Langsung ke konten utama

Corona : Dari Kebiasaan Buruk Menuju Positif


Corona : Dari Kebiasaan Buruk Menuju Positif

Penulis : Nursinta Hasnidar

(Setiap Manusia Adalah Penulis).

Corona adalah virus. tidaklah baik. namun tetap memiliki sisi baik atau sisi positif. Seperti yang kita ketahui, jika ada sisi buruk pasti ada sisi baiknya, sekecil apapun jika baik akan menularkan kebaikan. jadi pada tulisan saya kali ini, saya sedikit mengulas tentang sisi baik dari pandemi ini. 
Bukan virusnya yah, namun beberapa kebiasaan buruk perlahan berubah.

Sejauh ini, rasanya kita terlalu sering mendengar sisi buruk dari adanya Covid-19, atau dampak negatif yang ditumbulkan dari virus ini. Virus yang telah melumpuhkan hampir seluruh kegiatan yang berhubungan dengan orang banyak, menghindari kerumunan, bersentuhan secara langsung, bahkan saling menyapa saat berjumpa pun harus dihentikan sementara waktu. Tapi kita tidak harus sepenuhnya menjadi robot yang di control oleh virus corona ini.

Bukan mengajak para pembaca untuk bersenang-senang dengan adanya Covid-19 ini, tapi untuk mengajak tetap berfikir positif agar iman dan imun kita tetaplah aman.

Jumlah pasien Corona (02 Juni 2020) di konfirmasi positif  sebanyak 609 orang, sehingga total 27.549 orang menurut Ahmad Yurianto. Namun rupanya media kembali merilis kasus positif tembus angka 30 ribu.

Jumlah yang banyak bukan? juru bicara covid selalu mengupdate informasi, tapi masyarakat seringkali tak mempedulikan, mereka masih sibuk beraktifitas di luar rumah. 

Mayoritas orang telah membagikan info tentang bahaya corona, tetapi masyarakat tidak mawas diri. Sadar atau tidak sadar, corona memberi efek yang luar biasa pada masyarakat, meski masih banyak yang elak.

Dulu saat corona belum membabi buta, kita tidaklah peduli kebersihan, makan tanpa cuci tangan, makan di mana saja, jajan sembarangan, hanya memikirkan perut, memikirkan kesenangan tapi tidak peduli kesehatan. 

Dulu saat Corona belum mengendalikan gerak kita, semua orang sibuk mencari uang, semua pabrik beroperasi, masyarakat bersaing, bersaing untuk dunianya sendiri, terlalu ego sehingga lupa akan bumi.

Sekarang bumi seakan menemukan wajah barunya, udara bersih tanpa polusi, kehidupan yang sudah tak terlalu bising, masyarakat mulai control diri, tidak lagi menuruti ego sendiri. 

Andai Corona tidak ada.

Mungkin kita semua masih sibuk pada dunia, sekarang kita sudah punya cukup waktu dengan keluarga, bahkan cukup banyak kecuali mereka yang terjebak di perantauan, bukan berarti harus berkecil hati, mereka perlu belajar bagaimana rasanya terpisah, bagaimana rasanya berjarak dengan keluarga.

Andai tak ada Corona

Mungkin kita tak akan sadar, bahwa menghemat itu perlu.
Saat harta yang kita punya sedikit demi sedikit terkikis, rasanya hati ingin menangis, akan makan apa? Atau hanya tinggal meratapi nasib.

Tapi kita perlu bersyukur, ada bantuan yang datang, pemerintah peduli rakyat,  masyarakat berkecukupan peduli kepada masyarakat yang kurang mampu , banyaknya organisasi yang peduli umat, dan tentunya ada Allah yang selalu memberi kita pertolongan.

Kita bisa saja menjadi media penyambung virus ini, atau memilih untuk memutus mata rantai corona dengan mematuhi aturan dan protokol kesehatan.

Kita patut bersyukur, sejauh ini pasien sembuh juga mengalami peningkatan, Yuri menyebutkan pasien sembuh mengalami peningkatan sebanyak 298 orang sehingga total menjadi 7.935 orang (02 juni 2020).

Kita adalah subjek yang bisa terkena corona kapan saja, dan bisa saja akan menularkan Corona pada objek manapun.

Tapi subjek dan objek tidak akan menjadi kalimat yang runtun jika tidak ada kata kerjanya, tidak ada keterangannya

Maka dari itu, jangan mengerjakan hal-hal negatif yang kiranya akan meneruskan mata rantai Corona. 

Stay safe, stay health

[ A_s ].

NGOPINI… PROSES DILALUI DENGAN PROSES JUGA KAN ( HEHEHE )

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Pola Pikir Generasi Muda Masa Kini

Corak pemikiran generasi muda saat ini bersifat fanatis terhadap sesuatu sepanjang apa yang terlihat olehnya sehingga tak mampu merasai makna yang tersembunyi. Secara realistis, para pemuda-pemudi hari ini disibukkan oleh hal yang berbau selfish, mulai mengupdate status dengan tagar halalkan atau tinggalkan, dan lain-lain. Sehingga mereka terjebak pada dogma yang dilakukan untuk tak lagi memikirkan kesatuan dan perdamaian di negara Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa proses ideologisasi yang begitu massif dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terorganisir untuk memecah belah kesatuan negara kita. Hoax bertebaran di media sosial yang menjadi bahan konsumsi bagi generasi muda, namun parahnya lagi ikut terlibat aktif dalam menyebarkan hoax di jejaring media sosial. Seperti yang sudah diterangkan di atas bahwa generasi muda kian mengagung-agungkan untuk menikah diusia muda, ditambah lagi dengan fenomena stigmatisasi pacaran ala syar'i. Namun belum cukup sadar bahwa ini ...

Seberapa Pentingkah Pendidikan Budaya dalam Era Globalisasi yang Progresif ?

Tentunya, bukan hal yang asing lagi di telinga kita mendengar perkembangan teknologi yang begitu pesat, seiring berjalannya waktu dalam perputaran bumi pada porosnya, khususnya dalam dunia Pendidikan. Barang itu, telah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk dapat menikmatinya pula patut kita Syukuri bersama.  Maka itu pun, bukan menjadi alasan bagi setiap insan yang telah menikmati hasil dari semua ciptaan atas Ciptaan-Nya dengan beranggapan bahwa " Pendidikan Masa Kini tak akan ada pengaruhnya terhadap Masa yang akan Datang ". Artinya, anggapan seperti ini dikeluarkan bahwasanya, apa yang telah ada di masa kini itu sudah menjadi bagian daripada hasil dari masa lampau yang mungkin tetap selalu terkait hingga akhir zaman, namun akan terdikotomi oleh sikap yang tidak etis lagi atau dengan kata lain apatis (acuh tak acuh/masa bodoh) lagi dalam berpikir.  Olehnya, jangan heran jika hari ini kaum-kaum yang bergelut dalam dunia edukasi, itu sudah berkamuflase di poro...

SAYYIDAH AISYAH RA, Sang inspirator perempuan masa kini.

AISYAH merupakan wanita pilihan yang sangat istimewa, sang kekasih Rasulullah SAW. Sosoknya yang sangat cerdas menjadi modal tersendiri olehnya sehingga menjadi wanita yang dihormati dan disegani pada masanya, bahkan mungkin sampai saat ini masih dikagumi berkat kecerdasan yang dimilikinya.   Berbicara tentang sosok Aisyah dengan segala pemikirannya yang cemerlang, ilmu yang meluas, ketegasannya dalam bersikap, dan kepribadiannya yang mulia serta paras fisiknya yang sempurna membuat para kaum hawa masa kini sangat termotivasi, sehingga perempuan masa kini sangatlah ingin berkedudukan seperti sosok Aisyah, kekasih Rasulullah SAW.   Dapat kita ulas kembali beberapa jasa-jasa Aisyah dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, diantaranya : - Sosok Aisyah yang istiqomah membela hak perempuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman jahiliyah hingga masuknya ajaran islam di Arab, sosok perempuan tetap berada pada level kedua setelah laki-laki, padah...