Langsung ke konten utama

Cantik Itu Sederhana, Jangan dipersulit

Cantik Itu Sederhana, Jangan dipersulit

Penulis : Andini  Amri Azisah


Wanita  adalah sebutan bagi manusia yang berjenis kelamin  atau bergender perempuan kan? hehehe. Perempuan adalah makhluk ciptakan Tuhan beserta keistimewaan luar biasa yang ada pada dirinya. bayangkan saja, perempuan diberikan wajah yang begitu cantik yang tidak mungkin dimiliki oleh seorang lelaki.  Upssss

Namun wajah cantik, dan kulit putih secara fisik terkadang tak semua perempuan memilikinya. sehingga dengan berbagai cara dipoles dengan perawatan yang dapat menguras kantong hingga terserang Kanker (Kantong kering).

Hal demikian semata-mata demi sebuah kecantikan fisik. Seringkali hal semacam itu tidak menjadi penghalang bagi perempuan yang ingin terlihat menarik, karena kepuasan seorang manusia tidak ada batasnya.

Asal wajar-wajar saja juleha wkwkwk

Apakah di zaman milenial seperti sekarang ini masih ada perempuan yang tidak peduli dengan kecantikan fisik? Mungkin ada, namun sebagian kecil.  apakah tanpa polesan produk kecantikan membuat seorang perempuan tak menarik di mata manusia lain? Hemat penulis, Tidak.menimbang kecantikan dengan produk kecantikan tentu kekeliruan terbesar, namun apa?, Masih banyak kok yang mampu membuat perempuan cantik dan menawan. bukan hanya kecantikan fisik saja, melainkan juga akhlak dan kecerdasan yang dimilikinya.

Namun sekiranya hal itu masih asing dikalangan perempuan. Atau mencoba untuk mengasingkan diri ? entahlah.

Karena Tuhan telah memberikan kelebihan pada setiap kekurangan,  bisa saja wajah kita tak cantik namun kecantikan hati dan kecerdasan pikiran kita merupakan daya tarik tersendiri.

Hal itu bisa kita lihat dari seorang miss Universe 2019 zozibini tunzi yang berasal dari Afrika Selatan, memenangkan ajang tersebut dan mengalahkan 89 kontestan dari berbagai Negara,  bukan hanya kali ini,  ini adalah kali ke-3 Afrika Selatan memenangkan kontes tersebut, apa yang membuat mereka memenangkan ajang tersebut? Apakah wajah cantik,kulit putih dan body yang mulus? Itu hanya poin ke sekian, Bisa saja mereka memenangkan ajang tersebut karena kecerdasan yang dimilikinya,  akhlak dan attitude yang membuatnya terlihat menarik di mata juri.

Hal ini cukup membuktikan bahwa kecantikan tidak bisa di ukur dari segi fisik semata, melainkan kecantikan yang utama adalah kecantikan dari dalam hati atau inner beauty, yakni akhlak dan attitude seoarang perempuan yang sesungguhnya.

Cantik dengan apa adanya akan lebih bermakna di bandingkan cantik karena ada apanya, jangan memanipulasi ciptaannya karena hanya ingin terlihat menarik, dan hanya karena sebatal like jempol manusia.

Maka dari itu kita sebagai wanita jangan terlalu mengutamakan atau memikirkan kecantikan fisik.

Bukan melarang atau mengajak berdebat yah. Ehmmm

Karena cantik fisik saja tidak akan kekal untuk selamanya, seiring dengan berjalannya waktu maka wajah yang tadinya mulus akan termakan oleh usia,  rambut yang tadinya hitam lurus akan menjadi putih dan tak terurusi. Kebayangkan?

Cantik yang sesungguhnya adalah cantik yang berasal dari dalam hati dan jiwa yang tulus, akan terpancar sampai tua yang tidak mengeluarkan banyak biaya, cukup dengan akhlak baik, selalu berfikir positif dan jangan lupa bersyukur karena semua datang daripada-Nya.

Cantik itu sederhana, jangan dipersulit. Saatnya berkarya, berleha-leha hanya untuk mengejar modal kecantikan fisik acapkali menimbulkan sikap narsisme hingga berujung kepada sifat egoisme.


[ A_s ]

Komentar

  1. MasyaAllah Tabarakallah.. Sayangnya saat ini banyak perempuan-perempuan yang lebih mengutamakan kecantikan fisik

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tonggak Berdirinya Negara

Terlepas daripada pengakuan secara de facto dan de jure, negara mampu berdiri kokoh dan utuh serta unggul terkemuka di kancah internasional. Namun justru hal ini luput dari ruang-ruang publik dan malah di pelintir oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Wacana demi wacana beredar di khalayak untuk di jadikan ladang subur untuk di konsumsi masyarakat yang tidak berfaedah. Tindakan ekslusif yang tak menjanjikan terlebih lagi mematikan nalar kritis bagi kaum cendekiawan. Teringat beberapa fenomena yang terjadi, yang tak lain dan tak bukan adalah untik hasrat kapitalis media memainkan instrumennya dengan ritme yang sempurna. Hanya mengingatkan kembali bahwa kita selayaknya mengetahui relasi antara rakyat, pemerintah, kaum cendekiawan, budaya dan spiritualitas untuk menjaga esensi yang hingga saat ini membuat negara kita menjadi terbelakang dan hanya di pandang sebelah mata oleh negara adidaya. Skenario ini di buat lembaga-lembaga intelegent untuk mengambil peran yang sub...

PANCASILA or KHILAFAH ?

Jagat raya media sosial akhir-akhir ini, ramai bersahut-sahutan membahas tentang KHILAFAH. Ada apa dengan khilafah ? Mengapa harus khilafah ? Apakah khilafah betul-betul merupakan solusi untuk kejayaan negeri ini ? Seyogyanya, untuk menjawab tanya tersebut, marilah sama-sama kita kembali membuka lembaran sejarah perjalanan islam pasca wafatnya Rasulullah SAW. Pernahkah kita membaca literatur-literatur atau buku-buku dan semacamnya yang menjelaskan, seperti apa sistem penerapan dari terpilihnya para sahabat Rasulullah SAW sebagai Khalifah yang melanjutkan kepemimpinan islam pasca wafatnya Rasulullah sendiri ? Menurut referensi yang telah saya baca bahwa, sistem terpilihnya para sahabat Nabi, itu tidak menunjukkan adanya konsep kenegaraan islam yang baku dititipkan Rasulullah SAW. Justru pada saat wafatnya Rasulullah SAW pada 632 M, Nabi tidak pernah mewasiatkan kepada para sahabatnya siapa yang layak menggantikan posisinya sebagai pemimpin Keagamaan dan kenegaraan. Pertanyaannya ...

Pesantren sebagai Kiblat Pendidikan

Pernahkah kita berpikir, apa aset terbesar Negeri ini ? Wahai kaum muda , bangsa ini memiliki keragaman mulai dari sisi tradisi, budaya, dan agama. Akankah berbagai keragamaan itu mampu kita terus terjaga dan lestarikan ? Itu pertanyaan penting untuk kalangan muda dengan berbagai macam gagasan dan intelektualitas. Begitu banyak persoalan yang menjadi tantangan kaum muda hari ini. Mulai dari krisis moral, mental, dan praksis pengetahuan dalam kehidupan sehari hari yang kadang disepelekan.     Saya teringat dengan apa yang pernah ditulis oleh Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asyari bahwa, negeri ini punya identitas tersendiri. Identitas yang dimaksud itu adalah keragaman yang dimiliki bangsa ini. Namun adakah wadah yang tetap konsisten melestarikan keragaman itu ? Jawabnya tentu saja PESANTREN . Mungkin itulah wadah pendidikan yang akan saya ulas dalam tulisan ini.     Kenapa harus pesantren ? Sebenarnya semua wadah pendidikan mengajarkan berbagai macam keragama...