Langsung ke konten utama

Cantik Saja Tidak Cukup


Cantik Saja Tidak Cukup

Penulis : Annisa Lehing
Editor   : A.s

Hemat saya, kecantikan yang abadi itu terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang, bukan terletak pada wajah dan pakaiannya.

Tidak jarang wanita di dunia ini lebih mementingkan kecantikan di banding Kecerdasannya. Kalau kata Najwa Shihab “Muka cantik atau mikir cantik?”

Kecantikan biasanya diidentikkan dengan paras wajah atau segala sesuatu yang indah. Hai, fotonya cantik deh. Wahh, pemandangan itu cantik yah. Di puji karna cantik memang menyenangkan, tapi di kagumi karna prestasi jauh lebih membanggakan.

Bandingkan, ketika orang memuji mu karna prestasi yang kamu raih. “Selamat ya sudah lulus! Aku baca skripsimu, keren! Pasti perasaan bangga yang kamu rasakan. Namun? Ketika pujian yang di lontarkan hanya karna tubuhmu, kadang sulit menentukan apakah itu pujian atau ungkapan nafsu. hehehe

Menjadi perempuan yang hanya mengandalkan kecantikan tidaklah cukup. Mungkin dengan wajah cantik yang kita miliki bisa menjadi kesempatan untuk mencuri perhatian orang. Namun, hanya dengan kecerdasan dunia bisa di taklukkan.

Ambillah contoh pada Cinta Laura dan Emma “Hermione” Waston yang selain cantik kepintaran juga ada pada diri mereka. Selain kecantikan dan keterampilan berakting, mereka juga lulusan universitas ternama di dunia. Banyak orang dibuat respek yang tak hanya kagum pada wajah dan penampilan luar mereka saja.

Tidak ada yang salah dengan penampilan cantik. Tapi bukankah lebih menyenangkan jika kecantikan dan kecerdasan itu diseimbangkan, bukankah cantik itu luka? hehehe

Tak ada larangan untuk tampil mempesona. Justru tampil cantik dan menarik itu sangat di perlukan, karna  penampilan merupakan prestasi awal seseorang.

Dengan penampilan pertama yang mengesankan, seseorang memiliki peluang untuk melanjutkan ke langkah yang lebih tinggi. Tapi hanya dengan kecerdasan dan pemikiran yang jernih, Karier yang melejit itu bisa kamu miliki.

 Kecantikan tidak melulu soal materi yang dapat dilihat dengan mata, Kecantikan dapat berupa tingkah laku, sikap dan kecerdasan. Bagaimana sikap seorang anak kepada ibunya, Di dalamnya terdapat kecantikan. semakin beradab maka akan semakin cantik dirinya.

Begitu juga dengan kecerdasan akal, bagaimana seseorang mampu mengelola akal sehat dalam memandang persoalan dan mencari solusinya. Karena ilmu yang di miliki akan menjadi penyokong akal sehatnya.

Akal berhubungan dengan kecerdasan, sementara ilmu sangat berkaitan erat dengan pengetahuan. Yang pasti seseorang yang memiliki ke elokan adab dan ketinggian ilmu adalah seseorang yang memiliki kecantikan abadi. Karna kamu tau cantik saja tidak cukup untuk dapat berhasil menaklukkan dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tonggak Berdirinya Negara

Terlepas daripada pengakuan secara de facto dan de jure, negara mampu berdiri kokoh dan utuh serta unggul terkemuka di kancah internasional. Namun justru hal ini luput dari ruang-ruang publik dan malah di pelintir oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Wacana demi wacana beredar di khalayak untuk di jadikan ladang subur untuk di konsumsi masyarakat yang tidak berfaedah. Tindakan ekslusif yang tak menjanjikan terlebih lagi mematikan nalar kritis bagi kaum cendekiawan. Teringat beberapa fenomena yang terjadi, yang tak lain dan tak bukan adalah untik hasrat kapitalis media memainkan instrumennya dengan ritme yang sempurna. Hanya mengingatkan kembali bahwa kita selayaknya mengetahui relasi antara rakyat, pemerintah, kaum cendekiawan, budaya dan spiritualitas untuk menjaga esensi yang hingga saat ini membuat negara kita menjadi terbelakang dan hanya di pandang sebelah mata oleh negara adidaya. Skenario ini di buat lembaga-lembaga intelegent untuk mengambil peran yang sub...

PANCASILA or KHILAFAH ?

Jagat raya media sosial akhir-akhir ini, ramai bersahut-sahutan membahas tentang KHILAFAH. Ada apa dengan khilafah ? Mengapa harus khilafah ? Apakah khilafah betul-betul merupakan solusi untuk kejayaan negeri ini ? Seyogyanya, untuk menjawab tanya tersebut, marilah sama-sama kita kembali membuka lembaran sejarah perjalanan islam pasca wafatnya Rasulullah SAW. Pernahkah kita membaca literatur-literatur atau buku-buku dan semacamnya yang menjelaskan, seperti apa sistem penerapan dari terpilihnya para sahabat Rasulullah SAW sebagai Khalifah yang melanjutkan kepemimpinan islam pasca wafatnya Rasulullah sendiri ? Menurut referensi yang telah saya baca bahwa, sistem terpilihnya para sahabat Nabi, itu tidak menunjukkan adanya konsep kenegaraan islam yang baku dititipkan Rasulullah SAW. Justru pada saat wafatnya Rasulullah SAW pada 632 M, Nabi tidak pernah mewasiatkan kepada para sahabatnya siapa yang layak menggantikan posisinya sebagai pemimpin Keagamaan dan kenegaraan. Pertanyaannya ...

Pesantren sebagai Kiblat Pendidikan

Pernahkah kita berpikir, apa aset terbesar Negeri ini ? Wahai kaum muda , bangsa ini memiliki keragaman mulai dari sisi tradisi, budaya, dan agama. Akankah berbagai keragamaan itu mampu kita terus terjaga dan lestarikan ? Itu pertanyaan penting untuk kalangan muda dengan berbagai macam gagasan dan intelektualitas. Begitu banyak persoalan yang menjadi tantangan kaum muda hari ini. Mulai dari krisis moral, mental, dan praksis pengetahuan dalam kehidupan sehari hari yang kadang disepelekan.     Saya teringat dengan apa yang pernah ditulis oleh Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asyari bahwa, negeri ini punya identitas tersendiri. Identitas yang dimaksud itu adalah keragaman yang dimiliki bangsa ini. Namun adakah wadah yang tetap konsisten melestarikan keragaman itu ? Jawabnya tentu saja PESANTREN . Mungkin itulah wadah pendidikan yang akan saya ulas dalam tulisan ini.     Kenapa harus pesantren ? Sebenarnya semua wadah pendidikan mengajarkan berbagai macam keragama...