Langsung ke konten utama

Negara Adidaya Melawan Covid 19

Negara Adidaya Melawan Covid 19

Penulis : Ilham Andi Lukman
Editor   : A.D

Sekitar lima bulan yang lalu, tepat di akhir penghujung tahun 2019 salah satu negara adidaya yang ada di dunia yakni china, telah di landa oleh wabah penyakit pandemi covid 19 atau biasa di sebut dengan corona. Wabah ini pertama kali menyerang salah satu kota dengan pusat perusahan  industri terbesar yaitu wuhan-china.

Seiring berjalanya waktu, wabah covid 19 ini rupanya mengagetkan dunia dan Negara secara mengglobal, salah satunya adalah indonesia. Beberapa media menyiarkan berita berita  bahwa wabah tersebut telah memakan banyak korban hingga berjatuha di kota wuhan china, kemudian menjadi trending topik di seluruh penjuru dunia.

Hal ini kemudian di perbincangkan oleh beberapa negara untuk mengetahui asal usul dari wabah atau virus tersebut. muncullah beberapa kritikan dan komentar dari beberapa kalangan dan golongan, Serta beberapa peneliti yang ada di dunia mengungkapkan bahwa virus tersebut berasal dari tabung kimia yg meletus, pernyataan kedua mengatakan berasal dari hewan.

Rupanya secara perlahan virus tersebut telah tersebar di beberapa negara.Hampir seluruh negara yang ada di dunia terpapar virus ini. Sebut saja italia, negara yg di serang oleh wabah covid 19 yg dalam perharinya memakan banyak korban kurang lebih dua ribu  jiwa, dan masih banyak lagi negara yg terpapar virus tersebut.

Melacak beberapa literatur sejarah, banyak tokoh-tokoh yg berpendapat bahwa dunia hanya bisa menampung sebanyak 11 milyar populasi manusia, dan akhir tahun 2018 para ilmuan telah mencatat sebanyak 12 milyar penduduk yang ada di dunia.
Negara adidaya yg kedua yakni amerika serikat, rupanya juga melawan covid 19. menurut sember berita, urutan pertama yg menduduki jumlah angka kematian tertinggi adalah amerika Serikat. Perhari bisa memakan korban sebanyak 2000 jiwa. Hal demikian mengakibatkan beberapa negara telah melakukan lokcdown untuk  memutuskan rantai penyebaran virus tersebut.

 pada saat pertemuaan G20 yg di adakan oleh beberapa negara untuk melakukan perbincangan guna membahas tentang proses melawan covid 19, hasil akhir dari pertemuan tersebut adalah mengumpulkan para ahli kesehatan dan penelitian ilmiah untuk mencari vaksin dari virus covid 19.

Banyak kritikan dan komentar yg di keluarkan oleh beberapa tokoh dan beberapa orang yang mengatakan bahwa virus ini muncul karena terjadinya perang dagang antara  dua negara adidaya, yakni china dan amerika. Sebelum virus ini muncul kedua negara tersebut mengalami permasalahan perekonomian, di antaranya ketika amerika mengekspor barang ke china, China tersebut menaikkan bea cukai 2,5 persen, begitupun dengan china saat mengekspor  barang ke amerika, Amerika  juga menaikkan bea cukai untuk china sebanyak 2,5 persen.

ini menjadi perbincangan hangat beberapa kalangan di media sosial. kemudian menjadikan amerika gagal dalam memimpin laju ekonomi china yg bgtu pesat.Tak kalah menghebohkan akhir-akhir ini china bertekad untuk membuat bulan dan matahari buatan, sedangkan amerika membuat alat transportasi seperti mobil tanpa driver.

 Melihat kembali ke kota wuhan, keadaan kembali kondusif.  Para tim medis dan ahli kesehatan sudah di pulangkan ke tempat masing-masing,  dan aktitifitas sudah berjalan seperti biasa. Nah ini kemudian yang menjadi pertanyaan ?, Apakah di china sudah memiliki vaksin dari virus tersebut, atau mereka punya cara baru dalam melawan virus corona, Wallahu a’lam. Sedangkan amerika saat ini menjadi Negara yang menduduki posisi tertinggi terindikasi virus corona, dilansir dari beberapa media menayangkan bahwa penyebaran virus corona di amerika akan terus bertambah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tonggak Berdirinya Negara

Terlepas daripada pengakuan secara de facto dan de jure, negara mampu berdiri kokoh dan utuh serta unggul terkemuka di kancah internasional. Namun justru hal ini luput dari ruang-ruang publik dan malah di pelintir oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Wacana demi wacana beredar di khalayak untuk di jadikan ladang subur untuk di konsumsi masyarakat yang tidak berfaedah. Tindakan ekslusif yang tak menjanjikan terlebih lagi mematikan nalar kritis bagi kaum cendekiawan. Teringat beberapa fenomena yang terjadi, yang tak lain dan tak bukan adalah untik hasrat kapitalis media memainkan instrumennya dengan ritme yang sempurna. Hanya mengingatkan kembali bahwa kita selayaknya mengetahui relasi antara rakyat, pemerintah, kaum cendekiawan, budaya dan spiritualitas untuk menjaga esensi yang hingga saat ini membuat negara kita menjadi terbelakang dan hanya di pandang sebelah mata oleh negara adidaya. Skenario ini di buat lembaga-lembaga intelegent untuk mengambil peran yang sub...

Perempuan sebagai Hamba Allah Swt

  Perempuan sebagai Hamba Allah Swt penulis: Nur Azima “cara pandang yang membeda-bedakan status gender (jenis kelamin), ras, suku, agama dan bangsa bukanlah cara pandang Tuhan melainkan cara pandang manusia” _KH. Husein Muhammad_ Islam sangat memperhatikan kondisi dan kedudukan perempuan. Islam  melakukan transformasi sosial atas status, posisi, dan peran perempuan, baik dalam ruang domestik maupun publik dengan cara-cara yang mulia tanpa melewatI atau mempertentangkan batas yang menjadi koodrat bagi perempuan Sejarah  yang tidak terelakkan mengamini kita untuk melihat keagungan Allah Swt dalam menciptakan makhluknya dengan sebaik-baiknya. Diantara Allah itu maha maha ‘adil’, subtansi Al-Quran adalah cinta dan kasih sayang, dengan demikian substansi Al-Qur’an juga seluruhnya juga tergambarkan sebuah keadilan sebagai manifestasi cintanya, termasuk adil antara laki-laki dan perempuan.  Pada zaman ‘jahiliyah’ kondisi perempuan sangatlah tidak manusiawi, begitu banyak p...

Pesantren sebagai Kiblat Pendidikan

Pernahkah kita berpikir, apa aset terbesar Negeri ini ? Wahai kaum muda , bangsa ini memiliki keragaman mulai dari sisi tradisi, budaya, dan agama. Akankah berbagai keragamaan itu mampu kita terus terjaga dan lestarikan ? Itu pertanyaan penting untuk kalangan muda dengan berbagai macam gagasan dan intelektualitas. Begitu banyak persoalan yang menjadi tantangan kaum muda hari ini. Mulai dari krisis moral, mental, dan praksis pengetahuan dalam kehidupan sehari hari yang kadang disepelekan.     Saya teringat dengan apa yang pernah ditulis oleh Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asyari bahwa, negeri ini punya identitas tersendiri. Identitas yang dimaksud itu adalah keragaman yang dimiliki bangsa ini. Namun adakah wadah yang tetap konsisten melestarikan keragaman itu ? Jawabnya tentu saja PESANTREN . Mungkin itulah wadah pendidikan yang akan saya ulas dalam tulisan ini.     Kenapa harus pesantren ? Sebenarnya semua wadah pendidikan mengajarkan berbagai macam keragama...