Langsung ke konten utama

"Perempuan Dalam Belenggu Make Up di Ruang Digitalisasi"

Perempuan Dalam Belenggu Make Up di Ruang Digitalisasi

Oleh : Indah Maharani Azis
Editor : A.D

 Seakan tersentak bukan main, melihat fenomena-fenomena di dunia nyata tentang seorang perempuan, perempuan yang katanya cantik karena polesan make up di wajahnya, perempuan dengan segala kegaduhannya pada dunia, menjadikan dirinya seakan begitu ribet dengan berbagai keunikan yang bersemayam dalam jiwanya.

Ya, perempuan dengan peralatan kecantikan selalu identik dengan kedunguan dan ketertinggalan ilmu pengetahuan katanya, Stigma tentang hal itu telah mendarah daging di kepala orang-orang yang melihatnya, tanpa tau dan paham terhadap hal yang sebenarnya.

Sangat miris ketika perawatan kecantikan di labeli sebagai hal yang kurang baik bagi seorang perempuan, bukankan sudah menjadi fitrah seorang perempuan sebagai perhiasan dunia ? Apakah kendati dengan adanya pro dan kontra yang terjadi di kalangan masyarakat perihal  ini, menjadikan seorang perempuan harus sepenuhnya menjadi apa yang di inginkan oleh kepala-kepala manusia yang melihatnya ?

 Sungguh sangat menyayat hati bukan ?  ketika nyatanya cantik adalah anugerah, dan kecerdasan adalah potensi yang semua perempuan dan makhluk hidup lain memilikinya, tak ada yang salah, hanya opini yang terkadang membuat perempuan yang bertabiat pemalu tak ingin menunjukkan keahliannya. Sedangkan mereka yang bertabiat periang justru asik melenggak lenggokkan karyanya meski kadang tak sesuai dengan selera.

Perempuan oh perempuan,dengan make up kau nampak cantik, kreatif  bahkan menjadi panutan dan teladan bangsa ini. Kau cantik dengan dirimu, kau cantik dengan karyamu, kau cantik dengan kemahiranmu, dan pada sisi feminisme mu yang memukau membuat kemaskulinan mu nampak  pada situasi yang seharusnya, kau yang kokoh nan kuat, mampu menjadi penopang bagi negara dan bangsa ini.

Akankah lahir perempuan-perempuan pembaharu mengikuti semangat juang para perempuan hebat leluhur bangsa, mengikuti tabiat dan gerak juang seorang Raden Ajeng Kartini, Menjadi pelopor perempuan penerang cahaya di kegelapan.  Akankah lahir kembali sosok seperti dewi sartika, dewi sartika berikutnya yang akan melanjutkan semangat perjuangan pendidikan bangsa ini ?

 Sejenak tercengang, banyak dari mereka kaum perempuan yang terpenjara pada rumah-rumah digitalisasi modern, media sosial menjadi tongkrongannya, Mati suri dalam berkarya, Namun justru terbelenggu di rumah digitalisasi dengan berbagai tawaran tawaran produk-produk penjajahan lainnya !

Perempuan ku, semoga semangat pembaharu dan pengabdian masi bersamayam dalam jiwamu. tak apa bila kau tak cantik, sebab make up bisa merubahmu. tapi satu hal harus kita ketahui bahwa make up tak dapat mencerdaskanmu., jangan jadi perempuan buta teknologi. jadilah perempuan melek kondisi, memanfaatkan teknologi sesuai dengan fungsinya, dan jadilah hebat dengan karya dan pengabdian mu, untuk menjadi pelopor dan penopang gerakan perempuan di indonesia.

Selamat menyambut hari Kartini

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tonggak Berdirinya Negara

Terlepas daripada pengakuan secara de facto dan de jure, negara mampu berdiri kokoh dan utuh serta unggul terkemuka di kancah internasional. Namun justru hal ini luput dari ruang-ruang publik dan malah di pelintir oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Wacana demi wacana beredar di khalayak untuk di jadikan ladang subur untuk di konsumsi masyarakat yang tidak berfaedah. Tindakan ekslusif yang tak menjanjikan terlebih lagi mematikan nalar kritis bagi kaum cendekiawan. Teringat beberapa fenomena yang terjadi, yang tak lain dan tak bukan adalah untik hasrat kapitalis media memainkan instrumennya dengan ritme yang sempurna. Hanya mengingatkan kembali bahwa kita selayaknya mengetahui relasi antara rakyat, pemerintah, kaum cendekiawan, budaya dan spiritualitas untuk menjaga esensi yang hingga saat ini membuat negara kita menjadi terbelakang dan hanya di pandang sebelah mata oleh negara adidaya. Skenario ini di buat lembaga-lembaga intelegent untuk mengambil peran yang sub...

PANCASILA or KHILAFAH ?

Jagat raya media sosial akhir-akhir ini, ramai bersahut-sahutan membahas tentang KHILAFAH. Ada apa dengan khilafah ? Mengapa harus khilafah ? Apakah khilafah betul-betul merupakan solusi untuk kejayaan negeri ini ? Seyogyanya, untuk menjawab tanya tersebut, marilah sama-sama kita kembali membuka lembaran sejarah perjalanan islam pasca wafatnya Rasulullah SAW. Pernahkah kita membaca literatur-literatur atau buku-buku dan semacamnya yang menjelaskan, seperti apa sistem penerapan dari terpilihnya para sahabat Rasulullah SAW sebagai Khalifah yang melanjutkan kepemimpinan islam pasca wafatnya Rasulullah sendiri ? Menurut referensi yang telah saya baca bahwa, sistem terpilihnya para sahabat Nabi, itu tidak menunjukkan adanya konsep kenegaraan islam yang baku dititipkan Rasulullah SAW. Justru pada saat wafatnya Rasulullah SAW pada 632 M, Nabi tidak pernah mewasiatkan kepada para sahabatnya siapa yang layak menggantikan posisinya sebagai pemimpin Keagamaan dan kenegaraan. Pertanyaannya ...

Pesantren sebagai Kiblat Pendidikan

Pernahkah kita berpikir, apa aset terbesar Negeri ini ? Wahai kaum muda , bangsa ini memiliki keragaman mulai dari sisi tradisi, budaya, dan agama. Akankah berbagai keragamaan itu mampu kita terus terjaga dan lestarikan ? Itu pertanyaan penting untuk kalangan muda dengan berbagai macam gagasan dan intelektualitas. Begitu banyak persoalan yang menjadi tantangan kaum muda hari ini. Mulai dari krisis moral, mental, dan praksis pengetahuan dalam kehidupan sehari hari yang kadang disepelekan.     Saya teringat dengan apa yang pernah ditulis oleh Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asyari bahwa, negeri ini punya identitas tersendiri. Identitas yang dimaksud itu adalah keragaman yang dimiliki bangsa ini. Namun adakah wadah yang tetap konsisten melestarikan keragaman itu ? Jawabnya tentu saja PESANTREN . Mungkin itulah wadah pendidikan yang akan saya ulas dalam tulisan ini.     Kenapa harus pesantren ? Sebenarnya semua wadah pendidikan mengajarkan berbagai macam keragama...