT menjadi perdebatan hangat di kalangan mahasiswa, tidak berjalannya kegiatan mahasiswa kampus menuntut agar adanya diskon Uang Kuliah Tunggal (UKT). Mengapa demikian, sekiranya mahasiswa kritis tau lah kemana dana mahasiswa hasil pembayaran, yah tentu untuk kegiatan lembaga kampus, namun pandemi menjadi hambatan untuk mahasiswa tak melakukan kegiatan.

Jadi, bagaimana mi itu zainuddin ? hehehe

Akibat virus Covid-19 ini menghambat aspirasi mahasiswa bertatap lansung. 

Saya menulis ini agar bisa di tela’ah oleh pemerintah, pihak birokrasi, dan mahasiswa. Agar Birokrasi yang terhormat bisa berlaku seadil-adilnya, dan bisa menghindari paparan virus Covid-19 yang menghambat aktifitas kita semua.

Mari kita jaga jarak, mendisiplinkan diri dengan mengamalkan protokol kesehatan.

[ A_S ]


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Pola Pikir Generasi Muda Masa Kini

Corak pemikiran generasi muda saat ini bersifat fanatis terhadap sesuatu sepanjang apa yang terlihat olehnya sehingga tak mampu merasai makna yang tersembunyi. Secara realistis, para pemuda-pemudi hari ini disibukkan oleh hal yang berbau selfish, mulai mengupdate status dengan tagar halalkan atau tinggalkan, dan lain-lain. Sehingga mereka terjebak pada dogma yang dilakukan untuk tak lagi memikirkan kesatuan dan perdamaian di negara Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa proses ideologisasi yang begitu massif dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terorganisir untuk memecah belah kesatuan negara kita. Hoax bertebaran di media sosial yang menjadi bahan konsumsi bagi generasi muda, namun parahnya lagi ikut terlibat aktif dalam menyebarkan hoax di jejaring media sosial. Seperti yang sudah diterangkan di atas bahwa generasi muda kian mengagung-agungkan untuk menikah diusia muda, ditambah lagi dengan fenomena stigmatisasi pacaran ala syar'i. Namun belum cukup sadar bahwa ini ...

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...