Langsung ke konten utama

ENAM PULUH TAHUN PMII

ENAM PULUH TAHUN PMII

Tak banyak organisasi yang masih bisa eksis di usia 60 Tahun. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) salah satunya. Perjalanan yang cukup panjang, menghadapi berbagai situasi, bahkan ikut andil dalam peristiwa kelam, menjadi penanda bahwa PMII bukanlah organisasi yang biasa-biasa saja. 

Pertanyaan yang seringkali muncul pada setiap menjelang Harlah PMII; apakah PMII masih relevan saat ini? Terlepas dari kata orang, bagi saya PMII masih relevan dan tetap menarik sama seperti ketika saya menjatuhkan pilihan masuk di organisasi tersebut. Sebagai bukti, ada banyak kader-kader PMII yang terlibat pada posisi strategis, diantaranya yang berada di garda terdepan mendedikasikan hidupnya melakoni profesi sebagai tenaga pendidik, pengusaha atau wiraswasta, NGO, Petani, Nelayan, Jurnalis dan pengambil kebijakan. Hingga tulisan ini tayang, saya masih mengikuti proses perjalanan PMII dan akan terus berbangga dengan hal itu.

Saya sungguh senang, sebab kader-kader PMII begitu semangat berjuang dalam menjaga marwah dan martabat organisasi. Meskipun banyak juga hal yang mengejutkan yang dilakukan semisalnya penyalahgunaan jabatan  dibeberapa pengurus PKC wilayah yang merusak tatanan proses kaderisasi di cabang-cabang yang produkstif. Belum lagi beberapa kader yang aktif di lingkup Organisasi Kepemudaan ikut menyepakati RUU Omnibus Law yang dianggap bermasalah.

Yang lebih menghebohkan adalah keterterlibat PB PMII pada Aksi protes terhadap KPK dengan tudingan KPK disusupi kepentingan Politik hingga menimbulkasn aksi ricu, tentunya ada  banyak yang berpendapat bahwa keterlibatan PMII dalam aksi tersebut tidaklah murni melainkan ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan politik senioritas. Tapi apakah hal yang demikian benar? Wallahu a’alam bishawab.

PMII yang perlu update dan meng-upgreat managemen organisasi dalam konteks kekinian. Mempersiapkan Leadership multi sektor, serta selalu awas atas situasi politik yang tak dewasa dan berbagai macam permasalahan lainnya. Saya teringat pesan Bung Mahbub Djunaidi; “jika meneliti secara cermat tentang PMII, masalah independensi merupakan sesuatu yang kokoh dan tak bisa dibongkar lagi. Hal itu merupakan tanda kemajuan dan kemandirian sebagai ciri dari anak muda.”

Dari sini, kita bisa terbuka dan mempercayakan hal yang baik ada di tangan kader-kader PMII itu sendiri. Selama masih ada proses pendidikan dan ada kader yang memikirkan serta menggerakkan PMII maka usianya akan semakin panjang bahkan sampai 1000 tahun. 

Selamat Ulang Tahun PMII ke 60
Wallahul Muaffieq ilaa Aqwamith Tharieq


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Pola Pikir Generasi Muda Masa Kini

Corak pemikiran generasi muda saat ini bersifat fanatis terhadap sesuatu sepanjang apa yang terlihat olehnya sehingga tak mampu merasai makna yang tersembunyi. Secara realistis, para pemuda-pemudi hari ini disibukkan oleh hal yang berbau selfish, mulai mengupdate status dengan tagar halalkan atau tinggalkan, dan lain-lain. Sehingga mereka terjebak pada dogma yang dilakukan untuk tak lagi memikirkan kesatuan dan perdamaian di negara Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa proses ideologisasi yang begitu massif dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terorganisir untuk memecah belah kesatuan negara kita. Hoax bertebaran di media sosial yang menjadi bahan konsumsi bagi generasi muda, namun parahnya lagi ikut terlibat aktif dalam menyebarkan hoax di jejaring media sosial. Seperti yang sudah diterangkan di atas bahwa generasi muda kian mengagung-agungkan untuk menikah diusia muda, ditambah lagi dengan fenomena stigmatisasi pacaran ala syar'i. Namun belum cukup sadar bahwa ini ...

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...