Langsung ke konten utama

Dikembangkan Tanpa Dipertimbangkan




Ada begitu banyak dan boleh dikata hampir semua teori sosial tentang pembangunan yang ditujukan untuk mensejahterakan masyarakat telah dikembangkan tanpa dipertimbangkan. Yah sungguh menarik semboyan pembangunan yaitu untuk mensejahterakan rakyat, pertanyaan nya siapa yang sebenarnya sejahtera disini? Siapa yang pulang balik luar negeri liburan ?siapa yang berganti roda empatnya setiap tahun bahkan setiap bulan? siapa yang tinggal di gedung-gedung mewah nan ber-AC?
Saya rasa untuk menjawab pertanyaan yang di atas tidak sampai membuat anda berfikir secara keras . Namun disini saya tidak terlalu ingin membahas siapa yang di untungkan dan siapa yang dirugikan,tapi saya ingin agar kita menganalisis seberapa besar pengaruh teori pembangunan tersebut.

Teori pembangunan (developmentalisme)

merupakan suatu teori yang tercipta dari berbagai macam teori seperti teori Fungsionalisme struktural, modernisasi,teori sumber daya manusia dll.
Teori pembangunan mulai di gagas pada 1940-an khususnya pada 20 Januari 1949 yakni pada saat presiden Amerika Serikat Harry S. Truman mengumumkan kebijakan pemerintahannya.Dengan demikian jelas bahwa para penganalisis seperti Monzour Fakih mengatakan bahwa teori pembangunan ini merupakan Kemasan baru dari 'kue' lama kapitalisme.mengapa demikian karena teori ini di mulanya dilontarkan dalam rangka perang dingin dan untuk membendung banjir semangat  anti kapitalisme bagi negara bekas jajahan(dunia ketiga). Maksudnya dunia ketiga disini artinya (non blok) yaitu tidak memihak pada blok komunis ataupun blok kapitalis.

Lalu muncul pertanyaan bagaimana developmentalisme di kembangkan?

Jadi paham developmentalisme di kembangkan melalui peran pemerintah Amerika Serikat yang mempunyai perekonomian yang kuat nah itu dijadikan kesempatan untuk menyebarkan paham pembangunan untuk dunia ketiga dengan cara penjinakan melalui proyek-proyek bantuan,pertukaran tenaga ahli,transfer teknologi dan pengiriman mahasiswa ke universitas di barat. 

Kita tidak perlu susah-susah mencari contoh dari negara-negara lain, Kenapa? Karena di negara tercinta kita sendiri (Indonesia) payung idelogi developmentalisme mulai di terapkan oleh pemerintah ORBA pada tahun 1968. 

Untuk merealisasikan konsep tersebut pemerintah Orba membuat berbagai kebijakan dan segera melaksanakan konsep-konsep W.W Rostow. Semua rencana ini berjalan dengan mulus berkat bantuan para intelektual dan ekonom yang telah memperoleh pendidikan yang memadai dari Amerika seperti mereka yang tergabung dalam Mafia Berkeley.


Sementara itu di bidang sosial, diterpakan konsep-konsep Talcott Parsons mengenai strukturalisme fungsional. Oleh karenanya seluruh perangkat sosial harus diubah dengan bentuk dan struktur formal yang modern.jadi konsekuensinya kekuatan lain yang dianggap tidak sesuai dengan aturan/tradisi modernitas harus disingkirkan atau diubah menjadi modernitas. Pada masa Orba terjadi penyingkiran besar-besaran terhadap kekuatan tradisional diantaranya NU (dari kalangan agama) dan PNI (dari kalangan nasionalis) dan beralih pada kelompok ABRI, PSI/Katholik/ Kristen dan Masyumi, yang menguasai politik dan kekuasaan.

gagasan tersebut juga jelas tertulis dalam buku “telikungan kapitalisme global dalam sejarah bangsa indonesia”, sebuah buku karangan Hasyim Wahid dkk,Sungguh menarik ungkapan pada sambutan buku tersebut bahwa “Setiap upaya diagnosa dan terapi atas persoalan yang terjadi di Indonesia tanpa melihat keterkaitannya dengan konstelasi global, niscaya akan menemui kegagalan".

Seperti yang saya tekankan di atas bahwasanya disini saya ingin menganalisis pengaruh dari teori developmentalisme itu sendiri walaupun saya lebih menekankan dalam pengaruh negatif dan menganalogikannya dengan kejadian sekarang . jadi saya membagi 3 aspek yang memengaruhi:

Pertama, (Aspek Fisik). 

Walaupun pembangunan diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah, namun pengalaman menunjukkan bahwa pembangunan dapat dan telah mempunyai dampak negatif terhadap perobahan rona lingkungan.Pencemaran lingkungan, polusi udara, kerusakan hutan, pencemaran air, bencana alam dan lain-lain merupakan efek samping dari hasil pembangunan tersebut.Salah satu contohnya di sungai lubuk rumbai yang terkena pencemaran akibat limbah sawit.

Kedua, (Aspek Sosialis) 

Berkurangnya pekerjaan dalam sektor modern(seperti dalam hal pertanian) salah satu akibatnya dmemiskinkan perempuan. mengapa tidak sejak munculnya Revolusi hijau di perkenalkan jenis bibit unggul serta pengenalan teknologi baru,otomatis itu mengusur peran khususnya perempuan di mana mulanya perempuan dalam musim panen dan tanam mempunyai kesempatan mendapatkan pekerjaan tapi itu sudah di singkirkan oleh teknologi.Contohnya perempuan pedesaan dulunya memanen padi menggunakan alat tradisional seperti sabit tapi sekarang sudah muncul mesim pemotong padi.


Terakhir, (Aspek Ekonomi) 

Ketidakmerataan dalam distribusi pembangunan akan membawa seperti keresahan dan kecemburuan sosial, misalnya pembagian pendapatan yang sangat senjang tidak hanya mempunyai konsekuensi ekonomi tapi juga sosial bahkan fisik.contoh sarana pendidikan dan kesehatan,  di daerah perkotaan sudah sangat memadai dan mudah untuk diakses, dan sangat berbanding terbalik untuk daerah terpencil, mereka sangat kesulitan dalam mengakses fasilitas pendidikan ataupun fasilitas kesehatan, selain jumlahnya yang sedikit, letaknyapun yang kebanyakan jauh dari pemukiman warga membuat banyak masyarakat terpencil enggan untuk mengaksesnya.

Dari pengaruh-pengaruh yang saya uraikan di atas jelas membuktikan bahwa peran pembangunan yang tanpa di pertimbangkan akan berdampak negatif yang berkepanjangan khususnya dalam hal kesejahteraan rakyat serta kelestarian alam.Jelas juga di dalam agama Islam kita diajarkan untuk menjaga yang namanya HabluminAllah, Hambluminannas, HabluminalAlam (Hubungan antara Manusia dengan Tuhan, Hubungan Manusia dengan Manusia dan Hubungan Manusia dengan Alam) harus di jaga dengan baik.setidaknya itu sedikit menjadi cerminan untuk kita dalam menanggapi proses jalannya teori pembangunan.

Serta di perlukan juga peranan pemerintah dalam memperbaiki beberapa sektor yaitu pengangguran, sumber daya manusia, inflasi, korupsi dan kemiskinan.Dan juga yang tidak kalah terpenting disini sangat di butuhkan Partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan negara baik di tingkat pusat maupun daerah provinsi,kabupaten/kota serta yang terpenting adalah meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat daerah Pedesaan.Dari semangat masyarakat dan partisipasi yang aktif dalam menanggapi berbagai hasil dari sebuah pembangunan saya rasa dapat memperbaiki proses berkembangn pembangunan yang tidak menguntungkan hanya satu pihak saja.Jika itu terealisasikan maka Kesejahteraan rakyat akan tercapai.

"Wallahul muwafiq ila aqwamith thariq..."

Credit by : Shinta Wati.


Sumber gambar ilustrasi :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tonggak Berdirinya Negara

Terlepas daripada pengakuan secara de facto dan de jure, negara mampu berdiri kokoh dan utuh serta unggul terkemuka di kancah internasional. Namun justru hal ini luput dari ruang-ruang publik dan malah di pelintir oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Wacana demi wacana beredar di khalayak untuk di jadikan ladang subur untuk di konsumsi masyarakat yang tidak berfaedah. Tindakan ekslusif yang tak menjanjikan terlebih lagi mematikan nalar kritis bagi kaum cendekiawan. Teringat beberapa fenomena yang terjadi, yang tak lain dan tak bukan adalah untik hasrat kapitalis media memainkan instrumennya dengan ritme yang sempurna. Hanya mengingatkan kembali bahwa kita selayaknya mengetahui relasi antara rakyat, pemerintah, kaum cendekiawan, budaya dan spiritualitas untuk menjaga esensi yang hingga saat ini membuat negara kita menjadi terbelakang dan hanya di pandang sebelah mata oleh negara adidaya. Skenario ini di buat lembaga-lembaga intelegent untuk mengambil peran yang sub...

PANCASILA or KHILAFAH ?

Jagat raya media sosial akhir-akhir ini, ramai bersahut-sahutan membahas tentang KHILAFAH. Ada apa dengan khilafah ? Mengapa harus khilafah ? Apakah khilafah betul-betul merupakan solusi untuk kejayaan negeri ini ? Seyogyanya, untuk menjawab tanya tersebut, marilah sama-sama kita kembali membuka lembaran sejarah perjalanan islam pasca wafatnya Rasulullah SAW. Pernahkah kita membaca literatur-literatur atau buku-buku dan semacamnya yang menjelaskan, seperti apa sistem penerapan dari terpilihnya para sahabat Rasulullah SAW sebagai Khalifah yang melanjutkan kepemimpinan islam pasca wafatnya Rasulullah sendiri ? Menurut referensi yang telah saya baca bahwa, sistem terpilihnya para sahabat Nabi, itu tidak menunjukkan adanya konsep kenegaraan islam yang baku dititipkan Rasulullah SAW. Justru pada saat wafatnya Rasulullah SAW pada 632 M, Nabi tidak pernah mewasiatkan kepada para sahabatnya siapa yang layak menggantikan posisinya sebagai pemimpin Keagamaan dan kenegaraan. Pertanyaannya ...

Pesantren sebagai Kiblat Pendidikan

Pernahkah kita berpikir, apa aset terbesar Negeri ini ? Wahai kaum muda , bangsa ini memiliki keragaman mulai dari sisi tradisi, budaya, dan agama. Akankah berbagai keragamaan itu mampu kita terus terjaga dan lestarikan ? Itu pertanyaan penting untuk kalangan muda dengan berbagai macam gagasan dan intelektualitas. Begitu banyak persoalan yang menjadi tantangan kaum muda hari ini. Mulai dari krisis moral, mental, dan praksis pengetahuan dalam kehidupan sehari hari yang kadang disepelekan.     Saya teringat dengan apa yang pernah ditulis oleh Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asyari bahwa, negeri ini punya identitas tersendiri. Identitas yang dimaksud itu adalah keragaman yang dimiliki bangsa ini. Namun adakah wadah yang tetap konsisten melestarikan keragaman itu ? Jawabnya tentu saja PESANTREN . Mungkin itulah wadah pendidikan yang akan saya ulas dalam tulisan ini.     Kenapa harus pesantren ? Sebenarnya semua wadah pendidikan mengajarkan berbagai macam keragama...