Langsung ke konten utama

9 langkah Islam Nusantara membangun peradaban dunia (BALDATUNA)

Islam Nusantara terus difitnah. Salah satu fitnah yang dibuat oleh ahlul fitnah, Islam Nusantara disebut anti Arab.
Berikut ini adalah sembilan langkah Islam Nusantara yang disampaikan oleh Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Cholil Staquf dalam 2016 Global Philanthropy Forum Confrence, The Search for Belonging Through Violent Extremist Networks:
1. Mendesak Saudi dan Qatar menghentikan program Wahabisasi-nya;
2. Mendesak Iran melepas ambisi ekspansionis dan bekerja bersama Masyarakat Internasional menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan;
3. Membantu Pemerintah Saudi untuk melakukan konsolidasi internal bagi stabilitas politik dalam negerinya, sehingga memiliki kepercayaan diri dalam pergaulan internasional;
4. Menghentikan perang Yaman;
5. Mengalahkan dan mengeliminasi ISIS;
6. Mengisolir konflik dalam negeri Suriah dan mewujudkan penyelesaian yang adil dan damai;
7. Mewujudkan penyelesaian yang adil dan damai bagi masalah Palestina;
8. Mewujudkan penyelesaian yang adil dan damai bagi masalah Kurdi (di Iraq);
9. Membantu pembangunan kembali dan pemulihan Suriah, Iraq, Yaman, Mesir, dan Turki. 
(BALDATUNA - August 3 18).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tonggak Berdirinya Negara

Terlepas daripada pengakuan secara de facto dan de jure, negara mampu berdiri kokoh dan utuh serta unggul terkemuka di kancah internasional. Namun justru hal ini luput dari ruang-ruang publik dan malah di pelintir oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Wacana demi wacana beredar di khalayak untuk di jadikan ladang subur untuk di konsumsi masyarakat yang tidak berfaedah. Tindakan ekslusif yang tak menjanjikan terlebih lagi mematikan nalar kritis bagi kaum cendekiawan. Teringat beberapa fenomena yang terjadi, yang tak lain dan tak bukan adalah untik hasrat kapitalis media memainkan instrumennya dengan ritme yang sempurna. Hanya mengingatkan kembali bahwa kita selayaknya mengetahui relasi antara rakyat, pemerintah, kaum cendekiawan, budaya dan spiritualitas untuk menjaga esensi yang hingga saat ini membuat negara kita menjadi terbelakang dan hanya di pandang sebelah mata oleh negara adidaya. Skenario ini di buat lembaga-lembaga intelegent untuk mengambil peran yang sub...

Pesantren sebagai Kiblat Pendidikan

Pernahkah kita berpikir, apa aset terbesar Negeri ini ? Wahai kaum muda , bangsa ini memiliki keragaman mulai dari sisi tradisi, budaya, dan agama. Akankah berbagai keragamaan itu mampu kita terus terjaga dan lestarikan ? Itu pertanyaan penting untuk kalangan muda dengan berbagai macam gagasan dan intelektualitas. Begitu banyak persoalan yang menjadi tantangan kaum muda hari ini. Mulai dari krisis moral, mental, dan praksis pengetahuan dalam kehidupan sehari hari yang kadang disepelekan.     Saya teringat dengan apa yang pernah ditulis oleh Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asyari bahwa, negeri ini punya identitas tersendiri. Identitas yang dimaksud itu adalah keragaman yang dimiliki bangsa ini. Namun adakah wadah yang tetap konsisten melestarikan keragaman itu ? Jawabnya tentu saja PESANTREN . Mungkin itulah wadah pendidikan yang akan saya ulas dalam tulisan ini.     Kenapa harus pesantren ? Sebenarnya semua wadah pendidikan mengajarkan berbagai macam keragama...

Perempuan sebagai Hamba Allah Swt

  Perempuan sebagai Hamba Allah Swt penulis: Nur Azima “cara pandang yang membeda-bedakan status gender (jenis kelamin), ras, suku, agama dan bangsa bukanlah cara pandang Tuhan melainkan cara pandang manusia” _KH. Husein Muhammad_ Islam sangat memperhatikan kondisi dan kedudukan perempuan. Islam  melakukan transformasi sosial atas status, posisi, dan peran perempuan, baik dalam ruang domestik maupun publik dengan cara-cara yang mulia tanpa melewatI atau mempertentangkan batas yang menjadi koodrat bagi perempuan Sejarah  yang tidak terelakkan mengamini kita untuk melihat keagungan Allah Swt dalam menciptakan makhluknya dengan sebaik-baiknya. Diantara Allah itu maha maha ‘adil’, subtansi Al-Quran adalah cinta dan kasih sayang, dengan demikian substansi Al-Qur’an juga seluruhnya juga tergambarkan sebuah keadilan sebagai manifestasi cintanya, termasuk adil antara laki-laki dan perempuan.  Pada zaman ‘jahiliyah’ kondisi perempuan sangatlah tidak manusiawi, begitu banyak p...