Langsung ke konten utama

PRADUGA MANUSIA MENGENAI KEMUNCULAN COVID- 19

PRADUGA MANUSIA MENGENAI KEMUNCULAN COVID- 19
Penulis : Muh.aynul yaqin

Saya bukanlah sastrawan yang piawai dalam merangkai kata demi kata yang membuat orang lain takjub ketika melihatnya, melainkan saya hanya Insan Awam mencoba menuangkan isi kepala di atas kertas dengn bantuan gerakan ayunan pena sehingga Orang bisa mengetahui sedikit tentang problem yang terjadi saat ini.

 Belahan dunia telah di gemparkan oleh salah satu Mahluk Mikro Biologis (COVID 19) dari sekian banyaknya Negara di dunia, kini tinggal beberapa saja yang masih steril dari pandemik tersebut, dan negara yang masih belum terkena virus ini kebanyakan dari Negara kepulauan, salah satunya ialah negara terpencil dengan Akses keluar masuk sangat memungkinkan, juga tidak begitu padat akan  (SDM), ialah kepulauan Solomon, berbatasan langsung dengan laut Papua Nugini.

Berdasarkan pendataan CNN Indonesia hari ini Sabtu 18 April 2020 tercatat kasus positif COVID 19 in mencapai Angka 2.240 768 dan merenggut nyawa sebanyak 153 871 Jiwa. Tentu ini bukan angka yang sedikit. Kurang lebih sekitar 6 bulan sudah Pandemik ini muncul, dan virus ini pertama kali terindikasi berasal dari Kota Wuhan Ibukota Provinsi Hubey China.

   Seketika kota ini menjadi terkenal di sebabkan kemunculan pandemik, tapi, sampai saat ini, menurut penulis, belum ada kejelasan yang pasti mengenai penyebab kemunculan Pandemik tersebut. Kebanyakan Orang hanya bisa berasumsi,bahkan ada juga yang menyalahkan binatang, hemat saya kalau memang ini terjadi karena binatang yang di konsumsi oleh masyarakat di sana ,hewan jorok atau hewan yang tidak layak di makan manusia,  jika begitu tidak usahlah jauh-jauh ke china, di indonesia juga memiliki pasar seperti itu, bahkan mungkin lebih ekstream lagi di banding dengan kota wuhan (Cina)

Pasar tersebut berada di kota Manado, di  pasar inilah penjualan berbagai jenis binatang yang tak layak di makan, seperti Anjing, Babi, kelelawar, Kodok dll, nah ketika ke 4 binatang ini di cap sebagai penyebab kemunculan virus tersebut, maka itu adalah hal yang sama sekali Absurd bagi saya. Ada juga Teori yang mengatakan bahwa virus ini di sebabkan karena meletusnya tabung biologis, tapi saya juga tidak tau persis,ini tabung apa, mungkin teori ini sedikit masuk akal ,tapi ini hanya masih sebatas praduga menurut saya. beberapa pernyataan mereka belum ada yang benar-benar faktual, akibat penyebab kemunculan Covid ini.

Ada juga Teori lain mengatakan bahwa bencana ini adalah peringatan dari tuhan untuk seluruh khalayak yang mendiami dunia saat ini,  sebagai Insan kamil kita percaya tuhan itu ada dan segala ketetapan nya memang bisa ada, bahwa  ini teguran untuk kita, karena selama ini kita kurang perduli terhadap apa yang telah di titipkan kepada kita.
Dengan adanya covid ini kita di ajarkan sebagai makhluk untuk menggunakan akal  sebaik-baiknya, tidak hanya berbuat kerusakan di dunia serta mementingkan ego tanpa memikirkan bahwa semua itu milik tuhan. Dunia ini milik tuhan ketika kita merusak nya pasti ia tidak akan tinggl diam. Ibarat dunia ini adalah Barang milik pribadi, ketika ada orang lain ingin merusaknya pasti sebagai si pemilik tidak  akan diam terpaku membiarkan barang miliknya dirusak, melainkan dengan pasti akan mencegahnya dan apabila barang  itu di rusak maka pemilik akan murka kepada dia dan melakukan berbagi macam cara untuk membalas atas imbas atas perbuatan yang di lakukan

Tapi saya rasa tuhan bukan tipe pendendam melainkan ia sang pengampun pengibaratan tadi hanya cerminan agar kita sadar diri bahwa kita sebagai manusia tidak perlu melampaui batas dari sang pencipta ,karena pada dasarnya, kita ini hanyalah tanah yang di di beri nyawa, serta di bekali akal untuk di uji siapa di antara manusia ini yang paling baik. Kita perlu menyadari bahwa yang bisa berbuat segalanya itu hanyalah sang khalik tidak  ada yang setara dengan dia.

Akhir dari ulasan ini saya mengajak kepada anda sebagai pembaca bahwa tulisan ini untuk senantiasa bermunajad kepada Allah Swt semoga badai in segera berlalu dan kita petik hikmah dari kejadian ini Semoga Kita semua dalam lindungan Allah Swt dan di berikan kesehatan Aamiin.
Ahiru kalam wallahul muafiq ila'aqwamittariq
Wassalamualaikum warohamtullahi wabarokatu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tonggak Berdirinya Negara

Terlepas daripada pengakuan secara de facto dan de jure, negara mampu berdiri kokoh dan utuh serta unggul terkemuka di kancah internasional. Namun justru hal ini luput dari ruang-ruang publik dan malah di pelintir oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Wacana demi wacana beredar di khalayak untuk di jadikan ladang subur untuk di konsumsi masyarakat yang tidak berfaedah. Tindakan ekslusif yang tak menjanjikan terlebih lagi mematikan nalar kritis bagi kaum cendekiawan. Teringat beberapa fenomena yang terjadi, yang tak lain dan tak bukan adalah untik hasrat kapitalis media memainkan instrumennya dengan ritme yang sempurna. Hanya mengingatkan kembali bahwa kita selayaknya mengetahui relasi antara rakyat, pemerintah, kaum cendekiawan, budaya dan spiritualitas untuk menjaga esensi yang hingga saat ini membuat negara kita menjadi terbelakang dan hanya di pandang sebelah mata oleh negara adidaya. Skenario ini di buat lembaga-lembaga intelegent untuk mengambil peran yang sub...

PANCASILA or KHILAFAH ?

Jagat raya media sosial akhir-akhir ini, ramai bersahut-sahutan membahas tentang KHILAFAH. Ada apa dengan khilafah ? Mengapa harus khilafah ? Apakah khilafah betul-betul merupakan solusi untuk kejayaan negeri ini ? Seyogyanya, untuk menjawab tanya tersebut, marilah sama-sama kita kembali membuka lembaran sejarah perjalanan islam pasca wafatnya Rasulullah SAW. Pernahkah kita membaca literatur-literatur atau buku-buku dan semacamnya yang menjelaskan, seperti apa sistem penerapan dari terpilihnya para sahabat Rasulullah SAW sebagai Khalifah yang melanjutkan kepemimpinan islam pasca wafatnya Rasulullah sendiri ? Menurut referensi yang telah saya baca bahwa, sistem terpilihnya para sahabat Nabi, itu tidak menunjukkan adanya konsep kenegaraan islam yang baku dititipkan Rasulullah SAW. Justru pada saat wafatnya Rasulullah SAW pada 632 M, Nabi tidak pernah mewasiatkan kepada para sahabatnya siapa yang layak menggantikan posisinya sebagai pemimpin Keagamaan dan kenegaraan. Pertanyaannya ...

Pesantren sebagai Kiblat Pendidikan

Pernahkah kita berpikir, apa aset terbesar Negeri ini ? Wahai kaum muda , bangsa ini memiliki keragaman mulai dari sisi tradisi, budaya, dan agama. Akankah berbagai keragamaan itu mampu kita terus terjaga dan lestarikan ? Itu pertanyaan penting untuk kalangan muda dengan berbagai macam gagasan dan intelektualitas. Begitu banyak persoalan yang menjadi tantangan kaum muda hari ini. Mulai dari krisis moral, mental, dan praksis pengetahuan dalam kehidupan sehari hari yang kadang disepelekan.     Saya teringat dengan apa yang pernah ditulis oleh Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asyari bahwa, negeri ini punya identitas tersendiri. Identitas yang dimaksud itu adalah keragaman yang dimiliki bangsa ini. Namun adakah wadah yang tetap konsisten melestarikan keragaman itu ? Jawabnya tentu saja PESANTREN . Mungkin itulah wadah pendidikan yang akan saya ulas dalam tulisan ini.     Kenapa harus pesantren ? Sebenarnya semua wadah pendidikan mengajarkan berbagai macam keragama...