Langsung ke konten utama

KONDISIMU MENENTUKAN PEMIMPINMU


"Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita"

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam catatan sejarah Indonesia pra kolonialisme, Indonesia itu telah berperadaban yang canggih dibanding dengan bangsa eropa ataupun bangsa-bangsa lainnya. 

Menurut peneliti(an) dari Roma, yang bernama TOLOMIUS pada tahun 1200 Masehi, membikin sebuah buku yang berisi catatan perjalanan KASEROS FATARMOS disungai Sudra lewat laut dimana dia menggambarkan dan menyebutkan sebuah tempat yang masyarakat lokal dan ia pribadi menamainya KAKA NEGARA, yang oleh para peneliti tafsirkan itu sebagai SALAKA NEGARA. 

Nah, dalam bahasa Sangsekarta, Salaka artinya logam perak. Dilihat dari fakta sejarah inilah indonesia memiliki kekayaan yang sangat melimpah bahkan ditahun 1200 Masehi, NUsantara sudah mengenal dengan bercocok tanam dengan sistem kepundan yang menurut para pakar pertanian jaman modern merupakan sistem cocok tanam yang canggih serta masyarakat NUsantara kala itu memiliki lahan sendiri rumah sendiri. Sedangkan di Eropa kala itu, masih berburu dan suka berpindah-pindah tempat tinggal atau hunian (NOMADEN). 

Tahun 1.500 m nusantara sudah kenal dengan barther yang merupakan sistem jual beli tanpa menggunakan alat pembayaran sebagaimana saat ini, tetapi menggunakan barang yang sepadan dengan barang yang dikehendaki dalam bertransaksi. Disinilah masyarakat nusantara dikenal dengan kapitalisme mereka menyebut pada saat itu RENTENIR "berfikir untuk individu" dalam pengawal rentenir ini disebut CENTENG yang sekarang kita sebut sebagai polisi dll. Sementara di Eropa mulai dikenalkan dengan bercocok tanam yang sebagaimana nusantara lakukan sebelumnya.

Ditahun 1800, nusantara makin pesat peradaban maka dibangunlah candi borobudur, Prambanan, dll. Nah, itulah cikal bakal indonesia yang adalah mutiara khatulistiwa "baldaton thoyibatun wa rabbun ghofur". Indonesia negara kaya raya terbentang kekayaan alamnya dari Sabang sampai Merauke, tanah yang subur, hutannya melimpah, lautnya terbentang luas sejauh mata memandang, penuh dengan berbagai macam hasil buminya. Baik dari daratan dan lautan yang melimpah ruah tapi sekarang indonesia ku, indonesia mu, indonesia kita telah meriang berbagai masalah yang menciderai bangsa ini mulai dari bencana alam sampai bencana kemanusiaan dan terus masuk bencana pemikiran hingga kebijakan. 

Akhirnya, rakyat Indonesia yang mayoritasnya umat Nabi Muhammad (orang islam khususnya), tidak lagi bicara tentang bagaimana membela kaum MUSTADAQIN melawan kaum MUSTABIRIN, karena dalam mindset mereka hanya mengunakan nalar RASIS. Bahkan mirisnya, pemikiran manusia yang saling menuding dan menjustifikasi orang lain sesat. Yang salah dibenarkan yang benar disalahkan. Inilah krisis moral anak bangsa hari ini, dimana kemunafikan dibela mati-matian menentang moral yang ada. 

Benar kata BUNG KARNO, "indonesia akan melawan bangsa nya sendiri". Termasuk dalam dunia politik. Ada yang tidak atau kurang memadai dari basis pengetahuan yang mumpuni hanya mengandalkan politk praktis bukan lagi ideologis. Kita lihat rekam jejak sejarah yang nyata, dimana nabi Muhammad sampai para Walisongo berpolitik hanya memperluas ajaran islam tanpa menjustifikasi orang sesat atau kafir. Mereka mengubah atau mengajak yang kafir kepada Islam. Sekarang yang sudah jelas islam dikafirkan. Sungguh kepongahan tiada yang tandingi di zaman sekarang.

Sadarlah wahai para pemimpin bangsa, bukan kita diberikan tugas oleh sang pencipta sebagai ABDULLAH dan KHALIFAH dan bertanggung jawab di akhirat kelak. Mengapa kita mesti selalunya saling membenturkan satu sama lain. Inilah yang terjadi dibangsa yang kita cintai 

Akhir-akhir ini, kita disuguhi dengan berbagi kebijakan yang tidak pro terhadap bangsa ini semua orang acuh ta acuh melihat kegelisahan bangsa ini dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah yang hanya menguntungkan pihak asing asong aseng. Kekayaan diambil demi kemajuan bangsa lain. Itulah kondisi bangsaku, bangsa indonesia. Rakyatnya banyak yang menjadi kuli dibangsa sendiri, pemimpin perusahaan dari bangsa lain, kuli kasar dari rakyat indonesia yang kapan saja harus siap di PHK, atau bahkan kulipun sudah mulai dilarang dengan mengimpor 10 juta kuli dari bangsa lain. Akankah ada perhatian khusus untuk kuli dinegeri kita sendiri atau kita hanya menjadi penonton di negri sendiri ?.

Rasulullah SAW. bersabda, "Bagaimana kondisimu maka seperti itulah kalian akan mendapat pemimpin". Sehingga, dilihat dari konteks hadist ini adalah sangat inspiratif bagi kita semua. Bahwa, ternyata setiap kaum akan dipilihkan oleh Allah pemimpinnya, sesuai dengan kondisi mental masyarakatnya, sesuai dengan aura yang menguasai masyarakat saat pemimpin itu dipilih.

Maka, ketika kita memiliki pemimpin yang belum dekat dengan Allah, atau bahkan memunculkan berbagai hal yang kontroversial dikalangan umat islam, maka sepatutnya kita berintrospeksi diri. Segitukah kualitas kita dihadapan Allah ataupun sebaliknya ?. 

Jika kita menjadi pemimpin dari sebuah masyarakat yang susah diajak mendekat kepada Allah, atau bahkan memiliki kecenderungan melanggar perintah Allah, maka harus kita bertafakur atau bermuhasabah diri terhadap diri kita sendiri. Apakah kita hanya memiliki kualitas seperti itu dihadapan ALLAH SWT ?.

Sebuah kata-kata hikmah yang mengatakan, "jika kamu ingin mengetahui kedudukan mu disisi Allah, maka lihatlah dalam hal apa Allah menepatkanmu". Jika Allah mencintai seorang, hamba maka dia akan menguji dengan berbagai hal. Bisa jadi dengan kemiskinan atau bahkan kekayaan yang melimpah ruah. Introspeksi lah.

Tugas seorang pemimpin adalah menjamin jalan kesejahteraan yang dipimpinnya. Karena itu adalah sejatinya tugas seorang pemimpin, seseorang akan mendapat sukses dan cinta jika dia mendapatkan taufik dari Allah dalam memimpin, dan seseorang akan mendapatkan taufik dari Allah ketika muncul dalam hatinya, terbenam dalam jiwanya perasaan tanggung jawab, perasaan dia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya, perasaan bertanggung jawab dihadapan Allah, perasaan yang akan menuntun seseorang pada ketepatan dalam mengambil sebuah kebijakan.

Credit by : Ayub Sadega
Bidang Advokasi 
PK. PMII IAIN PALOPO

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Pola Pikir Generasi Muda Masa Kini

Corak pemikiran generasi muda saat ini bersifat fanatis terhadap sesuatu sepanjang apa yang terlihat olehnya sehingga tak mampu merasai makna yang tersembunyi. Secara realistis, para pemuda-pemudi hari ini disibukkan oleh hal yang berbau selfish, mulai mengupdate status dengan tagar halalkan atau tinggalkan, dan lain-lain. Sehingga mereka terjebak pada dogma yang dilakukan untuk tak lagi memikirkan kesatuan dan perdamaian di negara Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa proses ideologisasi yang begitu massif dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terorganisir untuk memecah belah kesatuan negara kita. Hoax bertebaran di media sosial yang menjadi bahan konsumsi bagi generasi muda, namun parahnya lagi ikut terlibat aktif dalam menyebarkan hoax di jejaring media sosial. Seperti yang sudah diterangkan di atas bahwa generasi muda kian mengagung-agungkan untuk menikah diusia muda, ditambah lagi dengan fenomena stigmatisasi pacaran ala syar'i. Namun belum cukup sadar bahwa ini ...

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...