Langsung ke konten utama

PLURALISME dalam beragama dan bernegara.

Indonesia adalah salah satu negara yang penganut agama islam terbesar didunia, namun tidak menjadikan islam sebagai dasar negara. Melainkan, pancasila sebagai ideologi dalam bernegara. Indonesia menghargai perbedaan dengan membebaskan setiap orang untuk menganut agamanya sesuai kepercayaan masing-masing, selama agama tersebut di akui negara. 

Secara konstitusi sendiri, indonesia terdapat beberapa agama yang diakui dan dianut oleh wargamya. Agama-agama tersebut ialah islam, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, Kristen Katholik, dan Konghucu.

Pada saat pancasila di rumuskan pertama kali, sebenarnya sudah ada benih-benih perdebatan terjadi kala itu didalamnya. Hal yang mana, kaum muslim negarawan merasa bahwa nilai syariat islam dalam Pancasila belum di terapkan secara menyeluruh. Mereka menginginkan identitas keislamanya harus di terangkan secara menyeluruh. 

Namun hal ini dinafikkan dengan fakta bahwa, dalam perumusan Pancasila sendiri, turut dihadiri tokoh-tokoh besar islam yang secara kapasitas dan kapabilitas tak usah dipertanyakan lagi, dan mereka ikut serta berperan aktif dalam merumuskan dasar negara kita ini. 

Pancasila di rasa paling cocok sebagai dasar negara karena, tidak bisa dipungkiri bahwa negara Indonesia terbentuk dan diperjuangkan atas dasar kebangsaan, bukan atas dasar kesamaan agama. 

Hak setiap orang dalam beragama diatur dalam Pasal 29 UUD 1945 Tentang Kebebasan Beragama, ayat 2 dijelaskan bahwa setiap warga negara memiliki agama dan kepercayaanya sendiri tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Serta tidak ada yang bisa melarang orang untuk memilih agama yang diyakininya. 

Setiap agama memiliki cara dan proses ibadah yang bermacam-macam, oleh karena itu setiap warga negara tidak boleh untuk melarang orang beribadah.

Konsep pluralisme dalam beragama mempunyai benang merah yaitu pengakuan dan penghormatan terhadap keanekaragaman agama. Termasuk didalamnya adalah kesadaran atas keberadaan agama lain yang hadir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Kesadaran ini seharusnya mendahului adanya pengakuan dan penghormatan atas keanekaragaman. Tanpa kesadaran, maka yang terjadi adalah fanatisme terhadap keberadaan yang serba tunggal dan tidak menghadirkan agama lain yang berada dalam kehidupan bernegara. 

Keharmonisan dapat terjalin jika setiap individu menghargai pervedaan, penghormatan dan toleransi. Toleransi menjadi inti penting dalam pluralisme.  Pluralisme tanpa toleransi adalah blunder. Penghargaan terhadap pluralisme juga harus disertai dengan semangat toleransi, tanpa toleransi maka pluralisme tidak akan terjadi atau terjaga dalam sebuah negara.

Namun, kebebasan dalam beragama ini lantas jangan diartikan bahwa semua agama itu sama.

Sebagai agama yang terbilang mayoritas, kita perlu menghargai keberadaan agama yang minoritas. Dimana cara yg paling tepat untuk menghargai perbedaan adalah dengan tidak mengusik agama orang lain dalam bentuk apapun.

"Lakum diinukum waliyadin" 
bagimu agamamu, bagiku agamaku. (Q.S AL-KAAFIRUUN : 6).

Credit by : Ashar Daung Allo
Bidang Advokasi
PK. PMII IAIN PALOPO

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...

Generasi Z dan Artifisial Intelegensi

  Penulis : Muhammad Arya Gandi Abdillah Setiap zaman istilah yang dilabelkan pada setiap generasi selalu berubah-ubah mulai dari generasi old, generasi milineal, dan generasi sekarang yakni generasi z. Seiring dengan perkembangan zaman maka perkembangan setiap generasi pun berubah. Perubahan istilah tersebut telah berdampak pada sistem serta cara hidup masyarakat, dengan pengalihannya pada alur teknologi, lalu perubahan demikian telah juga merembet pada generasi yang hampir seluruh aturan kehidupannya telah di sandarkan semuanya pada teknologi. Generasi z telah menjadi label bagi kalangan muda masa kini, dimana era penguasaan teknologi digunakan dalam beragam sektor. Ketika tidak memanfaatkan hal demikian untuk mencari serta menggunakan teknologi sebagai mana mestinya, maka manusia menjadi terlena oleh teknologi yang ada. Teknologi adalah peluang besar para generasi z untuk menemukan informasi positif dibalik penyajian teknologi, apalagi teknologi telah menggurita didalam setiap a...