Mengakhiri Wabah Pandemi dengan cara
Mendisiplinkan diri sendiri
Penulis : Masyita Taulabi
Editor : A.s
Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, salah satu kota di China. Simpang siur kabar soal sumber kemunculan virus ini, mulai dari makanan hingga hewan-hewan unggas. Hal ini dikarenakan belum adanya informasi jelas soal asal muasal kemunculan virus tersebut.
Penularannya yang begitu cepat dan gejalanya baru terlihat setelah 14 hari mengakibatkan banyak masyarakat yang terinfeksi virus ini. virus ini menyebar ke berbagai negara di belahan dunia termasuk di Indonesia.
Berdasarkan data statistik Johns Hopkins University Medicine, Indonesia menempati urutan ke-33 pada kasus Covid-19 secara global dari 188 negara yang sudah terpapar virus tersebut. Ini di akibatkan karena masyarakat Indonesia tidak mematuhi protokol kesehatan dan himbauan pemerintah yang mengakibatkan para tenaga medis kewalahan menangani pasien yangg setiap hari semakin bertambah.
"Indonesia terserah". Ungkap salah satu petugas medis covid 19 yaitu dokter debryna, beberapa waktu lalu. tagar "Indonesia terserah" sempat menjadi perbincangan di media sosial. Bagaimana tidak, ini menggambarkan bentuk kekecewaan para tenaga medis kepada masyarakat yg masih menganggap remeh pandemi covid 19 ini.
Yah, seperti yang kita ketahui bahwa di luar sana masih terjadi banyak penularan akibat dari masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, tidak menggunakan masker ketita berada diluar rumah, tidak menerapkan social distancing, tidak mencuci tangan dan sebagainya.
Sedangkan kita ketahui bersama bahwa kasus positif covid 19 semakin hari semakin melonjak. di kutip dari halaman KOMPAS.com - Jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona di Indonesia bertambah sebanyak 687 kasus dalam 24 jam terakhir.
Dengan demikian, total kasus Covid-19 hingga Kamis (28/5/2020) pukul 12.00 WIB mencapai 24.538 kasus.
Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, kenaikan jumlah kasus Covid-19 paling tinggi terjadi di Jawa Timur. Berdasarkan data pemerintah, penambahan kasus di provinsi tersebut mencapai 171 kasus.
Rupanya masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi aturan pemerintah untuk tetap stay at home. Mungkin mereka tidak memikirkan bagaimana perjuangan para tenaga medis yang berjuang melawan pandemi virus ini, mereka bekerja mati-matian menyembuhkan pasien yg terinfeksi. Bahkan sebagian dari tenaga medis ada yang harus kehilangan nyawa mereka.
Bukan hanya itu, mereka bahkan harus rela terpisah dari orang-orang yang mereka kasihi. Bukan tanpa alasan tagar "Indonesia terserah" bergema mengingat belakangan ini banyak terjadi pelanggaran aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di lingkungan masyarakat, dan akibatnya bukan hanya berimbas kepada diri mereka sendiri tapi juga kepada orang lain.
Para tim medis kelelahan akibat kewalahan. Silahkan kalian bereuforia kuatkan diri masing-masing, karena mereka yang kuat imun tubuhnya dialah yang akan bertahan tidak mudah terinfeksi virus ini. namun dia yang lemah imun tubuhnya dialah yang akan mudah terinfeksi.
Gambarannya sih seperti hukum rimba yah, siapa yg kuat dialah yang akan tetap hidup. Marilah kita bersama-sama melawan pandemi virus ini agar pandemi ini segera berakhir dengan cara stay at home dan mengikuti protokol kesehatan agar kita bisa kembali beraktivitas seperti sediakala.

Komentar
Posting Komentar