Langsung ke konten utama

Catatan Kecilku

Oleh : Juminar
Editor : Ayying Dhakiri

Dalam tulisan ini saya sedikit berbagi dengan melihat kondisi dunia dalam keadaan tidak baik-baik saja, terkhusus ditanah air. Hal ini yang membuatku ingin menggoreskannya dari pengamatanku beberapa hari yang lalu.

Kita ketahui bersama bahwa Kehidupan manusia datang silih berganti, kadang kala kita berada diatas dan kadang pula dibawah. Ibarat sebuah roda yang berputar, kita sebagai makhluk ciptaan tuhan harus selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan. Bencana alam seringkali kita jumpai seperti tsunami, gempa, dll. itu semua cobaan bagi hamba-nya agar senantiasa merefleksi diri masing-masing. mungkinkah dunia sudah tua hingga akhir-akhir ini dunia dalam keadaan acapkali di guncang kejadian alam. Akhir-akhir ini awak media di kagetkan oleh salah satu wabah penyakit ganas dan mematikan, yaitu covid-19. dunia dan semua kalangan digegerkan entah penyakit apa serta asalnya dari mana?

Penulis akan menjelaskan sedikit peristiwa munculnya covid-19, dimana  virus corona bemula dan dikenal sebagai COVID-19 saat munculnya wabah di Wuhan-Cina pada bulan Desember 2019 yang lalu. Namun ternyata kemudian merebak di berbagai negara.WHO mendeklarasikannya sebagai pandemi global, penyebarannya sangat cepat hingga indonesia salah satu Negara yang  terindikasi Covid-19. gejala ini menular melalui interaksi sosial, Orang baru bisa mengenali virus ini jika berada dalam tubuh ketika menginjak masa 14 hari, gejala awal memperlihatkan adanya timbul seperti demam, Sesak nafas, dan batuk.

Menurut  fakta data, bahwa awal mula virus ini ditemukan di Indonesia saat mereka yang dari luar negeri atau berhubungan dengan orang-orang luar-negeri yang kemudian  membawah wabah ini. proses penularan bisa melalui salaman dan bersentuhan dengan orang lain, bahkan ketika menempel di benda kemudian secara tidak sengaja kita menyentuh benda tersebut, maka virus tersebut akan menular. Namun rupanya ada pula kepentingan politik tertentu, yang bekerjasama dengan media menyebarkan berita-berita melalui poster-poster, video seputaran covid-19 dan sebagainya, guna menghebohkan masyarakat. sehingga masyarakat harus pandai-pandai memilah informasi agar jangan mudah percaya dan termakan hoax.

Pada tanggal 8 April 2020 Dari jumlah 84,37 persen atau 2.494 pasien positif Covid-19 kemudian menjalani perawatan medis di tanah air. adapun pasien yang berhasil sembuh  mencapai sekitar 222 orang. Meskipun angka kesembuhan bertambah, jumlahnya masih di bawah total kasus kematian. total pasien positif Covid-19 yang meninggal di Indonesia mencapai 240 jiwa beberapa hari yang lalu. data tersebut menunjukkan case fatality rate (CFR) atau rasio kematian. pasien positif corona di dalam negeri berada di level 8,12 persen, dan indonesia berada pada urutan ke tiga angka tertinggi adanya kasus kematian. Jumlah kasus di ibu kota (Jakarta) tercatat terus melonjak, dan menduduki posisi tertinggi di antara 32 provinsi di indonesia yang terpapar pandemi. hanya provinsi Gorontalo dan NTT yang sampai sekarang belum melaporkan adanya dugaan kasus positif corona.

Sangat disayangkan sekali masyarakat indonesia harus merasakan yang namanya lockdown. pemerintah mengeluarkan himbaun pemberhentian aktifitas, Walaupun demikian masih saja adanya kekecewaan masyarakat karena himpitan ekonomi dirasakan kelas menengah kebawah. bayangkan saja aktivitas mereka setiap hari hanya jualan keliling, bahkan ada pula yang ngojek dll. khususnya di kota besar yang terkena zona merah, sebut saja ibu kota jakarta, sampai ke kota sulawesi selatan yaitu makassar, aktivitas tidak lagi seperti biasanya. disudut-sudut jalan kendaraan terlihat macet, adanya pandemi tak seperti biasa lagi, hal tersebut dipicu oleh ketakutan masyarakat untuk keluar karena adanya himbauan untuk tak beraktifitas di luar rumah.

Disisi lain, kenaikan harga masker sangat melonjak hingga mengakibatkan keresahan warga. walaupun pemeritah memberikan sembako kepada masyarakat selama 3 bulan yang terkena dampak covid-19 sampai biaya PLN digratiskan untuk pelanggan 450 VA, dan 950 VA diskon 50% Subsidi listrik untuk siapa ? masyarakat yang terkena covid-19.  Selaku penulis, Ketika menganalisis dalam penjelasan pasal 27 ayat 1 bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan sama. Namun  syarat untuk mendapatkan gratis selama 3 bulan adalah terkena dampak covid-19, tak ada perbedaan antara kaya dan miskin. Tapi, kita tunggu saja bagaimana proses kebijakan pemerintah kedepannya.

Bahkan di  rana perguruan tinggi terjadi pemberhentian kuliah tatap muka secara langsung,  proses perkuliahan dialihkan melalui daring atau classroom. Saya sebagai mahasiswa IAIN palopo merasakan keresahan kuliah online. Salah satu faktornya adalah jaringan yang tak memadai, teman-teman yang tinggal di daerah pelosok umumnya sulit mengupdate informasi serta tugas kuliah. diskusi online melalui via grup whatsapp terkadang teman-teman tak menghadiri karena terkendala jaringan seluler. biaya kouta pun juga berpengaruh ditambah dengan penghasilan orang tua yang hanya apa adanya.

Ketika covid-19 mulai mewabah,  saya  hanya dirumah saja menikmati aktifitas rumah sambil melihat kondisi tetangga yang ada di sekitar.terlihat anak-anak kecil yang masih ceriah bermain setiap harinya, jikalau  sore hujan turun, anak-anak bermain keliling kompleks pasar. Saya  sendiri tak lupa  mensisipkan waktu belajar dan diskusi di grup online sambil berjualan dan menunggu pembeli wkwkwk.. masyarakat sekitar masih beraktifitas seperti biasanya, khususnya petani. sebagian perempuan turun kesawah untuk menanam padi, dan baru kali ini pasar yang ada di depan rumahku harus ditutup untuk sementara waktu. kami sebagai warga harus atusias. jangan pernah panik, tapi waspada boleh. Ingat, sekali lagi kita harus membuat pola hidup yang sehat. semoga kita semua bisa kembali beraktifitas seperti biasanya dan tak ditemukan lagi korban terpapar oleh sikecil yang mematikan, terus berdoa dan berzikir.

Terakhir jangan batu talinga, Ingat himbauan pemerintah untuk stay dirumah buatlah kegiatan yang bermanfaat dan nikmati waktu yang ada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Pola Pikir Generasi Muda Masa Kini

Corak pemikiran generasi muda saat ini bersifat fanatis terhadap sesuatu sepanjang apa yang terlihat olehnya sehingga tak mampu merasai makna yang tersembunyi. Secara realistis, para pemuda-pemudi hari ini disibukkan oleh hal yang berbau selfish, mulai mengupdate status dengan tagar halalkan atau tinggalkan, dan lain-lain. Sehingga mereka terjebak pada dogma yang dilakukan untuk tak lagi memikirkan kesatuan dan perdamaian di negara Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa proses ideologisasi yang begitu massif dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terorganisir untuk memecah belah kesatuan negara kita. Hoax bertebaran di media sosial yang menjadi bahan konsumsi bagi generasi muda, namun parahnya lagi ikut terlibat aktif dalam menyebarkan hoax di jejaring media sosial. Seperti yang sudah diterangkan di atas bahwa generasi muda kian mengagung-agungkan untuk menikah diusia muda, ditambah lagi dengan fenomena stigmatisasi pacaran ala syar'i. Namun belum cukup sadar bahwa ini ...

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...