Langsung ke konten utama

PERAN MAHASISWA DALAM KAMPUS DAN MASYARAKAT


                        
Mahasiswa dan kampus adalah dua objek yang saling membutuhkan, kedua objek ini akan membentuk generasi  bangsa yang selalu mengedepankan spirit perjuangannya dalam meningkatkan stabilitas negara. 

Ditengah permasalahan serius pada diri mahasiwa hari ini adalah tumpulnya perspektif mahasiswa di karenakan peradaban budaya literasi yag mulai menghilang sehingga  mahasiswa tidak lagi mengeksplorasikan dirinya ke dalam kampus berbicara mengenai peradaban dunia kampus , akan tetapi  mahasiswa malah di sibukkan dengan kepentingan-kepentingan yang tidak barsifat produktif mahasiswa tidak lagi mengedepankan idealisnya sebagai harta tertinggi pada diri seorang  mahasiswa.

Sudah tidak salah lagi bahwa eksistensi kampus hari ini belum bisa dijadikan sebagai sarana mencerdaskan kehidupan  mahasiswa tempat mencari ilmu pengetahuan yang ideal, menciptakan mahasiswa yang berkualitas dan sadar akan peran mahasiswa. disisi lain juga kurangnya kesadaran mahasiswa dalam melestarikan  budaya literasi berakibatkan kampus tidak lagi mencetak  mahasiswa yang berintelektual.

Diadapkan problematika saat ini, menjadi mahasiswa yang sesungguhnya adalah peran yg sangat sakral bagi mahasiswa hari ini seharusnya menjadi mahasiswa yang selalu berkontribusi disetiap kehidupan sosial dalam meningkatkan stabilitas negara, mahasiswa juga diramalkan menjadi estafet penerus bangsa yang terus menerus merenungkan apa yang menjadi tantangan hari ini bagi mahasiswa dan untuk rakyat demi mewudujkan cita-cita NKRI.

Sudah barang tentu bahwa Peran seorang mahasiswa adalah aktif sebagai pemecah masalah (solution to problem) masalah-masalah yang ada di kampus maupun masalah yang terjadi di tengah masyarakat dan mahasiswa tentunya menghasilkan sumber ide-ide yang solutif sehingga  peradaban di kampus dan ditengah masyarakat dapat terealisasi.

Zaman ini adalah zaman modern  peradaban modernisasi semakin canggih berbagai macam produksi yang dikeluarkan sehingga mahasiswa tidak sadar nalarnya, dirangsang untuk praktis sehingga mahasiswa tidak lagi fokus apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, inilah yang kemudian menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk bangkit bereksperimen mencoba malakukan gerakan-gerakan yang baru, inovasi baru yang belum pernah terwujud sebelumnya.

Runtuhnya orde baru membawa angin segar bagi mahasiswa dan masyarakat dimana peran mahasiswa selaku penyambung lidah suara rakyat memperjuangkan masyarakat yang tertindas bebas dari cengkraman otoritas penguasa. 
Menghirup udara segar pasca orde baru adalah tanda masuknya reformasi, kalau orde baru tidak ada kebebasan maka reformasi melahirkan kebebasan.

Setelah menghirup udara reformasi kebebasan berpendapat semakin meningkat, mahasiswa harus sadar akan zaman yag di hadapinya berbagai macam kelompok-kelompok radikal mulai melakukan kontestasi melawan dan memperlihatkan gerakan yang ekstrim seolah-olah menganggap dirinya yang paling benar dan islami sehingga kaum yang dianggap salah di marjinalkan dengan kepentingan-kepentingan kelompok yang berbau kekuasaan, ini yang menjadi peran kita selaku mahasiswa untuk menjaga kampus bersih dari sarang-sarang pemahaman islam garis keras dengan merawat pancasila sebagai asas tunggal negara bersih dari perpecahan ummat.

Menjadi seorang mahasiswa harusnya mempunyai tantangan kedepannya karna tantangan hari ini akan mengubah suatu peradaban yang lebih maju.

Tantangan dan tugas mahasiswa hari ini sudah jelas bahwa kurangnya kesadaran berdiagnosa menjadi tumpulnya perspektif pada diri mahasiswa, siapa lagi kalau bukan mahasiswa atau kaum intelektual yang menjadi penerus bangsa kedepannya yang mampu merubah iklim peradaban yang lebih maju. 

Ide dan praktek ideal, keduanya ini saling bergandengan artinya pemikiran mahasiswa harusya ada tindakan atau gerakan yang dihasilkan sabagai mahsiswa agen perubahan (agen of change), mari bersatu dalam satu tujuan semoga apa yang di baca dari tulisan ini mampu menyadarkan bagi mahasiswa betapa pentingnya budaya literasi dalam kampus ini.

"Salam Literasi"
"Kita Sahabat"
                         
Credit by: Al Mudzill Wal Severus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...

Generasi Z dan Artifisial Intelegensi

  Penulis : Muhammad Arya Gandi Abdillah Setiap zaman istilah yang dilabelkan pada setiap generasi selalu berubah-ubah mulai dari generasi old, generasi milineal, dan generasi sekarang yakni generasi z. Seiring dengan perkembangan zaman maka perkembangan setiap generasi pun berubah. Perubahan istilah tersebut telah berdampak pada sistem serta cara hidup masyarakat, dengan pengalihannya pada alur teknologi, lalu perubahan demikian telah juga merembet pada generasi yang hampir seluruh aturan kehidupannya telah di sandarkan semuanya pada teknologi. Generasi z telah menjadi label bagi kalangan muda masa kini, dimana era penguasaan teknologi digunakan dalam beragam sektor. Ketika tidak memanfaatkan hal demikian untuk mencari serta menggunakan teknologi sebagai mana mestinya, maka manusia menjadi terlena oleh teknologi yang ada. Teknologi adalah peluang besar para generasi z untuk menemukan informasi positif dibalik penyajian teknologi, apalagi teknologi telah menggurita didalam setiap a...