Langsung ke konten utama

Stratifikasi Sosial Masyarakat NUsantara Masa Lalu


Berbicara tentang masyarakat nusantara, pada awalnya perlu kita peta dan bagi atas beberapa golongan masyrakat. Untuk diingat, bahwasanya pembagian struktur masyarakat seperti ini, sepintas lalu kesannya sangat Feodal. Demikian karena, adanya anggapan bahwa masyarakat tertinggi adalah golongan paling atas dan golongan paling bawah yaitu golongan yang paling terakhir dan terendah.

Padahal spiritnya bukan pembagian kelas atau strata masyarakat sebagaimana yang berlangsung pada zaman Hindia belanda. Tetapi pembagiannya berdasarkan realitas ukuran-ukuran nilai yang diyakini saat itu. Sesuai dengan porsi kelompok dan pengabdiannya terhadap Negara.

Parameter atau ukuran pembagian golongan sosial masyarakat pada masa itu, ditentukan pada kuat atau tidak kuatnya seseorang atau kelompok terkait persoalan materi atau keduniawiaan. Makin jauh keterikatan seseorang dengan persoalan materi dan keduniawian, maka seseorang itu akan tinggi martabatnya ditengah Masyarakat. Pun sebaliknya, ketika seseorang itu tinggi hasratnha terhadap Materi dan keduniawian, maka Seseorang itu akan rendah martabatnya di masyarakat. 

Kita akan coba urutkan pembagian Kasta atau Kelas masyarakat Nusantara sebagai berikut:

1. Golongan Brahmana

Perlu dipahami bahwa, kaum yang tertinggi pada Era Majapahit di duduki oleh Kaum Rohaniawan. Bahkan dia pula yg menjadi seorang Budayawan. Mereka hidup di daerah pegunungan, gua-gua, yang jauh dari keramaian, yang jauh dari persoalan perebutan akses ke Duniawian. Seluruh kaum yang ada dibawahnha hormat dan sekaligus menjadi penjaga bagi kaum Rohaniawan. 

Nah kaum Rohaniawan inilah yg di sebut dengan Kaum BRAHMANA. Kaum inilah yang merupakan kaum tertinggi dan mengarahkan atau membimbing masyarakat yang ada di bawahnya.

2. Golongan Ksatria

Golongan abdi negara, mereka hidup atas negara dan tinggal di negara. Dalam artian, mereka diberi fasilitas (Rumah, Makan, dan Pakaian). Termasuk dari golongan ini adalah, Raja yang memimpin Kerajaan tersebut. 

Ketika kelompok ini melakukan perampasan, maka dia tidak memilikinya pribadi. Tapi dia mengembalikannya kepada negara. Jika ada golongan Ksatria memiliki rumah pribadi dan kekayaan yang melimpah, maka dia di sebut ksatria Panten. Dalam artian, dia harus dihindari bahkan dikucilkan.

3. Golongan Waisya

Golongan ini di sebut kelompok Petani, kelompok ini lebih rendah di banding dua kelompok diatas. Sebab kaum petani sedah punya keterikatan atau cinta terhadap Duniawi, sebab golongan ini juga sudah mempunyai rumah, tanah, dan Pekarangn dll. Atau dengan kata lain, ada suatu kepemilikan terhadap aset kekayaan yang notabenenya adalah manifestasi hasrat keduniawian.

4. Golongan Sudra

Golongan ini adalah para saudagar atau pemilik para tuan tanah atau mereka yang memiliki kekayaan yg berlebihan. Mereka ini tidak boleh bicara tentang agama, dan mereka tidak boleh bicara tentang kitab suci.

Mereka dilarang seperti itu, sebab mental dagang dan mencari keuntungan, maka dikuatirkan mereka akan menjual ayat-ayat agama untuk kepentingan Pribadinya.

5. Golongan Candala

Golongan ini merupakan petugas negara yangg berprofesi seperti pembunuh dan penjagal, atau lebih dikenal dengan kata lain ialah Algojo. Mereka ini dianggap kelompok yang sangat rendah strata sosialnya. Sehingga, untuk makan pun dia harus membunuh antar sesama Manusia.

6. Golongan Tucha

Golongan ini adalah Golongan yang sudah ada sejak kerajaan Mataram Kuno. Dimana golongan ini adalah orang asing yang datang di Indonesia yang dijadikan sebagai pelayan di Negeri tersebut.

7. Golongan Melecha

Golongan ini, yaitu golongan yang paling bawah yang dimana, golongan ini pecinta duniawi yang tidak mau memahami hak orang lain, bahkan malah merampasnya dengan cara yang tidak baik.

Adapun yang termasuk golongan ini seperti pencuri, penipu, dan maling dll. Golongan inilah yang paling rendah martabatnya, karena untuk makan pun mereka harus mengambil hak org lain.


#SalamLiterasi


Credit by : Toworru
Kader Muda Pergerakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Pola Pikir Generasi Muda Masa Kini

Corak pemikiran generasi muda saat ini bersifat fanatis terhadap sesuatu sepanjang apa yang terlihat olehnya sehingga tak mampu merasai makna yang tersembunyi. Secara realistis, para pemuda-pemudi hari ini disibukkan oleh hal yang berbau selfish, mulai mengupdate status dengan tagar halalkan atau tinggalkan, dan lain-lain. Sehingga mereka terjebak pada dogma yang dilakukan untuk tak lagi memikirkan kesatuan dan perdamaian di negara Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa proses ideologisasi yang begitu massif dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terorganisir untuk memecah belah kesatuan negara kita. Hoax bertebaran di media sosial yang menjadi bahan konsumsi bagi generasi muda, namun parahnya lagi ikut terlibat aktif dalam menyebarkan hoax di jejaring media sosial. Seperti yang sudah diterangkan di atas bahwa generasi muda kian mengagung-agungkan untuk menikah diusia muda, ditambah lagi dengan fenomena stigmatisasi pacaran ala syar'i. Namun belum cukup sadar bahwa ini ...

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...