Langsung ke konten utama

Sejarah Sebagai Spirit Gerakan Pemuda


Sejarah Sebagai Spirit Gerakan Pemuda 

Penulis : Ilham Andi Lukman
Editor   : A_S

 ( Setiap Manusia Adalah Penulis ) .

”Sejarah Adalah Guru Kehidupan (Historia magistra vita est)”.
CICERO

Peran pemuda sangat penting untuk kemajuan bangsa. melihat situasi dan kondisi saat ini, di berbagai daerah kebanyakan pemudalah yang bekerja dan turun tangan untuk memperbaiki kehidupan, baik pada dataran masyarakat ekonomi rendah maupun masyarakat kelas menengah atas.

   
Semangat saya menulis tentang pemuda berangkat dari perkataan sang orator, presiden pertama indonesia bung karno, yakni seribu orang tua bisa bermimpi dan satu orang pemuda bisa mengubah dunia. bung karno dalam pidatonya juga pernah mengatakan  berikan aku 10 pemuda maka akan ku guncangkan dunia.


Dalam literatur sejarah bangsa Indonesia, kita bisa melihat bahwa kontribusi pemuda sangat besar bagi kemerdekaan Indonesia. Merekalah yang menjadi ujung tombak penggerak bagi sebuah kebangkitan bangsa, ketika kaum muda melawan kaum tua untuk membacakan teks proklamasi indonesia saat itu, di tanggal 16 agustus 1945. 


Pada tanggal 17 agustus 1945 menjadi momen yang di tunggu-tunggu untuk seluruh rakyat, yakni kemerdekaan Indonesia.


Tak hanya itu saja, pergulatan sejarah indonesia juga tak kalah penting adalah sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928.  Para pemuda berkumpul untuk bagaimana bisa mengucapkan satu lebel sebagai simbol sebuah kelahiran bangsa indonesia yang kita kenal dengan momen SUMPAH PEMUDA


Tanggung jawab seorang pemuda hari ini sangat besar pengaruhnya bagi bangsa dan Negara, pemuda hari ini banyak memberikan manfaat dan mudarat bagi setiap dinamika yang terjadi di bangsa kita, apalagi di tengah zaman yang miskin semangat untuk belajar sejarah. 


Negara indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang banyak. Terdiri dari beberapa pulau, ras, suku, etnis serta agama. Maka dari itu, indonesia butuh tenaga yang kuat,tangguh, dan gigih dalam membangun sebuah kemajuan bangsa Indonesia.


 Keterampilan, skill, untuk menghasilkan sebuah karya juga menjadi dambaan sebuah Negara. Maka seyogyanya pemuda lebih progresif menjadikan sejarah sebagai sarana edukatif dalam menata masa depan.


Melihat situasi bangsa kita saat ini banyaknya angka kemiskinan dan angka pengangguran yang terus terjadi di setiap tahunnya. Kurangnya  lapangan kerja,ditambah mekanisme kerja yang begitu berat bagi yang ingin mendapatkan pekerjaan. Malang Bangsa ku


 Banyak pemuda sukses dengan cara bertani. membajak sawah dan berwirausaha. Teringat dengan perkataan najwa shihab dalam sebuah tulisannya, kira kira begini “ Jangan bercita-cita menjadi PNS, Karena itu cita-cita orang-orang yang lahir di bawah tahun 90-an, bercita-citalah menghasilkan karya sendiri, berwirausaha, agar tidak terkekang dalam beraktivitas”. 



Maka dari itu, jangan heran ketika keberhasilan sebuah negara bisa dilihat dari kualitas pemudanya. Mengapa ? karena pemuda merupakan elan vital bagi perubaban sosial, politik, budaya, serta agama dalam bernegara.


Sebagai penutup, bahwasanya pemudalah yang menjadi tolak ukur dan garda terdepan demi kemajuan sebuah bangsa dan Negara. Karakter pemuda adalah arif dalam berfikir dan bijak dalam bertindak.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tonggak Berdirinya Negara

Terlepas daripada pengakuan secara de facto dan de jure, negara mampu berdiri kokoh dan utuh serta unggul terkemuka di kancah internasional. Namun justru hal ini luput dari ruang-ruang publik dan malah di pelintir oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Wacana demi wacana beredar di khalayak untuk di jadikan ladang subur untuk di konsumsi masyarakat yang tidak berfaedah. Tindakan ekslusif yang tak menjanjikan terlebih lagi mematikan nalar kritis bagi kaum cendekiawan. Teringat beberapa fenomena yang terjadi, yang tak lain dan tak bukan adalah untik hasrat kapitalis media memainkan instrumennya dengan ritme yang sempurna. Hanya mengingatkan kembali bahwa kita selayaknya mengetahui relasi antara rakyat, pemerintah, kaum cendekiawan, budaya dan spiritualitas untuk menjaga esensi yang hingga saat ini membuat negara kita menjadi terbelakang dan hanya di pandang sebelah mata oleh negara adidaya. Skenario ini di buat lembaga-lembaga intelegent untuk mengambil peran yang sub...

PANCASILA or KHILAFAH ?

Jagat raya media sosial akhir-akhir ini, ramai bersahut-sahutan membahas tentang KHILAFAH. Ada apa dengan khilafah ? Mengapa harus khilafah ? Apakah khilafah betul-betul merupakan solusi untuk kejayaan negeri ini ? Seyogyanya, untuk menjawab tanya tersebut, marilah sama-sama kita kembali membuka lembaran sejarah perjalanan islam pasca wafatnya Rasulullah SAW. Pernahkah kita membaca literatur-literatur atau buku-buku dan semacamnya yang menjelaskan, seperti apa sistem penerapan dari terpilihnya para sahabat Rasulullah SAW sebagai Khalifah yang melanjutkan kepemimpinan islam pasca wafatnya Rasulullah sendiri ? Menurut referensi yang telah saya baca bahwa, sistem terpilihnya para sahabat Nabi, itu tidak menunjukkan adanya konsep kenegaraan islam yang baku dititipkan Rasulullah SAW. Justru pada saat wafatnya Rasulullah SAW pada 632 M, Nabi tidak pernah mewasiatkan kepada para sahabatnya siapa yang layak menggantikan posisinya sebagai pemimpin Keagamaan dan kenegaraan. Pertanyaannya ...

Pesantren sebagai Kiblat Pendidikan

Pernahkah kita berpikir, apa aset terbesar Negeri ini ? Wahai kaum muda , bangsa ini memiliki keragaman mulai dari sisi tradisi, budaya, dan agama. Akankah berbagai keragamaan itu mampu kita terus terjaga dan lestarikan ? Itu pertanyaan penting untuk kalangan muda dengan berbagai macam gagasan dan intelektualitas. Begitu banyak persoalan yang menjadi tantangan kaum muda hari ini. Mulai dari krisis moral, mental, dan praksis pengetahuan dalam kehidupan sehari hari yang kadang disepelekan.     Saya teringat dengan apa yang pernah ditulis oleh Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asyari bahwa, negeri ini punya identitas tersendiri. Identitas yang dimaksud itu adalah keragaman yang dimiliki bangsa ini. Namun adakah wadah yang tetap konsisten melestarikan keragaman itu ? Jawabnya tentu saja PESANTREN . Mungkin itulah wadah pendidikan yang akan saya ulas dalam tulisan ini.     Kenapa harus pesantren ? Sebenarnya semua wadah pendidikan mengajarkan berbagai macam keragama...