Langsung ke konten utama

Cantik ala Om Sosmed



Cantik ala Om Sosmed

Penulis : Islamia Nanda
Editor      : A_S

( Setiap Manusia Adalah Penulis ).

Perempuan harus dapat menyeimbangkan paras cantik, kecerdasaan, dan keindahan Akhlaknya. Kecantikan pada hakikatnya tidak melulu dikaitkan dengan Penampilan seorang perempuan. sebab kecantikan hal yang multitafsir, tergantung dari sisi mana seseorang melihatnya.

Di Zaman sekarang, banyak Perempuan yang lebih terobsesi untuk memperlihatkan kecantikan fisik tanpa memperhatikan kecantikan Akhlak dan Kecerdasaanya.

Fenomena ini Sebenarnya Telah melanda "Generasi milenial" . Dimana mereka berupayah Memanipulasi Sebaik mungkin dirinya  dan menutupi kekurangan dengan Berbagai Cara. Contohnya Saja dalam berdandan. dia Berusaha Memoles sebaik Mungkin Dirinya Dengan Make up Agar Nampak cantik dan menjadi daya tarik. 

Di sinilah perempuan kadang menyiksa diri sendiri sebagai bentuk persepsi  bahwa Dirinya yang Sebenarnya adalah ketika menggunakan make up,  alhasil, sikap kurang percaya diri menjadi kebiasaan ketika terlihat tak menggunakan make up. hehehe

Juga terlihat  sekarang,  banyak  Perempuaan yang Terjebak terhadap persepsi yang keliru. Sesuatu yang di jadikan patokan untuk mendefinisikan Suatu hal. Contohnya persepsi Tentang Kecantikan Seorang Wanita, seolah menjadi pegangan Umum yang sadar atau tidak bahwa wanita yang cantik itu Ketika menggunakan  pakaiaan ala  modern dan sejenisnya.

 Acapkali kita tidak memperdulikan Apakah itu berpengaruh pada pusaran Aurat Atau tidak. 

Tidak semua ya, asal wajar-wajar saja. Hehehe 

Berpakaian ala kemoderenan seringkali menjadi bahan perdebatan, namun upaya untuk mendapatkannya tanpa menghiraukan berapapun  harganya.  

Yang penting dapat Terlihat gaul layaknya masyarakat eropa  modern. Upsss
Hemat penulis, standar kecantikan awalnya berasal dari Om Sosmed. 

Coba miki liat i..

Coba Kita lihat, beberapa iklan yang mempengaruhi pemikiran dan sikap, sehingga kita dapat yakin atas apa yang di tawarkan. iklan tidak hanya menawarkan produk tetapi juga mengubah pandangan hidup.

Nah, Di sinilah peran kita sebagai Perempuan yang Cerdas, Kita Berperan untuk membedakan apakah hal tersebut benar atau tidak. Apakah kecantikan hanya di ukur Dengan Pakaiaan yang kita gunakan? Tentunya tidak. maka dari itu,yakinlah bahwa hal tersebut  hanya suatu nilai yang dikampanyekan iklan iklan lewat media yang mencoba mengubah persepsi kita, sehingga kita menyakini terhadap apa yang di tawarkan bahwa benar adanya.

Sadarlah, kita dilahirkan Dengan segenap Kelebihan Dan kekurangan Masing- Masing. Tidak Perlu Malu atas apa yang telah Allah Anugrahkan Pada diri kita. justru kita lebih malu jika kita Selalu hidup Dalam Pencitraan yang Sebenarnya, Bukan hal Yang benar benar ada pada diri kita.

Sebagai Perempuaan Generasi penerus bangsa,  kita seharusnya membuka mata dan fikiran mengenai Peristiwa Tersebut, agar kita Tidak  Mudah Terjerumus Terhadap persepsi yang keliru.

Quraish Shihab dalam salah satu karyanya yang berjudul “perempuan” mengatakan.
“agama Islam menganjurkan untuk memadukan keindahan, antara keindahan fisik/jasmani dengan keindahan rohani/hati. Tuntunannya di samping berkaitan dengan inner beauty, yaitu keindahan yang terpancar dari dalam diri seseorang, juga keindahan dari luar”. (Quraish Shihab,2018).

Sehingga  Kecantikan wanita  Bukan hanya dilihat dari pesona ragawinya saja, Melainkan Bagaimana Dia Menjadi Insan Yang Sederhana, Ber akhlak mulia, dan  dapat memberikan Teladan yang baik pada Setiap Tutur katanya.

Beberapa Perempuaan terdahulu di kenal  sampai Saat ini bukan Cuma karena kecantikan fisiknya saja, tetapi Mereka di kenal karena memiliki Suatu Karya atau prestasi yang   memberikan  inspirasi, sehingga Sampai saat ini karyanya selalu di kenang dan  di jadikan teladan.

Pada Akhirnya, yang tak kalah Terpenting bagi Wanita adalah mampu menjaga Sebaik mungkin harga dirinya, Serta  menyeimbangkan paras cantik dengan Kecerdasan, serta keelokan Akhlak pada Dirinya.  Apalagi  Islam Telah mengatur Sedemikian rupa untuk Menjaga dan Memuliakan Seorang Perempuaan.

Saya menyadari bahwa apa yang saya tulis ini jauh dari kata Sempurna, Apalagi diri saya Mungkin tidak  bisa sepenuhya seperti apa yang saya tulis. Tugas kita sekarang adalah saling mengingatkan untuk terus berkarya, berliterasi, dan berprestasi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...

Generasi Z dan Artifisial Intelegensi

  Penulis : Muhammad Arya Gandi Abdillah Setiap zaman istilah yang dilabelkan pada setiap generasi selalu berubah-ubah mulai dari generasi old, generasi milineal, dan generasi sekarang yakni generasi z. Seiring dengan perkembangan zaman maka perkembangan setiap generasi pun berubah. Perubahan istilah tersebut telah berdampak pada sistem serta cara hidup masyarakat, dengan pengalihannya pada alur teknologi, lalu perubahan demikian telah juga merembet pada generasi yang hampir seluruh aturan kehidupannya telah di sandarkan semuanya pada teknologi. Generasi z telah menjadi label bagi kalangan muda masa kini, dimana era penguasaan teknologi digunakan dalam beragam sektor. Ketika tidak memanfaatkan hal demikian untuk mencari serta menggunakan teknologi sebagai mana mestinya, maka manusia menjadi terlena oleh teknologi yang ada. Teknologi adalah peluang besar para generasi z untuk menemukan informasi positif dibalik penyajian teknologi, apalagi teknologi telah menggurita didalam setiap a...