Langsung ke konten utama

Pentingnya Menjaga Diri Dari Covid-19


Pentingnya Menjaga Diri Dari Covid-19



Oleh     : Angga Kuswara
Editor  : A.s

Berbagai macam cara telah dilakukan kebanyakan orang dalam menghindari penyebaran covid-19,  beberapa himbauan pemerintah mulai dari penjagaan diri secara maksimal, pemberlakuan PSBB dikota-kota besar sampai pada pembuatan faksin untuk dapat menghilangkan virus corona. Himbauan pemerintah senada dan seirama dengan protokol kesehatan yakni masyarakat tetap waspada dan menjaga diri dari penyebaran covid-19.

Menjaga diri dari virus corona berarti kita menyelamatkan diri kita, keluarga, kerabat, tetangga dan masyarakat. Tentunya hal tersebut sangat diharapkan dapat tertanam dalam diri seseorang sehingga besar kemungkinan, cepat atau lambat, kita dapat bersama-sama memutus rantai penyebaran virus corona atau covid-19.

Virus corona atau covid-19 adalah virus yang mematikan, menyerang saluran pernapasan sehingga  dapat membuat seseorang menjadi sesak napas, berbagai jaringan media dengan pemberitaannya seringkali menayangkan korban covid-19 yang meninggal dunia.

Virus corona atau covid-19, mudah sekali menyebar ke setiap benda atau seseorang, ketika ia menyentuh barang yang terdapat virus corona, Virus tersebut menyebar secara cepat sehingga banyak masyarakat saat ini terpapar atau terjangkit. Virus tersebut menyerang usia yang lebih rentan yakni orang yang lebih tua, dikarenakan daya tahan tubuh yang mulai melemah, namun bukan hal yang harus dipungkiri bahwa usia muda pun juga akan terpapar.

Saat ini, Indonesia termasuk pada zona
merah penularan covid 19. DKI Jakarta merupakan daerah yang sensus penduduk paling terbanyak terjangkit covid-19, Jumlah kasus positif di Indonesia setiap hari meningkat dengan jumlah yang drastis tinggi dengan data yang diperoleh dari  "Kemenkes RI" atau Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. dr. Achmad Yurianto juru bicara penanganan virus corona atau covid-19 mengatakan bahwa jumlah positif  pada tanggal 16 mei 2020 sebanyak 16.486 orang,  Sembuh 3.803 orang,  Meninggal dunia 1.076 orang. Data tersebut akan terus meningkat manakala kurangnya kesadaran untuk menjaga diri.

Hal tersebut seharusnya menjadi acuan bagi kita untuk tetap menjaga diri dari covid-19. Mengikuti himbauan pemerintah dan protokol kesehatan ketika ingin keluar rumah dengan menggunakan masker, kaos tangan, menjaga jarak dengan orang lain, menghidari kerumunan, mencuci tangan dan sebagainya.

Apa yang harus kita lakukan untuk menjaga diri dari virus corona atau covid-19  selain dari beberapa anjuran di atas ?, Anjuran yang biasa kita dengarkan untuk menghilangkan virus corona yakni berada dibawah sinar matahari pagi.

Sangat disarankan untuk berdiam diri pada pukul  07.00  sampai pada pukul 10.00  di bawah matahari pagi. Hal tersebut ternyata mempunyai dampak yang sangat baik, dapat membunuh organisme-organisme kecil seperti halnya virus corona atau covid-19.

Cara yang lain yang bisa kita lakukan yakni sesering-sering mungkin melakukan olah raga di dalam rumah, memakan makanan yang sehat seperti buah-buahan, dan minuman sehat  yang banyak mengandung vitamin untuk tetap menjaga daya ketahanan tubuh.

Sebagai garda terdepan yakni Dokter, TNI, Polri menangani penyebaran virus corona atau covid-19. Orang yang paling rentan terjangkit virus corona adalah kebanyakan dari mereka yang  melalukan kontak fisik secara langsung terhadap pasien positif virus corona.

 Harapan yang tertuang sedalam-dalamnya yakni marilah kita bersama-sama memutus rantai penyebaran virus corona atau covid-19 ini di Indonesia, kalo bukan kita siapa lagi yang dapat memutus rantai penyebaran virus corona. Taat pada aturan pemerintah dengan menjaga jarak, memakai masker, dan sering mencuci tangan.
Semoga corona cepat berlalu…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

Pesantren sebagai Kiblat Pendidikan

Pernahkah kita berpikir, apa aset terbesar Negeri ini ? Wahai kaum muda , bangsa ini memiliki keragaman mulai dari sisi tradisi, budaya, dan agama. Akankah berbagai keragamaan itu mampu kita terus terjaga dan lestarikan ? Itu pertanyaan penting untuk kalangan muda dengan berbagai macam gagasan dan intelektualitas. Begitu banyak persoalan yang menjadi tantangan kaum muda hari ini. Mulai dari krisis moral, mental, dan praksis pengetahuan dalam kehidupan sehari hari yang kadang disepelekan.     Saya teringat dengan apa yang pernah ditulis oleh Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asyari bahwa, negeri ini punya identitas tersendiri. Identitas yang dimaksud itu adalah keragaman yang dimiliki bangsa ini. Namun adakah wadah yang tetap konsisten melestarikan keragaman itu ? Jawabnya tentu saja PESANTREN . Mungkin itulah wadah pendidikan yang akan saya ulas dalam tulisan ini.     Kenapa harus pesantren ? Sebenarnya semua wadah pendidikan mengajarkan berbagai macam keragama...

Tonggak Berdirinya Negara

Terlepas daripada pengakuan secara de facto dan de jure, negara mampu berdiri kokoh dan utuh serta unggul terkemuka di kancah internasional. Namun justru hal ini luput dari ruang-ruang publik dan malah di pelintir oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Wacana demi wacana beredar di khalayak untuk di jadikan ladang subur untuk di konsumsi masyarakat yang tidak berfaedah. Tindakan ekslusif yang tak menjanjikan terlebih lagi mematikan nalar kritis bagi kaum cendekiawan. Teringat beberapa fenomena yang terjadi, yang tak lain dan tak bukan adalah untik hasrat kapitalis media memainkan instrumennya dengan ritme yang sempurna. Hanya mengingatkan kembali bahwa kita selayaknya mengetahui relasi antara rakyat, pemerintah, kaum cendekiawan, budaya dan spiritualitas untuk menjaga esensi yang hingga saat ini membuat negara kita menjadi terbelakang dan hanya di pandang sebelah mata oleh negara adidaya. Skenario ini di buat lembaga-lembaga intelegent untuk mengambil peran yang sub...